Maksimalkan Fungsi Terminal Tanjung Pinggir, Pemko Siantar Pertimbangkan Bus Feeder
Ia merasa APBD Kota Pematangsiantar sangat terbatas untuk melakukan belanja pengadaan bus dengan spesifikasi ramah lingkungan.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pemerintah Kota Pematangsiantar terus memutar otak untuk memaksimalkan fungsi Terminal Tipe A Tanjung Pinggir agar mendapat tempat di hati masyarakat.
Pasalnya, sejak diresmikan Presiden Jokowi tahun 2023, terminal tersebut justruk makin jauh dari harapan masyarakat.
Mulai dari lokasinya yang relatif jauh dari kota, ekosistem bisnis yang sepi, hingga tak ada bus pengumpan (feeder) untuk membawa penumpang dari pusat kota ke Terminal Tanjung Pinggir mau pun sebaliknya.
“Kita terus berusaha agar Terminal Tanjung Pinggir ini aktif sebagaimana peruntukannya. Kita kemarin ke Bidang Angkutan Kementerian Perhubungan untuk melihat potensi kita mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa bus feeder,” kata Kepala Bidang Perhubungan Darat (Hubdar) pada Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar, Agressa Affandi, Minggu (26/4/2026).
“Tapi saat ini pemerintah kebetulan menjalankan efisiensi, sehingga koordinasi kita belum bisa terealisasi segera. Namun, kita terus berupaya agar bus pengumpan ini bisa bertahap-tahap kita miliki,” kata Agressa.
Pemko Pematangsiantar sendiri mempertimbangkan kiranya bus pengumpan yang diusulkan mengusung konsep Smart Environtment dan Smart Living, di mana bus tersebut bertenaga listrik sehingga ikut mengurangi emisi carbon sesuai kebutuhan zaman.
Baca juga: Pansus DPRD Siantar Soroti Operasional Terminal Tanjung Pinggir yang Pernah Diresmikan Jokowi
Sebagaimana diketahui, Kota Medan memiliki angkutan pemadu moda berjenis elektric vehicle yang melintas di pusat-pusat bisnis kota sehingga tak menimbulkan kebisingan, asap pembuangan, dan ramah lingkungan.
Terpisah, Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat Metro Bodyart Hutagaol mengaku pihaknya sangat mendukung agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pematangsiantar mencari sumber pendanaan untuk mendapatkan bus pengumpan tersebut.
Ia merasa APBD Kota Pematangsiantar sangat terbatas untuk melakukan belanja pengadaan bus dengan spesifikasi ramah lingkungan.
“Kita tentu mendorong agar Dishub bisa mencari alternatif sumber pendanaan bagaimana bus pengumpan ada di Siantar, apakah lewat DAK ataupun Bantuan Keuangan Provinsi, Hibah, atau seperti apa?” kata Metro.
DPRD Kota Pematangsiantar sangat menyayangkan, di mana megahnya bangunan Terminal Tipe A Tanjung Pinggir, sementara di sisi lain perubahan sikap masyarakat memakai jasa transportasi bus di terminal belum tumbuh akibat kondisi yang ada.
| Warga Siantar Kini Pilih Naik Kereta Api, Dampak Aktivitas Bus Dialihkan ke Terminal Tanjung Pinggir |
|
|---|
| Aktivitas Bus Dialihkan ke Terminal Tanjung Pinggir, Warga Siantar Kini Pilih Naik Kereta Api |
|
|---|
| Pemko Siantar akan Ambil Langkah Tegas terhadap PO Bus di Luar Terminal Tanjung Pinggir |
|
|---|
| Terminal Tanjung Pinggir Siantar Sepi Penumpang, Warga Keluhkan Ongkos Tambahan Menuju Inti Kota |
|
|---|
| Bus AKAP dan AKDP Diminta Tetap Bertahan Buka Operasional di Terminal Tanjung Pinggir Siantar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kondisi-Terminal-Type-A-Tanjung-Pinggir-di-Kecamatan-Siantar.jpg)