PSMS Medan

PSMS Medan U-19 Tumbang 1-2 atas Persekat Tegal, Tren Buruk Berlanjut di EPA Championship

Tim PSMS Medan U-19 kembali menelan hasil kurang memuaskan dalam lanjutan Elite Pro Academy (EPA) Championship 2025/2026.

|
DOK IG PSMS MEDAN
PSMS MEDAN U19- Pemain PSMS Medan U19 mencoba melewati adangan pemain Persekat Tegal di Lapangan 2 Akademi Sepakbola Garudayaksa, Minggu (12/4/2026). PSMS Medan U19 telan kekalahan 1-2 atas Persekat Tegal di EPA Championship. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Tim PSMS Medan U-19 kembali menelan hasil kurang memuaskan dalam lanjutan Elite Pro Academy (EPA) Championship 2025/2026. Bertanding di Lapangan 2 Akademi Sepakbola Garudayaksa, Minggu (12/4/2026) sore, tim berjuluk Ayam Kinantan harus mengakui keunggulan Persekat Tegal dengan skor 1-2.

Sejak awal pertandingan, PSMS Medan sudah mendapat tekanan dari lawan. Persekat Tegal mampu membuka keunggulan cepat melalui gol Dynasti Rama Yudhistira pada menit ke-9. Gol tersebut berawal dari skema bola silang (crossing) yang gagal diantisipasi lini pertahanan PSMS.

Tertinggal satu gol, PSMS mencoba bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. Namun, sejumlah peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol. Justru, menjelang akhir babak pertama, Persekat kembali menambah keunggulan lewat titik putih. Muhammad Madrid Augusta Iskandar sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor pada menit ke-41, mengubah skor menjadi 0-2.

PSMS Medan akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan di menit ke-45. M. Alif Gunawan mencatatkan namanya di papan skor setelah berhasil mengeksekusi penalti dengan baik. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-2 dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSMS Medan tampil lebih agresif dan berupaya mengejar ketertinggalan. Sejumlah peluang emas berhasil diciptakan, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-2 untuk kemenangan Persekat Tegal tetap bertahan.

Pelatih PSMS Medan U-19, Kas Hartadi mengakui timnya masih memiliki sejumlah kelemahan yang harus segera dibenahi, terutama dalam mengantisipasi bola-bola crossing dan situasi set piece.

“Gol pertama lawan kembali terjadi dari crossing. Sebenarnya kami sudah sering melatih antisipasi bola-bola seperti itu, tapi di pertandingan hasilnya belum maksimal,” ujar Kas Hartadi kepada Tribun Medan lewat seluler, Senin (13/4/2026). 

Selain itu, ia juga menyoroti buruknya penyelesaian akhir anak asuhnya. Menurutnya, PSMS memiliki banyak peluang sepanjang pertandingan, namun tidak mampu dimaksimalkan menjadi gol.

“Kami mendapat cukup banyak peluang, tapi finishing masih menjadi masalah utama. Ini yang terus kami evaluasi,” katanya.

Lebih lanjut, pelatih juga mengungkapkan bahwa timnya saat ini kekurangan sosok penyerang murni atau striker nomor 9 yang tajam di lini depan.

“Memang kami tidak memiliki striker nomor 9 yang benar-benar murni. Hal ini juga sudah dilihat oleh manajemen. Karena tidak ada penambahan pemain, kami akan fokus memaksimalkan pemain yang ada, khususnya di sektor penyerangan,” jelasnya.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif PSMS Medan di EPA Championship musim ini. Dari tiga pertandingan yang telah dilakoni, PSMS belum sekalipun meraih kemenangan dengan catatan satu hasil imbang dan dua kekalahan.

Hasil tersebut membuat PSMS Medan kini tertahan di peringkat keempat klasemen sementara Grup C, sehingga peluang untuk lolos ke fase berikutnya semakin menantang.

Meski demikian, tim pelatih tetap berusaha menjaga optimisme. Mereka menilai peluang untuk bangkit masih terbuka lebar mengingat masih tersisa lima pertandingan ke depan.

Jadwal terdekat, PSMS Medan akan menghadapi Kendal Tornado FC U-19 pada Kamis (16/4) mendatang. 

“Kami masih punya lima laga lagi. Kami harus tetap optimistis dan bekerja lebih keras. Beberapa tim seperti Persipura, PSIS, dan Persekat sudah kami pelajari. Tinggal satu tim yang belum kami ketahui kekuatannya,” ungkapnya.

PSMS Medan pun dituntut segera berbenah, terutama dalam meningkatkan efektivitas serangan dan ketahanan lini belakang, jika ingin menjaga asa lolos dari fase grup EPA Championship 2025/2026.

 

(cr29/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved