Berita Olahraga

Atlet R12 Fighting Camp Toni Hutapea Rebut Sabuk Bupati Simalungun di Jawara Fighting Championship

Kemenangan diraih secara meyakinkan pada ronde kedua, setelah Toni mampu mengontrol jalannya pertandingan sejak awal.

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
IST
Petarung muda, Toni Hutapea, sukses merebut sabuk Bupati Simalungun dalam ajang Jawara Fighting Championship yang digelar di Carnaval Arty Sampantao, Sabtu (28/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet binaan R12 Fighting Camp.

Petarung muda, Toni Hutapea, sukses merebut sabuk Bupati Simalungun dalam ajang Jawara Fighting Championship yang digelar di Carnaval Arty Sampantao, Sabtu (28/3/2026).

Toni memastikan gelar tersebut usai tampil dominan dan mengalahkan lawannya asal Aceh, Mirza Riki, pada kelas 56 kilogram nomor kickboxing.

Kemenangan diraih secara meyakinkan pada ronde kedua, setelah Toni mampu mengontrol jalannya pertandingan sejak awal.

Pelatih R12 Fighting Camp, Sadarmawati Simbolon, mengaku tidak terkejut dengan capaian anak didiknya tersebut. Menurutnya, hasil itu merupakan buah dari program latihan yang konsisten dan terstruktur yang selama ini diterapkan di R12 Fighting Camp.

Ia menilai, kualitas atlet binaannya memang berada di atas rata-rata, terutama jika dibandingkan dengan atlet dari camp lain yang tidak menjalani program latihan secara disiplin dan berkelanjutan.

Saya tidak heran, karena memang dari program dan rutinitas latihan kita, kualitas atlet kita sudah terbentuk.

Jadi untuk event-event terbuka seperti ini, kita cukup percaya diri,"ujar wanita yang akrab disapa Icen, Selasa (31/3/2026). 

Meski demikian, Sadarmawati menegaskan bahwa keikutsertaan dalam turnamen terbuka seperti ini bukanlah target utama.

Ia menyebut ajang tersebut lebih sebagai sarana untuk menambah pengalaman bertanding, menjaga kondisi fisik, sekaligus mengisi kekosongan jadwal sebelum menghadapi kejuaraan resmi atau multi event.

"Ini kita anggap untuk menambah jam terbang, pengalaman, dan menjaga kondisi. Kalau untuk target utama tentu di multi event resmi, baik kickboxing maupun MMA," jelasnya.

Di balik kemenangan tersebut, Sadarmawati mengaku sempat diliputi kekhawatiran sebelum pertandingan berlangsung.

Pasalnya, Toni menghadapi lawan yang tidak dikenalnya dan memiliki latar belakang sebagai atlet PON dari Aceh.

Selain itu, perbedaan kelas berat badan juga menjadi perhatian.

Toni yang biasanya bertarung di kisaran 51 hingga 55 kilogram harus menghadapi lawan yang terbiasa bertanding di kelas 60 kilogram.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved