Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Bobby Nasution Singgung Data Manifest Penumpang, Dishub Sumut Imbau Warga Naik-Turun di Pool Resmi

Dikatakannya, hal itu untuk  menghindari  kesalahan data atau memudahkan evakuasi saat terjadinya kecelakaan.

Tayang:
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Gubernur Sumut Bobby Nasution saat menemui keluarga korban di Pool Bus ALS, Medan,Kamis (7/5/2026). Bobby minta pihak bus ALS fasilitasi keluarga yang hendak identifikasi korban. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan  merespon soal Gubernur Sumut Bobby Nasution  yang menyinggung,  data manifest penumpang dalam  kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Muratara, Sumsel. 

Menurut Yuda,  atas kejadian itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi dan imbauan  ke seluruh penumpang untuk naik dan turun di pool resmi  yang telah ditetapkan.

Dikatakannya, hal itu untuk  menghindari  kesalahan data atau memudahkan evakuasi saat terjadinya kecelakaan.

"Ya nanti kami koordinasi dengan  pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) terkait  dengan  bus bus yang  akan berangkat untuk mengimbau  seluruh masyarakat sumut  naik turun di pool bus," jelasnya, kepada Tribun Medan, (8/5/2026). 

Selain itu, pihaknya juga akan  rutin melakukan  pemeriksaan ramp check terhadap bus Antar Daerah Provinsial (ADP).

"Setiap bulannya ritim kita adakan remp check ini. Seperti daerah Tanjung Morawa, Siantar dan Sibolangit di tanggal 20-23 April kemarin," ucapnya.

Disinggung soal, Bus ALS yang kecelakaan itu berusia 24 tahun, Yuda memastikan hal itu masih sesuai aturan dengan catatan harus dilakukan perawatan rutin.

"Sesuai dengan peraturan Perhubungan No 98 Tahun 2013, batas kendaraan itu 25 tahun ya. Ini juga kita akan lakukan pemeriksaan usia seluruh bus yang ada di Sumut," jelasnya.

Diketahui, Gubsu Bobby juga sempat menemui keluarga korban di Pool Bus PT ALS di Medan.

Selain itu, ia juga sempat mengobrol dengan pihak manajemen terkait kejadian kecelakaan tersebut. 

Dalam kunjungan itu, Bobby menyinggung soal manifest penumpang yang membuat identiifikasi korban

"Makanya kami sampaikan contoh manifest dari Semrang hanya 5 penumpang, kru total ada 9 orang. tapi waktu kecelakaan total jadi 15. Makanya saat kejadian spt ini, bingung cari data keluarga yang bisa kita hubunging. hal ini pertama kali, kta minta tidak boleh terjadi," jelasnya
 
Selain itu, Bobby juga akan terus meminta OPD yang berkaitan untuk mengecek kendaraan dan supirnya.

"Cek kendaraan, cek supir. Bagaimana memastikan kelayakan bisnya kalau di pesawat itu ada tes narkoba dan lain-lain yang tidak mampu scara kesehatan dipaksakan," katanya.

Untuk kesalahan, sanksi dan hal lainnya, kata Bobby pihaknya menunggu dari pihak kepolisian.

"Yang pasti korban dan hal yang lain kita tunggu dari kepolisian," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, 16 orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan antara Bus ALS dengan truk tangki BBM di di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Dari 16 korban itu, 3 di antaranya adalah kru bus ALS.

"Informasi sementara 14 (penumpang ALS) meninggal, termasuk 3 kru (ALS), termasuk pengemudi," kata Humas PT ALS Alwi Matondang di Medan, Rabu (6/5).

Alwi mengatakan bus itu berangkat dari Semarang dengan tujuan Kota Medan.

Berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, ada sebanyak 18 orang di dalam bus. Dari total tersebut, 14 di antaranya meninggal dunia.

"Bus dari Semarang tujuan ke Medan. Kalau di bus itu biasanya ada naik turun penumpang, (informasinya) total ada 18 (orang) sama kru busnya," ujarnya.

Dia belum mengetahui pasti kronologi kecelakaan itu.

Saat ini, ALS tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. 

(Cr5/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved