Berita Olahraga

Dua Atlet Para Taekwondo NPC Sumut Bertolak ke Mongolia, Bidik Tiket Asian Para Games 2026

NPC Sumut memberangkatkan dua atlet para taekwondo untuk berlaga pada ajang Asia Para Taekwondo Championship.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
ATLET NPC - Foto bersama pelatih para taekwondo NPC Sumut Basuki Nugroho bersama atlet usai latihan, baru-baru ini. NPC Sumut berangkatkan dua atlet para taekwondo ke ajang Asia Para Taekwondo Championship 2026 yang akan berlangsung di Mongolia pada 24 hingga 26 Mei 2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - National Paralympic Committee Indonesia Sumatera Utara (NPCI Sumut) memberangkatkan dua atlet para taekwondo untuk berlaga pada ajang Asia Para Taekwondo Championship 2026 yang akan berlangsung di Mongolia pada 24 hingga 26 Mei 2026.

Kejuaraan tingkat Asia tersebut menjadi momentum penting bagi para atlet karena berstatus sebagai ajang pra-kualifikasi menuju Asian Para Games 2026 yang akan digelar di Nagoya, Jepang, pada 15 September hingga 3 Oktober 2026 mendatang.

Dua atlet yang dipercaya membawa nama Sumatera Utara dan Indonesia pada kejuaraan tersebut yakni Syahrudin yang akan tampil di kelas -80 kilogram dan Rizki di kelas -70 kilogram. Keduanya didampingi pelatih Basuki Nugroho yang selama ini dikenal memiliki pengalaman panjang dalam membina atlet para taekwondo hingga meraih prestasi di level nasional maupun internasional.

Kedua atlet bersama pelatih telah bertolak menuju Mongolia pada Kamis (21/5/2026) dengan membawa target meraih poin penting demi membuka peluang tampil di Asian Para Games 2026.

Ketua Umum NPCI Sumut, Alan Sastra Ginting mengatakan, persiapan kedua atlet tersebut sudah dilakukan sejak jauh hari. Menurutnya, NPCI Sumut menaruh harapan besar karena keduanya dinilai memiliki potensi untuk bersaing di level Asia.

“Memang dua atlet kita yang berangkat ke Mongolia ini akan didampingi langsung oleh pelatih Basuki Nugroho dalam rangka persiapan pra-kualifikasi menuju Asian Para Games. Persiapan sudah dilakukan jauh hari karena kita melihat potensi kedua atlet ini mampu bersaing di level Asia,” ujar Alan kepada Tribun Medan melalui seluler, Kamis (21/5/2026).

Alan menjelaskan, target utama dalam kejuaraan di Mongolia tersebut adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin agar peluang tampil di Asian Para Games semakin terbuka. Ia berharap minimal kedua atlet mampu menembus babak semifinal atau final.

“Kita berharap di pra-kualifikasi Mongolia ini mereka bisa mencuri poin dan minimal masuk semifinal maupun final agar nantinya bisa lolos ke Asian Para Games 2026,” katanya.

Ia mengakui persaingan di level Asia tidak akan mudah. Pasalnya, sejumlah negara kuat dipastikan menurunkan atlet-atlet terbaiknya, termasuk para peraih medali Paralimpiade.

“Secara fisik dan mental progres mereka mengalami peningkatan. Tapi memang kita tidak bisa pungkiri persaingan di Asia sangat berat karena banyak atlet peraih medali Paralimpiade yang turun,” ucap Alan.

Menurutnya, negara-negara seperti China dan Korea Selatan masih menjadi kekuatan utama di cabang para taekwondo. Selain itu, negara-negara Timur Tengah seperti Iran dan Uzbekistan juga menunjukkan perkembangan pembinaan yang sangat pesat.

“China dan Korea memang sangat kuat. Kemudian negara Timur Tengah seperti Iran dan Uzbekistan juga sangat progres pembinaannya. Mereka mampu bersaing di level dunia bahkan meraih medali emas Paralimpiade,” jelasnya.

Meski demikian, Alan tetap optimistis dengan peluang atlet Sumut. Ia menegaskan bahwa persiapan yang dilakukan tidak instan dan kedua atlet telah menjalani program latihan secara matang dalam waktu yang cukup panjang.

“Kita mempersiapkan atlet ini bukan dua atau tiga bulan, tapi sudah lama. Kita optimistis karena didukung kualitas pelatih yang bagus dan kedua atlet ini juga memiliki program latihan yang baik. Secara fisik, mental, dan kesiapan bertanding mereka sudah siap,” ungkapnya.

Alan juga menyebut Syahrudin dan Rizki merupakan mantan atlet pelatnas yang memiliki pengalaman bertanding di level tinggi. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal penting saat menghadapi lawan-lawan tangguh di Mongolia.

Di akhir pernyataannya, Alan memberikan motivasi kepada kedua atlet agar tetap percaya diri dan tidak gentar menghadapi lawan yang memiliki ranking lebih tinggi.

“Tetap semangat dan jangan pernah gentar menghadapi lawan. Walaupun level mereka di atas kita, tetap fokus dan optimistis. Insya Allah kita bisa berjuang maksimal. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan saya melihat kedua atlet kita sangat siap bertarung,” pungkasnya.

(Cr29/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved