Pakpak Bharat

Bupati Franc Bersama Kapolres dan Dandim Tinjau Langsung Penanganan Longsor di Pakpak Bharat

Bencana tanah longsor yang melanda Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, pada akhir November 2025 telah menimbulkan dampak signifikan

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Diskominfo Pakpak Bharat
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor didampingi Kapolres dan Dandim meninjau langsung penanganan lokasi bencana longsor di Desa Semerpara, Kecamatan Pergetteng-Gettsng Sengku, Senin (1/12/2025). (Diskominfo Pakpak Bharat) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bencana tanah longsor yang melanda Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, pada akhir November 2025 telah menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat setempat, khususnya di Desa Semerpara, Kecamatan Pergetteng-Gettsng Sengkut.

Curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama menjadi penyebab utama terjadinya longsor di wilayah ini, yang memiliki topografi berbukit dan curam, sehingga rawan terhadap bencana alam tanah longsor.

Pada Senin (1/12/2025), Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor, melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana longsor di Desa Semerpara.

Dalam kunjungannya, Bupati Franc didampingi oleh Kapolres Pakpak Bharat AKBP Pebriandi Haloho, dan Komandan Kodim 0206/Dairi Letkol Czi Nanang Sujarwanto.

penanganan lokasi bencana longsor di Desa Semerpara
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor didampingi Kapolres dan Dandim meninjau langsung penanganan lokasi bencana longsor di Desa Semerpara, Kecamatan Pergetteng-Gettsng Sengku, Senin (1/12/2025). (Diskominfo Pakpak Bharat)

Mereka bertemu dan berdialog dengan masyarakat yang sedang bergotong royong membersihkan puing-puing dan material longsoran serta banjir yang terjadi beberapa waktu sebelumnya.

Bupati Franc Tumanggor menyampaikan pesan agar masyarakat tetap bersabar menghadapi musibah ini.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sedang berupaya maksimal untuk membantu warga yang terdampak.

"Musibah ini tidak hanya terjadi di Desa Semerpara, tetapi hampir di seluruh wilayah Pakpak Bharat," ujarnya.

Menurut data yang dihimpun, terdapat sekitar 140 titik longsoran yang tersebar di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat yang memerlukan penanganan segera.

Namun, keterbatasan peralatan dan sumber daya menjadi tantangan dalam proses penanganan bencana ini.

Oleh karena itu, Bupati Franc mengajak masyarakat untuk bersabar dan optimis bahwa cobaan ini akan segera berlalu.

Untuk mempercepat proses penanganan, pemerintah telah mengerahkan sejumlah alat berat ke lokasi bencana.

penanganan lokasi bencana longsor di Semerpara
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor didampingi Kapolres dan Dandim meninjau langsung penanganan lokasi bencana longsor di Desa Semerpara, Kecamatan Pergetteng-Gettsng Sengku, Senin (1/12/2025). (Diskominfo Pakpak Bharat)

Selain itu, personil TNI dan Polri bersama Tim BPBD, Tagana, dan relawan lainnya terus bekerja sama dengan masyarakat setempat dalam membersihkan dan memperbaiki infrastruktur yang terdampak, termasuk rumah ibadah yang menjadi salah satu fasilitas penting bagi warga.

Kondisi geografis Pakpak Bharat yang berbukit dan curam memang menjadi faktor utama yang membuat daerah ini rentan terhadap bencana tanah longsor, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

Oleh karena itu, penanganan dan mitigasi bencana menjadi prioritas utama pemerintah daerah untuk mengurangi risiko dan dampak yang mungkin terjadi di masa mendatang.

penanganan lokasi longsor di pakpak oleh bupati
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor didampingi Kapolres dan Dandim meninjau langsung penanganan lokasi bencana longsor di Desa Semerpara, Kecamatan Pergetteng-Gettsng Sengku, Senin (1/12/2025). (Diskominfo Pakpak Bharat)
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved