Berita Labura Terkini

Pabrik Kelapa Sawit LTS di Labura Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Kanit Reskrim Polsek Na IX-X, Dr, Iptu Iskandar Muda Sipayung, membenarkan kebakaran tersebut, namun menurutnya tidak ada korban jiwa.

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
KEBAKARAN - Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Lingga Tiga Sawit (LTS) Desa Kampung pajak, Labuhanbatu Utara terbakar, Minggu (12/4/2026) pagi hari sekira pukul 10:00 Wib . 

TRIBUN-MEDAN.com, LABUHANBATU UTARA - Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Lingga Tiga Sawit (LTS) kampung pajak, Labuhanbatu Utara yang tepatnya bersebelahan langsung dengan Kantor Kepala Desa kampung pajak terbakar sekitar pukul 10:00 Wib, Minggu (12/4/2026).

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP. M Jihad Fajar Balman, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya tidak merespons sama sekali, begitu juga dengan pihak pabrik LTS saat dicoba mendatangi ke pabrik sawit LTS .
Terkesan menyembunyikan kejadian kebakaran tersebut .

Kanit Reskrim Polsek Na IX-X, Iptu Iskandar Muda Sipayung, membenarkan kebakaran tersebut, namun menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

"Ya, tidak ada korban jiwa," katanya kepada Tribun Medan, Senin (12/4/2026). 

Mengenai terkait mengapa terjadi kebakaran maupun berapa kerugian pihak  pabrik, Iskandar menolak menjawab .

Seorang pegawai pabrik yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa titik api diduga muncul di area mesin pengolahan kelapa sawit.

Menurutnya, kebakaran dipicu oleh kondisi mesin yang sudah tua, meskipun saat ini pihak manajemen baru sedang dalam proses melakukan pembaruan sejumlah komponen pabrik.

"Sejak beralih manajemen dari PJLU ke LTS, memang sudah banyak perbaikan yang dilakukan, namun nasib malang menimpa manajemen saat proses pembaruan masih berjalan," jelas pegawai tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pabrik tetap berjalan seperti biasa, namun terlihat kepulan asap hitam pekat keluar dari cerobong pabrik yang tingginya hanya sekitar 25 meter.

K. Aritonang, salah seorang warga Desa Kampung Pajak, menilai insiden ini mencerminkan buruknya sistem pengelolaan pabrik yang selama ini sudah dikeluhkan warga terkait polusi udara.

"Lihat saja asap yang keluar dari cerobongnya tetap hitam pekat dan sangat meresahkan warga sekitar sejak bertahun-tahun lamanya," kata Aritonang.

Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan polusi ini kepada pemerintah daerah maupun pihak berwenang, namun hingga kini belum ada tindakan tegas yang signifikan.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Kampung Pajak, Darul Tanjung, belum dapat dihubungi melalui telepon seluler maupun ditemui secara langsung di kantor desa untuk dimintai tanggapan.

(cr7/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved