Berita Viral
NASIB Pendidikan di Langkat, Seragam Sekolah Pun Dikorupsi Bupati Ondim, KPK: Masa Depan anak-Anak
Dia tidak cuma bermain di sektor infrastruktur dan jual beli jabatan, tetapi tega mencuri uang dari pengadaan seragam SD.
TRIBUN-MEDAN.com - Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim melakukan korupsi yang terbilang sadis. Dia tidak cuma bermain di sektor infrastruktur dan jual beli jabatan, tetapi tega mencuri uang dari pengadaan seragam SD.
KPK mengungkapkan semua aksi korupsi yang dilakukan oleh Ondim. KPK mengungkapkan bahwa secar keseluruhan, Ondim merugikan negara Rp 4,4 miliar.
Ondim ditangkap di rumah pribadinya di Medan, Kamis (2/7/2026). Ondim ditangkap bersama 6 orang lainnya.
KPK menyisir tiga daerah untuk menangkap 7 orang ini; Binjai, Medan, dan Deliserdang..
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein membeberkan temuan ini dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/7/2026) malam.
Syah Afandin telah mengantongi uang miliaran rupiah dari berbagai sumber tidak sah selama memimpin Kabupaten Langkat.
"Selain dugaan tindak pidana korupsi suap proyek di lingkungan Pemkab Langkat, KPK juga menemukan adanya dugaan penerimaan lainnya atau gratifikasi oleh SAF [Syah Afandin] dengan total sekurang-kurangnya Rp 3,5 miliar," ungkap Taufik di hadapan awak media.
Mengorbankan Masa Depan Pendidikan Anak-anak Langkat
Praktik kotor sang bupati merambah ranah pendidikan yang seharusnya bersih dari korupsi.
Taufik Husein menjelaskanm Syah Afandin secara masif memperdagangkan jabatan kepala sekolah untuk tingkat SD maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Tindakan lancung ini tentu sangat memprihatinkan karena mengorbankan kualitas pendidikan daerah.
"Di mana ketika jabatan kepala sekolah diperdagangkan, yang dipertaruhkan bukan hanya tata kelola pemerintahan, tetapi juga masa depan pendidikan anak-anak," ucap Taufik menyoroti dampak kerusakan akibat korupsi tersebut.
Selain posisi petinggi sekolah, Bupati Syah Afandin juga menyasar kebutuhan pokok para siswa seperti pengadaan seragam sekolah SD yang tidak luput jadi ceruk korupsi.
Padahal, banyak anak didik di Kabupaten Langkat sangat membutuhkan seragam tersebut untuk menunjang kegiatan belajar mereka.
Rakus dan Jual Beli Jabatan Bikin ASN Langkat Resah
Kerakusan Syah Afandin turut merusak tatanan kepegawaian Pemerintah Kabupaten Langkat. Ia memungut uang pelicin dari proses mutasi dan pengisian jabatan strategis di lingkungan Dinas Pendidikan serta posisi Camat.
| VIRAL Rombongan Mobil Mewah Dikawal Polisi Terobos Macet dan Tuai Kecaman Publik |
|
|---|
| RANGKAIAN Kasus Dugaan Penipuan RS Grandmed Lubuk Pakam, Nenek Berusia 72 Tahun Ngaku jadi Korban |
|
|---|
| NasDem Desak Pemkab Harus Lanjutkan Proyek Jalan Meski Bupati Langkat Ditahan KPK:Jangan Jadi Alasan |
|
|---|
| Satgas PRR Pascabencana Sumatera: Setiap Rupiah Anggaran Harus Tepat Sasaran bagi yang Terdampak |
|
|---|
| KRONOLOGI Nenek 72 Tahun Ngaku Diakali Dokter dan RS di Lubuk Pakam, Disuruh Bayar Rp16 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BUPATI-LANGKAT-SENYUM-Bupati-Langkat-Syah-Afandi-melempar-senyum-setelah-mengen.jpg)