Berita Viral

Nasib 3 Oknum TNI Kini Terancam Pasal Pembunuhan Berencana, Tewasnya Kacab Bank BUMN

Nasib 3 oknum TNI terjerat kasus tewasnya Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37).

|
Editor: Salomo Tarigan
Kompas.com/Hanifah Salsabila
PEMBUNUHAN KACAB BANK - Tersangka dari prajurit Kopassus TNI AD dalam rekonstruksi kasus penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN Cempaka Putih, di Mapolda Metro Jaya, Senin (17/11/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com - Nasib 3 oknum TNI terjerat kasus tewasnya Kepala Cabang Bank BUMN di Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37).

Tiga anggota TNI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan tersebut.

Perkembangan terkini, ketiga tersangka terancam pasal pembunuhan berencana.

TNI Angkatan Darat (TNI AD) telah menyiapkan sejumlah pasal untuk menjerat tiga oknum TNI.

OTAK PEMBUNUHAN KACAB - Otak pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN di Cempaka Putih bernama Mohamad Ilham Pradipta (37) berhasil dibekuk polisi. Sebelumnya polisi sudah berhasil membekuk 4 pelaku yang melakukan penculikan atas Ilham Pradipta, dengan begitu total ada 19 tersangka terlibat kasus ini
KASUS PEMBUNUHAN -  Satu dari 19 tersangka pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN di Cempaka Putih  Total ada 19 tersangka terlibat kasus ini (Kompas TV)

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono menjelaskan sejumlah pasal tersebut di antaranya terkait pembunuhan berencana, pembunuhan, perampasan kemerdekaan, penganiayaan yang menyebabkan kematian, dan penculikan.

"Untuk pasal yang dipersangkakan terhadap para tersangka dari unsur TNI mengacu pada ketentuan KUHP, yaitu Pasal 340 jo 338 KUHP dan/atau Pasal 328 KUHP dan/atau Pasal 333 ayat (3) KUHP dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ayat (1) ke-1 KUHP," kata Donny saat dihubungi Tribunnews.com pada Senin (24/11/2025).

Ia juga menegaskan penanganan perkara tersebut akan ditangani secara profesional dan transparan.

Saat ini proses penanganan perkara terhadap ketiga tersangka tersebut tengah pada tahap pemberkasan.

Penyidik Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya) tinggal menunggu penetapan barang bukti dari penyidik Jatanras Polda Metro Jaya.

Selanjutnya, berkas perkara akan diserahkan ke Oditur Militer II-Jakarta untuk kemudian diteliti dan selanjutnya disidangkan.

"Perlu saya sampaikan juga bahwa seluruh prosesnya ditangani secara profesional sesuai hukum yang berlaku dan transparan," lanjut dia.

KASUS PEMBUNUHAN - Dwi Hartono, motivator dan pengusaha bimbingan belajar (bimbel),didugaotak di balik penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37). (Kolase Kompas.com)
KASUS PEMBUNUHAN - Dwi Hartono, motivator dan pengusaha bimbingan belajar (bimbel),didugaotak di balik penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta (37). (Kolase Kompas.com) (Kolase Kompas.com)

Idenitas 3 Tersangka Oknum TNI

Dalam kasus itu, sebanyak tiga oknum prajurit TNI telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga tersangka tersebut adalah Kopda Feri Herianto (FH), Serka M Natsir (MN), dan Serka Franky Yari (FY) alias Pace.

Penetapan tersangka tersebut dilakukan berdasarkan perkembangan penyelidikan yang dilakukan Polisi Militer, mengingat sebelumnya di awal penyelidikan hanya ada dua oknum prajurit yang ditetapkan tersangka.

Terkini, Pomdam Jaya menetapkan Serka Franky Yari (FY) alias Pace sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

 

Belasan Tersangka

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus tersebut pada Senin (17/11/2025).

Belasan tersangka dihadirkan di halaman Ditreskrimum PMJ, Jakarta Selatan.

Namun informasi dihimpun, Serka FY tidak hadir dalam rekonstruksi tersebut dan digantikan oleh pemeran pengganti.

Hanya Kopda FH dan Serka MN tersangka oknum TNI yang hadir dalam rekonstruksi tersebut.

57 Adegan Rekonstruksi

Rekonstruksi memperagakan sebanyak 57 adegan. 

Keluarga korban, LPSK, dan jaksa, hingga penyidik POM TNI turut menyaksikan jalannya rekonstruksi sejak awal sampai akhir.

Rekonstruksi penculikan Kacab Bank BUMN Cempaka Putih, Mohammad Ilham Pradipta, dilakukan di Lapangan Air Mancur Polda Metro Jaya, Senin (17/11/2025). 

Di sana 17 tersangka yang dihadirkan. 

15 di antaranya mengenakan seragam oranye dengan tulisan “Tahanan Polda Metro Jaya” dengan tangan diikat kabel ties.

Ada pula dua tersangka berbaju kuning dengan tulisan “Tahanan Militer Pomdam Jaya” di punggungnya.

Tangan dua tersangka dipasangkan borgol, dengan sebagian wajah yang ditutupi masker medis. 

Dalam rekonstruksi, Serka Franky tidak banyak terlihat berperan dalam penculikan.

Dia berada di kursi penumpang mobil yang dikemudikan Kopda Feri.

Mereka menaiki mobil Calya yang bergerak bersama mobil Avanza yang berisi kelima eksekutor.

Baca juga: DUDUK PERKARA Perwira Iptu Suherdi Ditarik Paksa Warga, Markas Polsek Dikepung, Brimob dan TNI Turun

Serka Franky dan Kopda Feri turut memantau penculikan yang dilakukan oleh para eksekutor.

Setidaknya ada 57 adegan yang diperagakan ditambah dua adegan tambahan saat pemindahan korban dari satu mobil ke mobil lain, dan penyerahan uang imbalan pekerjaan. 

Kejaksaan, Polisi Militer, LPSK, hingga keluarga korban dan pengacaranya dihadirkan untuk menyaksikan rekonstruksi tersebut.

Para tersangka prajurit Kopassus ini diduga terlibat dalam transaksi pemberian uang puluhan hingga ratusan juta kepada tersangka lainnya. 

ILHAM PRADIPTA DICULIK DAN DIBUNUH - Foto Ilham Pradipta saat masih hidup (Kanan). Foto saat Ilham Pradipta diculik di supermarket di kawasan Jakarta Timur (Kiri), Rabu (20/8/2025).
ILHAM PRADIPTA DICULIK DAN DIBUNUH - Foto Ilham Pradipta saat masih hidup (Kanan). Foto saat Ilham Pradipta diculik di supermarket di kawasan Jakarta Timur (Kiri), Rabu (20/8/2025). (Instagram Ilham Pradipta/ Istimewa)

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah mengumumkan hasil penyidikan terkait kematian Ilham pada Selasa (16/9/2025).

Korban ditemukan tewas di area persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025) sekitar pukul 05.30 WIB.

Saat ditemukan, tangan dan kaki korban dalam kondisi terikat, mata tertutup lakban, dan tubuhnya penuh luka lebam.

Penyidik mengungkap, Ilham sebelumnya diculik di area parkir supermarket wilayah Pasar Rebo, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025) sore.

Sebanyak 19 orang diduga terlibat dalam kasus penculikan dan kematian Ilham, terdiri atas 16 warga sipil dan tiga prajurit TNI dari satuan Kopassus. Dari total itu, satu orang sipil berinisial EG alias B (30) masih buron. 

Sementara 15 tersangka sipil lainnya meliputi: Candy alias Ken (41), Dwi Hartono (40), AAM alias A (38), JP (40), Erasmus Wawo (27), REH (23), JRS (35), AT (29), EWB (43), MU (44), DSD (44), Wiranto (38), Eka Wahyu (20), Rohmat Sukur (40), dan AS (25). 

Adapun tiga prajurit Kopassus yang terlibat adalah Kopda Feri Herianto (FH), Serka M Natsir (MN), dan Serka Franky Yari (FY) alias Pace.

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

 

Baca juga: VIRAL Dugaan Pemerasan Oknum Perwira Berpangkat Kombes dan Kompol kepada Bawahannya di Polda Sumut

Baca juga: Jadwal Siaran Manchester City vs Leverkusen Liga Champions Malam Ini, Prediksi Skor Susunan Pemain

Sumber: tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved