Pakpak Bharat
Penanggulangan Bencana: Sekda dan Pimpinan OPD Tinjau Beberapa Titik Longsor di Pakpak Bharat
Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan bencana tanah longsor yang melanda daerah tersebut.
Beberapa lokasi longsor sulit dijangkau karena terisolasi oleh longsor lainnya, sehingga memperlambat proses penanganan.
Mobilisasi alat berat juga menjadi tantangan karena keterbatasan jumlah alat yang tersedia.
Saat ini, hanya ada dua unit alat berat, dan salah satunya sedang dalam perbaikan.
Augusman Padang mengharapkan bantuan dari instansi teknis yang memiliki peralatan memadai untuk membantu percepatan penanganan bencana.
Beberapa instansi seperti BBPJN dan UPT Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara sudah mulai memobilisasi alat berat mereka untuk membantu di jalan nasional dan provinsi.
Namun, alat berat untuk jalan kabupaten masih sangat dibutuhkan, terutama di wilayah Sibongkaras dan Pagindar yang saat ini komunikasi dengan Pagindar terputus sama sekali.
Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, bencana longsor ini merupakan yang terbesar yang pernah dihadapi oleh daerah tersebut.
Volume bencana yang besar menyebabkan kesulitan dalam penanganan, terutama di daerah-daerah yang terisolasi seperti Lae Mrempat yang kesulitan mendapatkan bahan pokok dan mobilisasi bantuan.
Wakil Bupati juga mengingatkan agar tim kesehatan tetap siaga dan mengutamakan aspek kemanusiaan dalam penanganan bencana.
Prioritas utama adalah daerah-daerah yang benar-benar terisolasi agar segera mendapatkan bantuan dan penanganan yang memadai.
Penanganan bencana longsor di Pakpak Bharat merupakan tantangan besar yang membutuhkan sinergi dan kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah, instansi teknis, maupun masyarakat.
Koordinasi yang intensif dan dukungan alat berat sangat krusial untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan infrastruktur yang terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati selama masa penanganan bencana, serta mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi dampak longsor yang terjadi.
(*/Tribun-medan.com)
| Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Assisi Simervara: Simbol Kebersamaan dan Iman yang Diperbarui |
|
|---|
| Seminar Parenting Day SMP N 1 Salak: Sinergi Sekolah dan Orang Tua |
|
|---|
| Bupati Franc ke Kementerian Pertanian: Dorong Hilirisasi Gambir dan Ketahanan Pangan Pakpak Bharat |
|
|---|
| Tim Supervisi TP PKK Sumut Kunjungi Pakpak Bharat: Momentum Penguatan Gerakan PKK |
|
|---|
| Ivanre Sampitmo Manik: Putra Pakpak Bharat Menembus SMA Taruna Nusantara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Jalan-longsor-di-Pakpak-Bharat-terbaru-2025.jpg)