PSMS Medan
Meski Diakuisisi Fendi Jonathan, Edy Rahmayadi Masih Terlibat Dukung Manajemen PSMS Medan
Manajemen PSMS Medan resmi memasuki babak baru sejak bergulirnya kompetisi musim 2025/2026.
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Manajemen PSMS Medan resmi memasuki babak baru sejak bergulirnya kompetisi musim 2025/2026.
Setelah selama kurang lebih tiga tahun dikelola oleh PT Kinantan Medan Indonesia (PT KMI) sejak 2022, kepemilikan dan pengelolaan klub kebanggaan masyarakat Sumatra Utara itu kini resmi diakuisisi oleh pihak Fendi Jonathan, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur PSMS Medan.
Peralihan manajemen tersebut menandai perubahan penting dalam perjalanan PSMS Medan, terutama dalam upaya membawa tim berjuluk Ayam Kinantan kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional, Liga 1.
Presiden Direktur PSMS Medan, Fendi Jonathan, menjelaskan bahwa proses akuisisi manajemen berjalan secara profesional dan tidak menemui kendala berarti. Menurutnya, proses tersebut murni merupakan kesepakatan bisnis antara kedua belah pihak.
“Prosesnya biasa saja, deal bisnis dan negosiasi harga,” ujar Fendi.
Fendi menegaskan bahwa secara hukum seluruh proses pengambilalihan manajemen sudah rampung dan berada di bawah kendali pihaknya. Meski demikian, ia tetap memberikan penghormatan tinggi kepada manajemen sebelumnya, khususnya kepada Edy Rahmayadi, yang dinilai telah berjasa besar dalam membangun PSMS Medan selama ini.
“Secara hukum sudah ada di kami. Tapi kami tetap menghargai dan menghormati Pak Edy yang sudah membangun PSMS selama ini,” ucapnya.
Menariknya, meskipun sudah tidak lagi berada di jajaran manajemen utama, Edy Rahmayadi disebut Fendi masih aktif memberikan perhatian dan masukan kepada PSMS Medan. Bahkan, Edy kerap mengikuti perkembangan tim.
“Setiap pertandingan Pak Edy juga selalu memberikan masukan ke PSMS. Ari juga sampai sekarang sering nonton bareng saya. Kami masih sama-sama, tidak saya lepaskan begitu saja kawan-kawan. Kita sama-sama lah, kalau mau bangun PSMS ayo bareng,” ungkap Fendi.
Fendi menegaskan bahwa pergantian manajemen ini bukan berarti memutus hubungan atau kerja sama dengan pihak lama. Ia justru menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi demi kemajuan PSMS Medan ke depan.
Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam PSMS Medan memiliki tujuan yang sama, yakni membawa tim kembali berprestasi dan promosi ke Liga 1, sesuatu yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Sumatra Utara.
“Semua kan pengennya naik ke Liga 1. Sudah lama kali,” pungkasnya.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Fendi Jonathan, PSMS Medan diharapkan mampu membangun fondasi yang lebih kuat, baik dari sisi manajemen maupun prestasi di lapangan, demi mewujudkan ambisi kembali ke panggung tertinggi sepak bola Indonesia.
(Cr29/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| PSMS Medan Pulangkan Zikri dan Felipe Jelang Hadapi Garudayaksa FC |
|
|---|
| Gol Perdana Clayton Da Silva Jadi Sinyal Positif, Pelatih Sebut Ada Progres di Lini Depan PSMS Medan |
|
|---|
| PSMS Medan U-19 Terpuruk di Dasar Klasemen, Kas Hartadi Soroti Finishing dan Set Piece |
|
|---|
| Nasib PSMS Medan Gagal Promosi ke Super League, Tanggapan Pelatih Ayam Kinantan |
|
|---|
| Julius Raja Soroti Kegagalan PSMS Medan Promosi ke Super League, Tekankan Pentingnya Lobi-lobi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Direktur-PSMS-Medan-Fendi-Jonathan-dua-kiri-foto-bersama-host-program.jpg)