PSMS Medan

Eko Purdjianto Minta Maaf Gagal Persembahkan Kemenangan di HUT PSMS Medan ke-76

PSMS Medan meraih hasil imbang 1-1 kontra Adhyaksa FC Banten pada lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026.

TRIBUN MEDAN/M Daniel Effendi Siregar
PSMS VS ADHYAKSA - Selebrasi pesepakbola PSMS Medan seusai mencetak gol ke gawang Adhyaksa FC pada lanjutan pertandingan Pegadaian Championship Musim 2025/2026, di Stadion Utama Sumatra Utara, Deliserdang, Sabtu (25/4/2026). Hasil dibabak pertama, PSMS Medan berhasil unggul atas Adhyaksa FC dengan skor 1-0. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan meraih hasil imbang 1-1 kontra Adhyaksa FC Banten pada lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026, yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU), Sabtu (25/4/2026).

Pertandingan penutup Ayam Kinantan di hadapan publik pendukungnya sendiri itu, berlangsung dengan penuh drama. 

Pada pertandingan ini, wasit Sance Lawita yang bertugas sebagai pengadil di tengah lapangan mengeluarkan dua kartu merah. 

Sehingga kedua tim harus bermain dengan 10 pemain sejak babak kedua. 

Di babak pertama, sejatinya Adhyaksa FC Banten tampil impresif sejak menit awal.

Bahkan setelah tendangan pembuka kick-off, tim asuhan Ade Suhendra itu langsung mengancam lini pertahanan PSMS Medan yang dikawal Erwin Gutawa dan kawan-kawan.

Kokohnya beton pertahanan Ayam Kinantan membuat peluang itu kandas. 

Tak berhenti sampai di situ, pada menit ke-5 Adhyaksa FC berhasil mengobrak-abrik pertahanan PSMS Medan.

Melalui kesalahan komunikasi pemain bertahan PSMS Medan, umpan spekulatif yang dilakukan Adhyaksa FC Banten mengalir tanpa pengawalan ke arah kotak penalti. 

Situasi tersebut membuat Reky Rahayu berlari meninggalkan sarangnya.

Ia berduel dengan Adilson yang juga mencoba merebut bola. 

Dewi fortuna pun masih berpihak untuk PSMS Medan.

Si kulit bundar mampu dihalau Reky Rahayu, meskipun harus mengalami benturan keras dengan Adilson. 

Benturan tersebut membuat, Reky Rahayu harus mendapatkan perawatan.

Kemudian, wasit Sance Lawita juga melakukan Check VAR dan memberikan kartu kuning untuk Adilson. 

Jalannya pertandingan pun mulai berjalan berimbang hingga sisa 10 menit waktu normal.

Hanya saja, di pengujung waktu, tepatnya di menit ke-43, Adhyaksa FC kembali mendapatkan peluang emas. 

Adilson berhasil "menari-nari" melewati adangan empat pemain bertahan PSMS Medan.

Namun, langkah Adilson terhenti setelah berhadapan dengan Reky Rahayu.

Adilson gagal mengecoh Reky Rahayu, bola dengan mantap masuk ke pelukan eks kiper Persib Bandung itu. 

Berselang satu menit, PSMS Medan berhasil memecahkan kebuntuan lewat Arif Setiawan.

Lewat serangan balik yang dibangun dari sektor kiri itu, berhasil membuka celah pertahanan PSMS Medan

Arif Setiawan yang sejatinya merupakan pemain bertahan melakukan overlapping hingga ke dalam kotak penalti.

Bola yang didistribusikan Clayton Da Silva berhasil dimanfaatkan Arif dengan maksimal.

Dengan santai ia menyontek bola ke tiang dekat tanpa bisa di halau kiper Jefri.

Gol itu membawa PSMS Medan unggul 1-0 hingga jeda turun minum. 

Memasuki babak kedua, atmosfer pertandingan kian meningkat. 

Petaka muncul untuk PSMS Medan di menit ke-53.

PSMS Medan harus menerima kenyataan setelah wasit mengusir Reky Rahayu keluar dari lapangan.

Reky mendapatkan straight kartu merah setelah melanggar Adilson di luar kotak penalti. 

Berawal dari Adilson berhasil melewati adangan Kim.

Melihat situasi itu, Reky harus keluar dari lapangan dan melakukan tekel terhadap Adilson. 

Berdasarkan Check-VAR yang dilakukan wasit Sance Lawita, Reky Rahayu harus mendapatkan kartu merah langsung. 

Situasi ini pun membuat pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto harus memutar otak untuk mengubah strateginya.

Mau tak mau, Eko menarik keluar Clayton Da Silva, guna memasukkan kiper pengganti, Gunandi.

Laga ini menjadi debut bagi Gunandi bersama Ayam Kinantan. 

Setelah straight kartu merah itu, tensi pertandingan pun semakin meningkat.

Bahkan di menit ke-60 wasit Sance kembali menarik keluar kartu kuning dari sakunya

Pemain Adhyaksa, Rangga diganjar kartu kuning usai menghentikan lari Ari Maring yang sedang membangun serangan balik secara cepat. 

Pada menit ke-66 jalannya pertandingan semakin memanas.

Petaka pun menghampiri Adhyaksa FC Banten, setelah Wasit Sance kembali mengeluarkan kartu kuning kedua, sekaligus kartu merah bagi Razan Akbar. 

Ia harus diusir dari dalam lapangan setelah melakukan tekel keras kepada Felipe Cadenazzi.

Situasi pertandingan pun kembali berubah, setelah kedua tim harus bermain dengan 10 pemain. 

Di menit ke-72 Ade Suhendra pun melakukan perubahan taktikal, Rangga ditarik keluar digantikan Gaza.

Hal ini untuk memberikan perubahan di dalam lapangan. 

Tensi pertandingan tak kunjung surut, di menit ke-74 kembali terjadi benturan di dalam kotak penalti Ayam Kinantan.

Terjadi kontak antara Gunandi dan Kim Jeung Ho dengan Adilson yang sedang melakukan serangan. 

Wasit Sance kembali harus melakukan Check VAR. Keputusan Check VAR itu pun berpihak untuk Adhyaksa FC Banten.

Sance menunjuk titik putih di menit ke-76. 

Makan Konate yang turun sebagai eksekutor berhasil menjebol jala gawang Gunandi, sekaligus mengubah papan skor menjadi 1-1 di menit ke-80.

Setelah gol penyeimbang itu, Eko Purdjianto menarik keluar Dani Saputra, digantikan Zaki Ali. 

Pada menit ke-86 PSMS Medan mendapatkan peluang tendangan bebas di sisi kiri kotak penalti, setelah Qadri dijatuhkan oleh pemain Adhyaksa FC. 

Arif turun sebagai algojo, mendistribusikan bola ke tiang jauh, dan langsung disundul oleh Kim Jeung Ho.

Namun tandukannya tak mengarah ke gawang. 

Banyaknya insiden yang menyita waktu, membuat wasit Sance memberikan 8 menit waktu tambahan. 

Pertambahan waktu itu dimanfaatkan Eko Purdjianto guna mengubah strategi. Tiga pemain sekaligus, Rudiyana, Budhiar dan Adlin masuk menggantikan Felipe, Qadri dan Nazar. 

Hingga peluit panjang berbunyi, skor bertahan 1-1.

Usai laga, Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto meminta maaf atas hasil kurang memuaskan pada pertandingan tersebut.

Ia mengakui, pihaknya mengapungkan harapan kemenangan sebagai kado ulang tahun PSMS Medan ke-76. 

"Kita syukuri (hasil) pemain sudah maksimal memberikan yang terbaik. Tapi Kami memohon maaf sekali lagi belum bisa mempersembahkan kemenangan. Karena kemarin kita janji mempersembahkan yang terbaik di ulang tahun PSMS Medan," ujar Eko kepada awak media. 

Pada laga ini, penjaga gawang PSMS Medan Gunandi menjalani debutnya.

Ia tampil menggantikan peran Reky Rahayu yang diganjar kartu merah langsung di awal babak kedua. 

Eko menilai debut Gunandi cukup bagus, apalagi harus bermain dalam pertandingan yang memiliki atmosfer tinggi. 

"Ya debut dia bagus. Pengalaman pertama dia di atmosfer seperti itu, dia harus memaksimalkan pertandingan dengan defisit satu poin juga tadi dan pertandingan tadi tidak mengecewakan," ungkapnya. 

Senada dengan Eko Purdjianto, Kapten PSMS Medan Erwin Gutawa mengaku kecewa dengan hasil tersebut.

Namun, diakuinya seluruh pemain sudah berjuang maksimal, terutama saat kalah jumlah pemain di awal babak kedua. 

"Kalau kita bicara hasil, memang kurang memuaskan. Tapi kita seluruh pemain sudah berjuang, inilah PSMS Medan yang sebenarnya. Dimana kita bertarung tidak mau kalah," ungkapnya. 

 

(cr29/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved