PSMS Medan

BOS PSMS Medan Kecewa Keputusan Komdis, Pemainnya Dipukul, Cuma Denda Panpel Sumsel Rp 20 Juta

PSMS kecewa PSSI hanya menjatuhkan denda sebesar Rp20 juta kepada Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Sumsel United

|
TRIBUN MEDAN/PSMS MEDAN
PSMS MEDAN - Presiden Klub PSMS Medan Fendi Jonatan ketika mendampingi Ayam Kinantan di Stadion Utama Sumatra Utara. Fendi Jonatan ungkap PSMS tengah negosiasi pemain Liga 1 dan 2 jelang bursa transfer paruh musim. 

TRIBUN-MEDAN.com - Manajemen PSMS Medan kecewa berat terhadap keputusan Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Pasalnya, Komdis PSSI hanya menjatuhkan denda sebesar Rp20 juta kepada Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Sumsel United, pascakeributan yang terjadi setelah laga di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, pada 24 November 2025 lalu.

Keputusan tersebut diketahui melalui rilis resmi Komdis melalui situs resmi PSSI pada Rabu (10/12/2025).

Dalam rilis tersebut, Panpel Sumsel United dinyatakan melanggar regulasi terkait kegagalan menjaga ketertiban dan keamanan selama pertandingan.

Baca juga: PSMS Medan Hadapi Tim Juru Kunci, Rudiyana Ogah Sepele Lawan Sriwijaya FC Pekan ke-13 Championship

Kericuhan terjadi tepat setelah laga berakhir, di mana sejumlah penonton diketahui menerobos masuk ke area lapangan dan melakukan tindakan kekerasan terhadap pemain PSMS Medan.

Bentrok itu sempat membuat situasi di dalam stadion memanas. Para pemain PSMS, yang seharusnya bisa meninggalkan lapangan dengan aman, justru harus menghadapi intimidasi hingga tindakan fisik dari oknum suporter yang masuk ke dalam lapangan.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius, bukan hanya soal keselamatan pemain, tetapi juga konsistensi penerapan aturan disiplin dalam lingkungan sepak bola nasional.

Bos PSMS Medan, Fendi Jonathan, secara tegas menyampaikan keberatannya atas sanksi yang dinilai jauh dari cukup dan tidak sebanding dengan dampak insiden tersebut.

Baca juga: Presiden PSMS Medan Fendi Jonatan Ungkap Tengah Nego Banyak Pemain

“Kalau memang benar keputusannya hanya itu, kami sangat menyayangkan sikap dari Komdis yang tidak konsisten dalam memberikan sanksi. Patut dipertanyakan netralitas di dalam Komdis tersebut,” ujar Fendi kepada Tribun Medan melalui pesan Whatsapp, Rabu (10/12/2025). 

Ia menambahkan bahwa sepak bola Indonesia membutuhkan komitmen kuat dari semua pihak, termasuk Komite Disiplin, untuk menjaga rasa aman dan menjaga sportivitas.

Menurutnya, hukuman yang terlalu ringan dapat menjadi preseden buruk dan menurunkan kepercayaan klub terhadap mekanisme perlindungan yang seharusnya diberikan oleh federasi.

“Kami harap Ketum PSSI beserta jajaran terkait dapat meninjau kembali pihak-pihak di dalam komdis tersebut,” tegasnya.

Baca juga: PSMS Medan Tancap Gas Belanja Pemain Usai Selesaikan 2 Laga Krusial, Bakal Evaluasi Besar-besaran?

PSMS menilai bahwa keputusan ini tidak hanya berdampak pada mereka sebagai korban langsung, tetapi juga pada integritas kompetisi secara keseluruhan.

Klub berharap PSSI melakukan evaluasi menyeluruh demi menciptakan atmosfer kompetisi yang lebih adil, aman, dan profesional.

Sempat Laporkan Pemukul Kapten PSMS

RICUH - Kericuhan yang terjadi usai laga Sumsel United vs PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pada Senin (24/11/2025). Manajemen PSMS Medan menyatakan kekecewaannya usai Komdis PSSI hanya memberikan denda Rp. 20 juta terhadap panpel Sumsel United.
RICUH - Kericuhan yang terjadi usai laga Sumsel United vs PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pada Senin (24/11/2025). Manajemen PSMS Medan menyatakan kekecewaannya usai Komdis PSSI hanya memberikan denda Rp. 20 juta terhadap panpel Sumsel United. (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved