Sumut Terkini
Perbaikan Jalan Rusak di Kecamatan Selesai Jadi Prioritas, Ondim Ingatkan Truk Melebihi Tonase
Kedatangan orang nomor di Langkat ini ialah menampung secara langsung aspirasi masyarakat
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Bupati Langkat, Syah Afandin temui langsung massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Masjid/Musala Warga Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Selasa (19/5/2026) sore.
Kedatangan orang nomor di Langkat ini ialah menampung secara langsung aspirasi masyarakat, yang meminta pemerintah kabupaten agar segera melakukan pengaspalan jalan protokol sepanjang 2 kilometer di Desa Kwala Air Hitam.
Diketahui masyarakat menggelar aksi sejak pagi hingga sore hari.
Di hadapan ratusan warga, Syah Afandin menyampaikan bahwa pengaspalan jalan yang menjadi aspirasi masyarakat saat ini menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Langkat, untuk segera diusulkan melalui tambahan Transfer ke Daerah (TKD) pemulihan bencana Tahun 2026.
"Doakan tahun ini bisa segera terealisasi. Jika nanti sudah diperbaiki, mari sama-sama kita jaga jalan itu," ujar pria yang kerap disapa Ondim, Rabu (20/5/2026).
Lanjut Ondim, selain memastikan upaya percepatan pembangunan jalan, pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas truk yang melebihi tonase.
Karena truk melebihi tonase dinilai menjadi salahsatu penyebab kerusakan jalan.
"Tindakan awal harus kita lakukan terhadap truk-truk yang melebihi tonase. Karena kalau jalannya sudah diperbaiki tetapi truk masih beroperasi melebihi kapasitas, itu sama saja," ujar Ondim.
Bupati Langkat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengawasan dan menjaga fasilitas jalan yang akan dibangun demi kepentingan bersama.
Dikabarkan sebelumnya, ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masjid/Musala Warga Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menggelar aksi demo terkait jalan sepanjang 2 kilometer yang sudah puluhan tahun rusak, Selasa (19/5/2026).
Menurut masyarakat, jalan yang menghubungan antar desa dan Kecamatan Selesai dengan Kecamatan Binjai, sudah 20 tahun rusak.
Amatan wartawan dilokasi, kendaraan khususnya mobil dan truk tak dapat melintas akibat aksi blokade oleh ratusan masyarakat.
"Kami masyarakat Desa Kwala Air Hitam, menyalurkan aspirasi, keadilan harus hadir di desa kami, setelah RDP dengan DPRD Langkat," ujar Didik Gunawan koordinator aksi.
"Sekitar 200 massa turun meminta keadilan agar infrastruktur jalan di desa kita diperbaiki. Ini adalah desa penghubung antar desa dan antar kecamatan. Dan satu-satunya akses yang bisa dilalui ke Kecamatan Binjai," sambungnya.
Lanjut Didik, masyarakat Desa Kwala Air Hitam, menuntut agar jalan yang sudah 20 tahun rusak itu, agar segera diperbaiki.
"Tdak pernah ada perbaikan maupun sentuhan dari pemerintah," kata Didik.
Ada beberapa hal yang membuat kontruksi jalan cepat rusak. Salahsatunya menurut Didik, lalulintas truk dari perusahaan-perusahaan yang melebihi tonase.
Namun hal itu sudah disikapi oleh pemerintah desa dan kecamatan melalui musrenbang, bagaimana perusahaan ikut andil dalam perawatan jalan.
"Namun itu semua belum menjawab apa yang dimaukan masyarakat," ujar Didik.
Bahkan akibat jalan rusak itu, Didik menjelaskan sudah tiga orang nyawa masyarakat melayang.
"Sudah lebih dari tiga nyawa harus sia-sia. Kemudian ada ribuan anak sekolah yang setiap hari keluar masuk, dan itu mengganggu kejiwaan mereka," ucap Didik.
"Termasuk saat hujan, jalan begitu becek dan berlubang, begitu panas terik debu mengganggu kesehatan," tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUTR Langkat, Wahyudiharto menjelaskan, perbaikan jalan di Desa Kwala Air Hitam akan dikerjakan tahun ini.
"Akan dikerjakan pada tahun ini," ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, pemerintah kabupaten akan mengusulkan dari dana Transfer ke Daerah (TKD), untuk perbaikan jalan di Desa Kwala Air Hitam.
"Mudah-mudahan September atau Oktober 2026 dikerjakan," ucap Wahyu.
Disinggung soal dana TKD yang diperuntukkan untuk bencana alam, Wahyu menjelaskan nantinya akan dievaluasi oleh provinsi.
(cr23/tribun-medan.com)
| Sudah Diintai, BNN Sumut Tangkap Suami Istri di Medan Terkait 2 Kg Sabu-sabu dan Happy Water |
|
|---|
| 39 Perlintasan Sebidang Liar di Sumut Rampung Ditutup, Terakhir di Deli Serdang |
|
|---|
| 39 Perlintasan Sebidang Liar Kereta Api di Sumut Rampung Ditutup, Terakhir di Deli Serdang |
|
|---|
| Sidang Korupsi Smartboard Langkat Bergulir, Kadis Kesehatan Sumut Berperan Penting |
|
|---|
| Beredar SE Guru Honorer bakal Dirumahkan Tahun 2027 Mendatang, Ini Kata Kadisdik Sumut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/JALAN-RUSAK-Bupati-Langkat-Syah-Afandin.jpg)