Legenda PSMS Medan Meninggal

Istri Legenda PSMS Medan Ainus Sebut Suaminya Sempat Sakit Batuk sebelum Meninggal

Kepergian legenda PSMS Medan, Ainus, pada Rabu (17/12/2025) dini hari meninggalkan duka mendalam bagi keluarga

|
TRIBUN MEDAN/Aprianto Tambunan
Istri almarhum Ainus, Neti Herawaty ketika diwawancarai Tribun Medan, di TPU Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan, Rabu (17/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kepergian legenda PSMS Medan, Ainus, pada Rabu (17/12/2025) dini hari meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.

Istri almarhum, Neti Herawaty, mengungkapkan kondisi kesehatan Ainus sebelum wafat sempat menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Neti menjelaskan, keluhan kesehatan yang dialami almarhum bermula dari batuk-batuk. Namun, Ainus menganggap kondisi tersebut sebagai sakit ringan dan memilih untuk tidak menjalani pemeriksaan medis.

“Awalnya dia batuk-batuk, tapi tidak mau berobat. Dia memang takut dengan yang namanya berobat, jadi dianggapnya batuk itu hal biasa,” ujar Neti kepada Tribun Medan usai pemakaman di TPU Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan, Rabu (17/12/2025).

Sebagai istri, Neti mengaku telah berulang kali mengingatkan dan membujuk suaminya agar memeriksakan diri ke dokter. Ia khawatir karena batuk yang dialami almarhum tidak kunjung sembuh.

“Saya sudah sering bilang, kalau dibiarkan lama-lama nanti bisa jadi besar sakitnya. Tapi dia bilang, ‘Sudahlah, nanti juga sembuh,’” ungkap Neti.

Karena rasa khawatir dan kasihan, Neti akhirnya memilih cara sederhana untuk membantu merawat kondisi kesehatan sang suami. Ia membeli obat-obatan di warung serta meracik jahe merah sebagai pengobatan alternatif yang diberikan secara rutin.

“Karena kasihan, saya beli obat-obat di warung dan jahe merah. Itu saya berikan setiap hari,” ucapnya.

Menurut Neti, keluhan kesehatan tersebut dialami Ainus dalam beberapa bulan terakhir sebelum wafat. Meski kondisi fisiknya terlihat semakin lelah, Ainus tetap berusaha menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.

“Sakitnya memang di bulan-bulan inilah, sebelum banjir,” katanya.

Hingga akhirnya, Ainus menghembuskan napas terakhir pada pukul 03.50 WIB di Rumah Sakit Bhayangkara. Saat itu, Neti mengaku sedang tertidur dan tidak menyangka momen duka tersebut datang begitu cepat.

“Saya lagi tidur, lalu dibangunkan oleh perawat,” tuturnya.

Perawat kemudian menyampaikan bahwa sejak sekitar pukul 03.00 WIB, kondisi Ainus mulai terlihat gelisah. Melihat kondisi tersebut, tim medis langsung mengambil inisiatif untuk memberikan penanganan.

“Kata perawat, jam tiga bapak sudah gelisah-gelisah, jadi mereka berinisiatif untuk menangani,” jelas Neti.

Namun, upaya medis yang dilakukan tidak mampu menyelamatkan nyawa almarhum.

“Tidak lama setelah itu, bapak pergi,” ujar Neti singkat.

(Cr29/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved