Berita Olahraga

Rafael Samuel Siagian Lolos Seleknas, Wakili Sumut di Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2026 Tianjin

Rafael menjadi salah satu nama yang masuk dalam daftar, tepatnya di nomor Sanda kelas 70 kilogram kategori youth.

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
IST
Foto bersama dua pewushu Sumut Rafae (dua kanan), Andrew (dua kiri) bersama pelatih Jhon Hendrik (kanan) dan Fuliana (kiri) di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang menuju Jakarta untuk mengikuti Seleknas PB WI, Rabu (21/1/2026). Rafael Samuel Siagian, berhasil lolos seleksi nasional (seleknas) sebagai bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Dunia Wushu Junior X tahun 2026 di Tianjin, China pada 23-31 Maret 2026 mendatang.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Satu atlet binaan Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia (WI) Sumatra Utara, Rafael Samuel Siagian, berhasil lolos seleksi nasional (seleknas) sebagai bagian dari persiapan menuju Kejuaraan Dunia Wushu Junior X tahun 2026 di Tianjin, China pada 23-31 Maret 2026 mendatang. 

Kepastian tersebut tertuang dalam surat keputusan Pengurus Besar Wushu Indonesia bernomor KEP-02/PB.WI/I/2026. Dalam surat itu, tercantum 24 atlet dan 11 official yang resmi dipanggil untuk mengikuti program persiapan menghadapi ajang dunia tersebut.

Rafael menjadi salah satu nama yang masuk dalam daftar, tepatnya di nomor Sanda kelas 70 kilogram kategori youth.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan wushu di Sumatera Utara masih terus berjalan.

Sekretaris Umum WI Sumut, Heriyanto, menyebut capaian tersebut patut disyukuri, meski di sisi lain menjadi bahan evaluasi bagi pembinaan atlet usia muda.

Ia menjelaskan bahwa untuk kategori senior, Sumut mampu meloloskan empat atlet, sedangkan di level junior baru satu atlet yang menembus seleknas.

Menurutnya, hal itu menjadi catatan penting agar pembinaan atlet usia dini dan junior ke depan bisa lebih ditingkatkan, sehingga semakin banyak atlet Sumut yang mampu bersaing di level nasional.

“Berarti pembinaan kita masih terus berlanjut dan kita masih harus berbenah lagi. Bahwasanya di senior kita bisa empat atlet dan di junior hanya satu.

Jadi kita harus banyak berbenah supaya untuk di junior di Sumatera Utara, di banyak event lagi, lebih banyak lah atlet yang mau latihan lagi,” kata pria yang akrab disapa Ace itu kepada Tribun Medan. 

Terkait peluang Rafael di level internasional, Hariyanto mengakui pihaknya belum bisa memprediksi kekuatan calon lawan.

Ia mengatakan, pada nomor Sanda, kekuatan negara-negara peserta kerap sulit dipetakan karena masing-masing memiliki metode dan pola latihan berbeda.

“Kalau untuk ke internasional kita belum mengetahui potensinya karena setiap event di kategori Sanda di luar itu kita rata-rata untuk dari semua negara itu masih buta, kita tidak tahu setiap negara persiapan seperti apa. Jadi kalau memang Rafael nanti bisa dipelatnaskan mudah-mudahan bisa latihan dan kita punya persiapan lebih baik,” jelasnya.

Sesuai surat edaran tersebut, setiap atlet yang namanya tercantum masih akan menjalani latihan di daerah masing-masing sambil menunggu penyelesaian administrasi sebelum nantinya berkumpul di Jakarta untuk mengikuti pemusatan latihan.

Dengan begitu, maka Rafael akan menjalani persiapan sementara di Kabupaten Toba. 

Heriyanto menyatakan keyakinannya terhadap kualitas pelatih di daerah tersebut. Menurutnya, pelatih di Toba bukan sosok baru dalam dunia wushu dan telah memiliki pengalaman, termasuk membuktikan diri di ajang Popnas.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved