Sumut Terkini

Pedagang di Pasar Bahagia Tanjungbalai Direlokasi, Puluhan Pedagang di Pindah ke Gedung Eks Damkar

Puluhan pedagang di pasar Bahagia, Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai direlokasi ke gedung eks pemadam kebakaran.

|
TRIBUN MEDAN/Alif Al Qadri Harahap
PEDAGANG DIGUSUR - Satpol PP melakukan penggusuran kepada pedagang di pasar Bahagia Tanjungbalai untuk direlokasi ke tempat baru. Tak hanya pedagang, parkir dan drainase turut diperbaiki, Jumat (24/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Puluhan pedagang di pasar Bahagia, Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai direlokasi ke gedung eks pemadam kebakaran di Datuk Bandar Timur.

Relokasi dan penggusuran ini dilakukan pemko Tanjungbalai untuk menertibkan bahu jalan yang selama ini digunakan masyarakat untuk berjualan.

Selain akses jalan yang menyempit, irigasi di jalan bahagia turut diperbaiki. Sebab, aliran parit yang selama ini ada di Jalan pasar bahagia itu, tertutup oleh kios-kios masyarakat hingga tersumbat.

Wakil Walikota Tanjungbalai, Muhammad Fadli Abdina turun langsung ke lokasi dan meninjau proses penggusuran yang dilakukan oleh Satpol PP.

Kata Fadli Abdina, selain permasalahan lahan berjualan, pemko juga akan menyelesaikan permasalahan parkir yang ada di pasar bahagia tersebut.

"Penataan ini diharapkan bisa membikin masyarakat lebih tertib agar jalan itu berfungsi sebagaimana peruntukannya. Kemarin kami lihat, pedagang sudah mulai berpindah, namun lapak dagangannya itu malah ditempati oleh tukang becak motor," kata Wakil Walikota Tanjungbalai, Fadli Abdina saat dijumpai Tribun-medan.com.

Katanya, penataan ini akan dilakukan mulai dari pedagang, parkir, hingga drainase parit yang sudah mulai tersumbat.

"Kemarin itu, seharusnya kalau sudah pedagang berpindah, pasti tidak akan macet lagi ini jalan. Ternyata, macet. Karena ada tukang becak yang berpangkal disana. Kedepan, kami tidak mau lagi ada yang seperti ini, dishub diharapkan bisa menata dan merapihkan parkir," katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan saat ini pihaknya juga masih terfokus dalam pembangunan drainase, agar masyarakat yang berbelanja merasa nyaman tidak lagi berbecek-becekan.

"Drainase ini sudah mulai di gali, Alhamdulillah saya ucapkan terimakasih kepada para pedagang yang sudah mau menertibkan lapaknya sendiri. Tapi memang masih ada satu dua pedagang yang kanopinya melebihi jalan sehingga menutupi pari yang akan di gali oleh dinas lingkungan hidup," ujarnya.

Ia berharap, dengan penataan ini Kota Tanjungbalai bisa terlihat lebih bersih dan rapih.

Sementara, Kordinator pedagang, Surya Utama, saat dikonfirmasi tribun-medan.com, mengaku ada tiga tuntutan para pedagang kepada Pemko Tanjungbalai.

"Ada tiga tuntutan kami, pertama, meminta adanya peraturan daerah tentang relokasi agar tidak menjadi ajang kesewenang-wenangan," kata pria yang akrab disapa Tama itu.

Kedua, para pedagang meminta agar Pemko mendata dengan fakta yang ada dilapangan, ketimbang hanya meminta data dari orang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.

"Awalnya ada 110 pedagang, kemudian turun 90 pedagang, setelah kami data dan seluruhnya kami berjumlah 60 orang dan hasil akhir ada sekitar 70 orang yang didata oleh Pemko Tanjungbalai," katanya.

Sedangkan yang ketiga, para pedagang meminta agar Pemko Tanjungbalai membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"IPAL, fasilitas umum seperti kamar mandi, serta penerangan seperti lampu. Kemudian, dari jumlah pedagang yang semula 110 menjadi 70, slot tempat yang mau disiapkan, bisa dijadikan jalan agar lebih lebaran akaes keluar masuk," katanya.

(cr2/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved