Berita Viral
VIRAL Pagar Monumen Tokoh Legendaris Sumut Digondol Maling, Kini Ditambal Pakai Batang Bambu
Viral jejeran pagar Monumen DR. TD Pardede, tokoh legendaris Sumut hilang digondol maling diperkirakan mencapai kurang lebih 50 meter
TRIBUN-MEDAN.COM – Viral pagar Monumen DR TD Pardede, tokoh legendaris Sumut hilang digondol maling.
Adapun jejeran besi pagar monumen DR TD Pardede yang berlokasi di Jalan Medan-Binjai itu raib.
Total panjang besi pagar Monumen DR TD Pardede yang hilang digondol maling itu diperkirakan mencapai kurang lebih 50 meter.
Berdasarkan rekaman video yang viral di media sosial melalui akun Instagram @medandailynews, jajaran besi pagar monumen tokoh legendaris Sumut tersebut dilaporkan raib digondol maling.
Sebagai penanganan darurat, celah pagar yang bolong kini terpaksa ditambal sementara menggunakan batang bambu.
Kepala Desa Lalang, Indrayani Nasution, membenarkan adanya peristiwa pencurian tersebut setelah menerima laporan dari Kepala Dusun (Kadus) setempat.
Baca juga: VIRAL Satu Kompi TNI Dituding Maling Belasan Sapi Warga Labuhanbatu, Dandim Benarkan Pengambilan
Kendati demikian, pihak yayasan selaku pengelola aset belum ada berkoordinasi dengan pemerintah desa.
"Saya justru baru dapat laporan hari ini.
Karena, yang mengawasi pihak Pardede itu juga tidak ada melapor kepada kita," ucap Indrayani Nasution saat ditemui Tribun-medan.com di Kantor Kepala Desa Lalang, Senin (29/6/2026).
Ia juga menjelaskan, setelah ditelusuri oleh perangkat desa, total panjang besi pagar Monumen DR. TD Pardede yang hilang digondol maling diperkirakan mencapai kurang lebih 50 meter.
Modus yang dilakukan pelaku bukan membongkar seluruh rangka, melainkan memotong bagian besi tombak yang berdiri tegak.
Baca juga: Kalender Jawa 30 Juni 2026 Weton Selasa Pon, Jangan Terlalu Boros
"Jadi sisi besi yang berdiri tegak itu aja yang dicopot.
Bukan rangkanya semua hilang, hanya besi tombak-tombaknya saja yang hilang," beber Kades.
Lebih lanjut, Indrayani mengungkapkan bahwa kawasan Monumen TD Pardede—yang di dalamnya juga terdapat kompleks sekolah TK, SD, SMP, dan SMK di bawah naungan TD Pardede Foundation—memang sudah lama kurang mendapat perawatan intensif dari pihak yayasan.
"Jadi, sekolah di patung TD Pardede itu memang sepengetahuan kita kurang terawat. Kadang enam bulan sekali baru dibersihkan," ungkapnya lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kondisi-saat-ini-besi-pagar-Monumen-DR-TD-Pardede-Jalan-Medan-Binjai.jpg)