Pakpak Bharat
Upaya Konservasi dan Potensi Ekonomi di Pakpak Bharat
Bupati menekankan bahwa Pakpak Bharat memiliki potensi besar untuk dijadikan kawasan konservasi.
TRIBUN-MEDAN.COM - Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dan Wakil Bupati H Mutsyuhito Solin menghadiri Rapat Rencana Pemetaan Potensial Areal Preservasi di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026).
Rapat ini digelar bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara dengan tujuan menghitung potensi areal konservasi sebagai langkah perlindungan ekosistem di wilayah tersebut.
Menurut Kepala BKSDA Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, hampir 80 persen wilayah Pakpak Bharat adalah kawasan hutan.
Hal ini membuka peluang besar untuk menjadikan daerah tersebut sebagai pusat konservasi.
Ia juga mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem dan melestarikan satwa dilindungi.
Salah satu capaian yang dibanggakan adalah keberhasilan orangutan Sumatera, atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai mawas, melintasi jembatan kanopi buatan di jalan Lagan–Pagindar.
Jembatan ini dibangun melalui kerja sama antara BKSDA, komunitas TaHuKah, dan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.
Fakta bahwa satwa ini dapat beradaptasi tanpa menimbulkan konflik dengan masyarakat menjadi bukti nyata keberhasilan konservasi.
Keberhasilan ini tidak hanya melindungi satwa, tetapi juga memperkuat hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Visi Bupati Franc Bernhard Tumanggor
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa Pakpak Bharat memiliki potensi besar untuk dijadikan kawasan konservasi.
Namun, ia juga melihat peluang ekonomi baru melalui pengembangan ekowisata.
Menurutnya, hutan yang luas dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata, termasuk wisata berbasis satwa dan budaya lokal.
Ia bahkan menyebut kemungkinan wisata berburu untuk satwa yang tidak dilindungi, sembari menegaskan dukungan penuh terhadap konservasi melalui penerbitan peraturan daerah.
Sebagaimana diketahui, setelah penghentian operasi Toba Pulp Lestari (TPL), populasi rusa dan siamang mulai meningkat.
Upaya Konversi Ekonomi Pakpak Bharat
Potensi ekonomi Pakpak Bharat
Pakpak Bharat
Wakil Bupati Pakpak Bharat H Mutsyuhito Solin
| MTQ Siempat Rube: Merajut Harmoni Lewat Kalam Ilahi |
|
|---|
| MTQ Kecamatan Kerajaan 2026: Ajang Amal dan Pencetak Generasi Qur’ani |
|
|---|
| Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Assisi Simervara: Simbol Kebersamaan dan Iman yang Diperbarui |
|
|---|
| Seminar Parenting Day SMP N 1 Salak: Sinergi Sekolah dan Orang Tua |
|
|---|
| Bupati Franc ke Kementerian Pertanian: Dorong Hilirisasi Gambir dan Ketahanan Pangan Pakpak Bharat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Rapat-konservasi-hutan-Pakpak-Bharat.jpg)