Berita Viral
SUDAH Tahun 2026, Puluhan Rumah di Asahan Belum Dialiri Listrik, Cuma 3 Km dari Kantor Camat
Warga di Dusun Delapan, Desa Pertahanan, Sri Kepayang, Kabupaten Asahan masih dalam kondisi gelap gulita jika malam tiba.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Tommy Simatupang
TRIBUN-MEDAN.com - Permukiman warga di Kabupaten Asahan belum sepenuhnya teraliri listrik. Warga di Dusun Delapan, Desa Pertahanan, Sri Kepayang, Kabupaten Asahan masih dalam kondisi gelap gulita jika malam tiba.
Mereka masih menggunakan lampu teplok yang digantung di dinding rumah sebagai pengganti lampu listrik.
Amatan tribun-medan.com, jika malam tiba, warga sudah sibuk menyalakan lampu teplok untuk membantu aktivitas.
Kondisi dusun ini seperti di era 60-an. Puluhan rumah berdinding papan dan beralaskan tanah ini tidak memiliki televisi, mesin penanak nasi, hingga lemari pendingin. puluhan rumah berdinding papan, beralaskan tanah terlihat gelap.
Hanya sinar merah keemasan lampu obor buatan tangan dari botol minuman kaca menemani anak-anak mengaji dan belajar mengerjakan tugas sekolah.
Meski dalam keterbatasan, semangat belajar tiga orang anak ini terlihat tak kalah dengan anak-anak lain yang memiliki fasilitas penerangan.
Baca juga: NASIB AIPDA Habidin Saleh Rambe Salah Tabrak Mobil di Medan Johor, Curiga Istri Selingkuh
Baca juga: Bukan Sekali, Galang Maling Motor dengan Modus Check-in di Hotel, Kini Ditangkap Polisi
Sejak puluhan tahun, kampung yang diisi kurang lebih 120 jiwa ini tidak pernah tersentuh pembangunan, baik infrastruktur, maupun fasilitas negara.
Padahal, jarak antara kampung ke Pusat Pemerintahan Kecamatan, hanya berjarak tiga kilometer saja.
Masyarakat Desa Pertahanan hanya bisa berangan-angan adanya aliran listrik yang masuk ke perkampungan mereka.
Tidak sedikit warga yang memilih pindah keluar kampung hanya untuk mendapatkan aliran listrik dan infrastruktur yang layak.
"Kami sangat berharap, dari saya kecil sampai sekarang tidak pernah merasakan adanya aliran listrik. Saya kepingin merasakan aliran listrik masuk ke kampung kami, walaupun saya merasakannya hanya sebentar," kata seorang pria Nazzarudin Nasution.
Nazar Mulyono, kepala dusun mengaku, sudah berulang kali memohon dan diusulkan melalui pemerintah desa agar aliran listrik bisa masuk ke kampungnya.
Namun, permintaan itu tidak pernah terealisasi dan hanya diberikan harapan palsu.
"Bapak Prabowo, kami mohon, supaya kami diberi listrik. Karena kami tidak jauh dari Kecamatan. Karena cuma tiga kilometer kami dari kecamatan," terangnya.
Harapan besar dari warga bisa merasakan adanya aliran listrik agar dapat merasakan fasilitas negara yang sama dengan warga lainnya.
"Kami tidak jauh dari tiang listrik terakhir untuk masuk ke kampung kami. Pihak PLN hanya berjanji-janji saja, tahun ini, bulan depan, tahun depan, tapi tidak ada," katanya.
(cr2/tribun-medan.com)
| NASIB AIPDA Habidin Saleh Rambe Salah Tabrak Mobil di Medan Johor, Curiga Istri Selingkuh |
|
|---|
| Bukan Sekali, Galang Maling Motor dengan Modus Check-in di Hotel, Kini Ditangkap Polisi |
|
|---|
| TIGA Pekan Buron, Pencuri Emas Batangan di Pasar Horas Dibekuk di Rumah Pendeta: Emas Sudah Dijual |
|
|---|
| NASIB Bocah 13 Tahun yang Bikin Rumah Adat Kebakaran, Semprot Obat Nyamuk ke Mancis yang Menyala |
|
|---|
| GEGARA Anti Nyamuk, Rumah Adat Batak Sisingamangaraja Ludes Terbakar Ulah Anak 13 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Tiga-orang-anak-mengerjakan-tugas-sekolah-ditemani.jpg)