Bupati Samosir Vandiko Hadiri RUPS, Dukung Bank Sumut Naik Kelas dan Dorong Ekonomi Daerah

Bupati Samosir Vandiko Hadiri RUPS, Dukung Bank Sumut Naik Kelas dan Dorong Ekonomi Daerah

|
Editor: Aisyah Sumardi
TRIBUN MEDAN
Bupati Samosir Vandiko Gultom menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumatera Utara di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18 Medan kemarin, Senin (6/6/2026) yang didampingi Kepala BPKAD Melva Siboro dan Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang. 

TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN - Bupati Samosir Vandiko Gultom menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumatera Utara di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18 Medan kemarin, Senin (6/6/2026) yang didampingi Kepala BPKAD Melva Siboro dan Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang.

Dalam rapat RUPS yang dipimpin oleh Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution dan Kepala Daerah se-Provinsi Sumut sepakat dan setuju Bank Sumut naik kelas ke kelompok Bank dengan Modal Inti 2 (KBMI 2).

Hadiri Rapat RUPS, Bupati Samosir Vandiko
Bupati Samosir Vandiko Gultom menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumatera Utara di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18 Medan kemarin, Senin (6/6/2026) yang didampingi Kepala BPKAD Melva Siboro dan Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang.

KBMI 2 merupakan kelompok bank menengah dengan modal inti Rp6 triliun hingga Rp 14 triliun. Sampai saat ini, Bank Sumut masih di kategori KBMI I, sementara itu OJK berencana akan mengkonsolidasi bank-bank kategori KBMI 1 di 2029.

"Aturan OJK di 2029 untuk bank itu minimal Rp6 triliun, Rp6 triliun itu sudah masuk KBMI 2. Jadi, ini sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat, kita harus mengejar modal Rp6 triliun," kata Gubsu Bobby Nasution, Senin (6/4/2026).

Bupati Samosir Vandiko Gultom menghadiri
Bupati Samosir Vandiko Gultom menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sumatera Utara di Lantai 10 Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18 Medan kemarin, Senin (6/6/2026) yang didampingi Kepala BPKAD Melva Siboro dan Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang.

Saat ini, modal inti Bank Sumut mencapai Rp 5,2 triliun dan masih membutuhkan Rp 800 miliar agar masuk kekategori KBMI 2. Untuk mencapai itu, pemegang saham (Pemprov Sumut dan kabupaten/ kota) sepakat menyetorkan kembali 15 persen deviden 2025 sebagai modal di tahun 2026. Selain deviden 15 persen, Pemprov Sumut juga menambahkan modal Rp 100 miliar tahun ini, sedangkan Tapanuli Selatan sekitar Rp 70 miliar. 

"Ada pemkab yang menganggarkan, seperti Tapsel perencanaannya di 2025, dituangkan ke APBD akan menambahkan kurang lebih Rp 70 miliar, termasuk 15 persen (deviden). Dan kami dari Provinsi Sumut selain inbreng aset kemarin ada penambahan Rp 100 miliar lagi," sambungnya. 

 

Ia juga berharap besar kepada Bank Sumut agar tidak terlalu bergantung pada APBD. Salah satu caranya adalah memperbanyak produk yang bisa bersaing dengan bank-bank lainnya.

"Upaya yang kita harapkan tentu kita minta untuk dari sisi uangnya dulu, pihak ketiga jangan kemahalan. Yang kedua, produknya harus banyak. Jangan cuma mengandalkan APBD dan juga ASN,” terangnya. 

 

Dalam hal ini, Bupati Samosir Vandiko Gultom mendukung Bank Sumut naik kelas ke Kelompok Bank dengan Modal Inti 2 (KBMI 2) agar dapat memperkuat modal, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan inovasi produk perbankan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

 

Ia menegaskan, Bank Sumut juga memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat Kabupaten Samosir.(*)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved