Berita Viral

Penjelasan Polda Penyebab Kericuhan Usai Persipura Kalah, Sejumlah Penonton Pingsan, Mobil Dibakar

Kekalahan Persipura tak dapat diterima suporter. Pendukung Persipura ngamuk usai timnya kalah.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/instagram
KERICUHAN SEPAKBOLA - Kericuhan muncul usai laga Persipura vs Adhyaksa FC Banten pada Jumat (8/5/2026). Kekalahan Persipura tak dapat diterima suporter. 

Sementara itu, para pemain Adhyaksa FC bersama wasit yang memimpin dan juga tamu VIP  bertahan di dalam stadion dan belum bisa meninggalkan stadion karena pintu keluar dipalang. 

Persipura Gagal Promosi ke Liga 1

Harapan Persipura Jayapura untuk kembali mencicipi kasta tertinggi sepak bola Indonesia harus kandas secara tragis.

Persipura menelan kekalahan 0-1 atas tim tamu Adhyaksa FC dalam laga play-off  Championship di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Jumat (8/5/2026) petang.

Boaz Solossa dan kolega harus menunggu satu musim lagi berlaga di kasta kedua Championship, musim depan.

Sebaliknya, Adhyaksa FC sukses merebut tiket menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Kekalahan ini tidak hanya memupus ambisi Boaz Solossa dan kawan-kawan untuk promosi ke Liga 1, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi puluhan ribu pendukung setianya.

Sudah empat tahun penantian, namun kesabaran Ramai Rumakiek Cs masih diuji. 

Insiden turunnya suporter ke lapangan dan protes keras terhadap kepemimpinan wasit mewarnai akhir pertandingan yang emosional tersebut.

Usai laga, luapan kekecewaan ditumpahkan 35.335 penonton di stadion megah itu.

Lemparan botol air minum beterbangan ke arah wasit dan tim lawan.

Mereka tak terima keputusan wasit yang tak memeriksa Video Assisten Referee (VAR) sesaat kemelut di area kiper Adhyaksa FC.

Keputusan wasit Asker Nadjfaliev yang tak memberi hadiah penalti dianggap menjadi penyebab ledakan emosi suporter.

Kekalahan ini membuat suporter tuan rumah kecewa dan bertindak anarkis sesaat wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjafaliev meniup peluit berakhirnya pertandingan. 

Massa memulai aksi anarkis dengan melempar wasit dan pemain Adhyaksa FC saat masuk ke ruang ganti pemain sehingga aparat kepolisian turun untuk memberikan perlindungan.

Massa juga memaksa masuk ke dalam lapangan dan melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas seperti kursi pemain, layar monitor VAR hingga kamera milik wartawan. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved