Liga Inggris

ALASAN Unai Emery Tidak Salaman dengan Mikel Arteta Usai Aston Villa Kalah dari Arsenal

Unai Emery langsung masuk ke lorong menuju kamar ganti dan tidak bersalaman dengan Mikel Arteta.

IST
MOMEN SALAMAN - Momen pelatih Arsenal Mikel Arteta dan pelatih Aston Villa berjabat tangan beberapa waktu lalu. Namun Pelatih Aston Villa Unai Emery tidak bersalaman dengan pelatih Arsenal, Mikel Arteta usai timnya kalah di Liga Inggris 2025/2026, Rabu (31/12/2025) dini hari tadi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pelatih Aston Villa Unai Emery tidak bersalaman dengan pelatih Arsenal, Mikel Arteta usai timnya kalah di Liga Inggris 2025/2026, Rabu (31/12/2025) dini hari tadi.

Unai Emery langsung masuk ke lorong menuju kamar ganti dan tidak bersalaman dengan Mikel Arteta.

Aston Villa kena bantai Arsenal pada pekan ke-19 Liga Inggris, di Emirates Stadium.

The Villans sempat menahan The Gunners di babak pertama yang berakhir dengan skor 0-0 tetapi tim tuan rumah meledak di 45 menit kedua.

Baca juga: Liga Inggris - Manchester United Sumbang Poin Buat Tim juru Kunci, Amorim Ngeluh Kualitas Tim

Arsenal berturut-turut menjebol gawang Villa lewat Gabriel Magalhaes di menit ke-48, Martin Zubimendi (52'), Leandro Trossard (69'), dan Gabriel Jesus (78').

Tim tamu hanya kebagian gol konsolasi Ollie Watkins pada menit ke-4 injury time.

Usai pertandingan, Unai Emery selaku pelatih Aston Villa tidak bersalaman dengan juru taktik Arsenal, Mikel Arteta.

Tidak melakukan "ritual pascalaga" itu, dia langsung masuk ke lorong menuju kamar ganti.

Ada dugaan Emery keki karena tim asuhannya dibanting Arsenal ke Bumi lagi setelah sempat menang 11 kali beruntun di semua kompetisi.

Baca juga: PSDS Deli Serdang Hadapi Persipa di Liga Nusantara, Wajib Menang Demi Hindari Zona Degradasi

Ada pula isu soal gol pertama The Gunners, yang bisa diperdebatkan terjadi setelah Gabriel menghalang-halangi kiper Villa, Emiliano Martinez, menjangkau sebuah bola sepak pojok.

Akan tetapi, Emery ternyata punya alasan lain mengapa dia tidak bersalaman dengan Arteta di lapangan setelah pertandingan selesai.

"Saya menunggunya tetapi dia sedang bersama stafnya," kata Emery seperti dikutip dari BBC.

"Kebiasaan saya adalah pertama-tama selalu mendatangi pelatih lawan, bersalaman, lalu masuk ke kamar ganti atau menemui staf saya."

"Jika dia tidak melakukan hal yang sama, saya tidak bisa menunggu."

"Saya tidak tahu apa yang terjadi. Tidak ada masalah dengan saya tetapi saya tidak bisa menunggu."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved