Sat Brimob Polda Sumut

Jembatan Gantung Batu Hula Rusak, Satbrimob Sumut Turun Mengecek Akses Vital Petani

Deru air sungai di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, terdengar lebih keras dari biasanya.

Editor: Arjuna Bakkara
TRIBUN MEDAN/Arjuna Bakkara
Personel meninjau kondisi jembatan gantung yang rusak di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (10/3/2026). Jembatan sepanjang sekitar 60 meter yang menjadi akses utama petani menuju area persawahan Sikua-kua tersebut mengalami kerusakan akibat derasnya arus sungai setelah hujan lebat. 

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPSEL-Deru air sungai di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, terdengar lebih keras dari biasanya.

Di atasnya, sebuah jembatan gantung sepanjang sekitar 60 meter menggantung sunyi sebagian bagiannya rusak, tak lagi aman dilalui.

Selasa (10/3/2026), sejumlah personel dari datang meninjau langsung kondisi jembatan tersebut.

Peninjauan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat mengenai kerusakan pada jembatan yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga.

Bagi masyarakat Desa Batu Hula, jembatan itu bukan sekadar penghubung dua sisi sungai.

Ia adalah urat nadi kehidupan. Setiap hari, para petani menyeberanginya untuk menuju area persawahan Sikua-kua di Kecamatan Batang Toru.

Dalam laporan kepada , jajaran Brimob Sumatera Utara menjelaskan bahwa jembatan tersebut memiliki lebar sekitar dua meter dan berdiri sekitar tujuh meter di atas permukaan sungai.

Jembatan dibangun pada 2009 dengan konstruksi besi, kayu, batu, pasir, dan semen.

Selama lebih dari satu dekade, jembatan itu menjadi jalur utama mobilitas warga.

Tidak hanya petani, masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah itu juga menggantungkan akses mereka pada jembatan tersebut.

Namun pada 25 November 2025, hujan deras yang mengguyur kawasan Batang Toru menyebabkan debit sungai meningkat tajam.

Arus yang kuat menghantam struktur jembatan hingga merusak beberapa bagian konstruksi.

Sejak saat itu, jembatan tak lagi aman dilalui. Aktivitas warga pun ikut terganggu. Para petani kesulitan mencapai sawah mereka karena tidak ada jalur alternatif lain yang bisa digunakan untuk menyeberangi sungai.

Kondisi inilah yang mendorong personel Brimob turun langsung ke lokasi. Peninjauan dilakukan untuk melihat tingkat kerusakan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang selama ini bergantung pada jembatan tersebut.

Bagi warga Batu Hula, harapan kini tertumpu pada perbaikan akses tersebut. Sebab selama jembatan itu belum kembali kokoh, perjalanan menuju sawah akan selalu menjadi lebih panjang dan lebih berat.(Jun-tribun-medan.com).

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved