PSMS Medan

Fendi Jonathan Enjoy Jalani Satu Musim Jadi Presiden PSMS Medan, Bertekad Bidik Promosi Musim Depan

Tim berjuluk Ayam Kinantan itu harus puas finis diperingkat ketujuh klasemen Grup A Pegadaian Championship.

Tayang:
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Aprianto Tambunan
PSMS MEDAN-Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan ketika diwawancarai Tribun Medan di Medan, baru-baru ini. Fendi mengaku enjoy menjalani tugasnya sebagai pemimpin PSMS Medan musim ini.  

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengaku pengalaman selama satu musim memimpin tim Ayam Kinantan di kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026 menjadi motivasi dan tantangan besar dalam perjalanan hidupnya. 

Fendi mengaku, cukup menikmati tugasnya sebagai pemimpin PSMS Medan selama satu musim ini, meski tetap mengedepankan keseriusan dalam menjalankan tanggung jawab terhadap tim.

Menurutnya, suasana kerja yang nyaman menjadi salah satu kunci agar komunikasi dengan pemain, pelatih, dan manajemen dapat berjalan dengan baik sepanjang musim. 

"Ya buat saya enjoy, karena hobi saya kan sepakbola dan dunia sepakbola bukan hal baru buat saya. Jadinya segala tantangan yang ada itu,baik di lapangan dan di luar lapangan, teknis, maupun non teknis saya hadapinya dengan enjoy aja. Kita hadapi dengan serius tapi tidak dengan stress full," ungkal Fendi kepada Tribun Medan.

Suasana santai dalam memimpin Ayam Kinantan ini bukan tanpa alasan. Fendi Jonathan memang di kenal sosok yang sejak lama menggemari olahraga sepakbola, sehingga dirinya dapat menikmati setiap proses dan dinamika selama mendampingi PSMS Medan sepanjang kompetisi musim ini.

Penggemar tim Manchester United itu mengaku, seluruh tantangan yang dihadapi selama memimpin tim justru menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus bekerja maksimal demi membawa PSMS Medan mencapai target yang diapungkan sejak awal. 

"Jadi bisa dibilang lebih menjadikannya semua menjadi motivasi, dan challenging bagi saya," ungkapnya. 

Pada kompetisi kasta kedua Liga Indonesia musim ini, PSMS Medan kembali harus menerima kenyataan gagal meraih tiket promosi ke Super League. 

Tim berjuluk Ayam Kinantan itu harus puas finis diperingkat ketujuh klasemen Grup A Pegadaian Championship.

Tim asuhan Eko Purdjianto itu mengoleksi 36 poin hasil sembilan menang, sembilan imbang dan sembilan kekalahan. Hal ini pun cukup jauh dari target yang diapungkan sejak awal. 

Kendati begitu, kata Fendi, pihaknya tidak putus asa begitu saja. Kegagalan musim ini menjadi pengalaman baginya, setelah satu musim memimpin PSMS Medan. 

Lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh, dan kembali fokus menatap kompetisi musim depan dengan lebih serius. Sehingga target promosi bisa tercapai. 

"Pastinya dari manajemen akan evaluasi lagi, baik dari seluruh pemain, dan kepelatihan kita akan evaluasi. Supaya target kita memang untuk di Liga 1 bisa tercapai," pungkasnya.

Seperti diketahui, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026, PSMS Medan langsung mengambil keputusan untuk membubarkan tim untuk sementara. 

Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh, sekaligus langkah awal dalam menyusun kekuatan baru menghadapi musim berikutnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved