Pakpak Bharat

Bupati Pakpak Bharat Franc Tumanggor Tinjau Langsung Penanganan Longsor di Jalan Lagan-Pagindar

Bupati Franc Bernhard Tumanggor, melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan longsor yang terjadi di jalan penghubung Lagan-Pagindar

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Diskominfo Pakpak Bharat
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan longsor yang terjadi di jalan penghubung Lagan-Pagindar, Selasa (2/12/2025). (Diskominfo Pakpak Bharat) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pada akhir November 2025, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, turut dilanda longsor di sejumlah titik yang tersebar di berbagai kecamatan. 

Data resmi menyebutkan longsor terjadi di beberapa ruas jalan utama (Pakpak Bharat–Dairi: Delleng Lumut, Kuta Dame, Kuta Jungak) serta di desa-desa seperti Sibongkaras dan Tanjung Mulia (STTU Jehe).

Jumlah titik longsor yang dilaporkan mencapai puluhan titik sepanjang akhir November 2025.

Rincian Longsor:

- 26 November 2025: BPBD melaporkan longsor di beberapa titik yang menyebabkan akses ke Pakpak Bharat lumpuh total.

- 27 November 2025: Longsor terjadi di Kecamatan Kerajaan, dengan akses jalan terputus. 

- 27 November 2025: Longsor di Desa Tanjung Mulia, STTU Jehe, menewaskan pasangan suami-istri.

Pasangan suami istri yang meninggal dunia akibat longsor itu ialah Codong Berutu (65 tahun) dan istrinya Siti Rohani (40 tahun). Keduanya meninggal dunia setelah rumahnya di Dusun Buludidi, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Talli Urang (STTU) Jehe tertimbun material longsor pada Rabu, 26 November 2025 sekitar pukul 05.00 WIB. Longsor berasal dari tebing di belakang rumah korban, langsung menerjang bagian kamar tidur. Saat kejadian, keduanya sedang tidur dan tidak sempat menyelamatkan diri. Keesokan harinya, warga bersama BPBD mengevakuasi jasad korban.

- 29 November 2025: Longsor di beberapa titik jalan menuju Desa Sibongkaras, membuat desa terisolasi.

Bupati Pakpak Bharat peninjauan penanganan longsor
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan longsor yang terjadi di jalan penghubung Lagan-Pagindar, Selasa (2/12/2025). (Diskominfo Pakpak Bharat)

Penanganan Longsor Lagan-Pagindar: Upaya Cepat Mengatasi Isolasi Warga

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan longsor yang terjadi di jalan penghubung Lagan-Pagindar, Selasa (2/12/2025).

Longsor ini menyebabkan terputusnya akses utama yang menghubungkan Kota Salak dengan kecamatan terjauh di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.

Dalam kunjungannya, Bupati Franc menyaksikan secara langsung proses pembersihan dan normalisasi badan jalan yang tengah dikerjakan menggunakan beberapa alat berat.

"Kami berupaya secepatnya agar jalan ini bisa kembali dilalui dan digunakan seperti biasa. Ribuan warga masyarakat masih terisolasi di Pagindar, dan situasi ini sangat mengkhawatirkan. Penanganan ini menjadi fokus utama kami untuk segera diselesaikan," ujar Bupati Franc di lokasi kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Pakpak Bharat, Augusman Harapan Padang, menjelaskan bahwa penanganan puluhan titik longsor sepanjang jalan penghubung Lagan-Pagindar terus dikebut oleh timnya.

Mereka berkoordinasi dengan beberapa instansi teknis di Kabupaten Pakpak Bharat untuk mempercepat proses pemulihan akses jalan.

"Longsor susulan masih sering terjadi. Tim kami baru bisa mencapai titik kilometer 13 dari Aornakan. Untuk jumlah titik longsoran belum bisa kami pastikan, namun medan yang kami hadapi rata-rata sulit dan memakan waktu lama. Hal ini bisa dimaklumi mengingat jalur ini berada di zona pegunungan dan lembah-lembah curam. Kami optimis dalam minggu ini bisa mencapai Pagindar, mohon doanya,"ujar Augusman.

Jalur Lagan-Pagindar merupakan jalur vital yang menghubungkan Kota Salak dengan kecamatan terjauh di Kabupaten Pakpak Bharat. Longsor yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan putus total akses jalan tersebut.

Penanganan dilakukan oleh Tim BPBD bersama beberapa instansi teknis yang memiliki unit alat berat, seperti Dinas PUTRHub Pakpak Bharat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta beberapa instansi lainnya.

Penanganan longsor di jalan penghubung Lagan-Pagindar Selasa
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan longsor yang terjadi di jalan penghubung Lagan-Pagindar, Selasa (2/12/2025). (Diskominfo Pakpak Bharat)

Tantangan Penanganan Longsor

Penanganan longsor di daerah pegunungan seperti Lagan-Pagindar menghadapi berbagai tantangan, mulai dari medan yang sulit, risiko longsor susulan, hingga keterbatasan alat berat yang dapat dioperasikan di lokasi.

Oleh karena itu, koordinasi antar instansi menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan.

Selain itu, upaya mitigasi jangka panjang juga perlu diperhatikan, seperti penguatan lereng, penanaman vegetasi penahan tanah, dan pembangunan drainase yang baik untuk mengurangi risiko longsor di masa depan.

Putusnya akses jalan Lagan-Pagindar tidak hanya mengisolasi ribuan warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dan distribusi kebutuhan pokok menjadi terganggu.

Oleh karena itu, penanganan cepat dan efektif sangat penting untuk memulihkan kehidupan normal masyarakat di daerah tersebut.

Dengan kerja keras dan sinergi antar instansi serta dukungan masyarakat, diharapkan jalan penghubung Lagan-Pagindar dapat segera pulih dan mengembalikan konektivitas yang sangat dibutuhkan oleh warga Pakpak Bharat.

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan dan memberikan bantuan yang diperlukan.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: Bupati Franc Bersama Kapolres dan Dandim Tinjau Langsung Penanganan Longsor di Pakpak Bharat

Baca juga: Dinas Sosial Pakpak Bharat Salurkan Bantuan Bagi Para Korban Bencana Alam Tanah Longsor

Baca juga: Tim BPBD Pakpak Bharat Bersama Warga dan TNI-Polri Terus Bekerja Membersihkan Material Longsoran

Baca juga: Bencana Longsor di Pakpak Bharat: Anggota Batalyon TP 906 Bersama Pemkab Bikin Jalan Alternatif

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved