Timnas Indonesia

Jumlah Pesangon yang Harus Dibayarkan PSSI Usai Pecat Patrick Kluivert, Tembus Puluhan Miliar?

Perkiraan gaji Patrick Kluivert di Timnas Indonesia disebut berada di rentang Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar per bulan.

PSSI TV
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert saat memberikan keterangan pers jelang lawan Australia. Patrick janji patahkan rekor tak pernah menang Timnas Indonesia atas Australia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Patrick Kluivert bakal menerima pesangon yang cukup fantastis usai dipecat PSSI dari pelatih Timnas Indonesia.

PSSI bersama Patrick Kluivert dan tim kepelatihan timnas Indonesia resmi sepakat untuk mengakhiri kerjasama yang masih menyisahkan tersedia sampai 2027.

Patrick Kluivert didatangkan PSSI pada 6 Januari 2025 dengan kontrak dua tahun ke depan.

Ia datang menggantikan Shin Tae-yong yang dipecat oleh PSSI.

Juru taktik berusia 49 tahun itu datang dengan membawa sejumlah gerbong tim kepelatihan dari Belanda.

Baca juga: RESMI! Patrick Kluivert Dipecat PSSI Usai Timnas Indonesia Gagal Lolos Piala Dunia 2026

Total kurang lebih ada 10 orang dari Belanda yang menemani Patrick Kluivert di timnas Indonesia.

PSSI tidak hanya melepas Patrick Kluivert saja.

Federasi Sepak Bola Indonesia itu juga mengakhiri kerjasama dengan sejumlah nama di balik Patrick Kluivert.

PSSI tidak menuliskan nama-nama tim kepelatihan yang dipecat.

Namun sepertinya, nama-nama seperti Alex Pastoor, Gerald Vanenburg, dan Denny Landzaat juga keluar dari timnas Indonesia.

Baca juga: AKHIRNYA Patrick Kluivert Dipecat, Begini Penjelasan Resmi PSSI

Seperti diketahui, Gerald Vanenburg merupakan pelatih timnas U-23 Indonesia.

PSSI juga mengakhiri kerjasama dengan Frank van Kempen yang sebelumnya dipercaya menjadi pelatih timnas U-20 Indonesia.

Keputusan PSSI tidak lagi bekerjasama dengan gerbong dari Belanda karena gagal membawa timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.

Padahal ketika datang, Patrick Kluivert digadang-gadang PSSIbisa membawa timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.

"Penghentian kerja sama ini dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, dengan mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan."

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved