Breaking News

Berita Viral

PILU Satpam Dapur MBG tak Punya Uang Keluarkan Peluru di Dekat Tulang Rusuknya, Kena Tembak Begal

Guntur sedang mengendarai sepeda motor menuju rumah rekannya. Di tengah perjalanan, ia dicegat sejumlah orang yang membawa senjata tajam.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
KORBAN PERAMPOKAN - Guntur Sugoro (41) masih terbaring di atas ranjang rumah sakit RS Pirngadi Medan, Selasa (19/5/2026). Satpam salah satu dapur makan bergizi gratis (MBG) jadi korban perampokan, hingga punggung kena tembak. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pilu satpam dapur MBG tak punya uang keluarkan peluru di dekat tulang rusuknya.

Ia kena tembak begal hingga kini masih terbaring sakit.

Korban bernama Guntur Sugoro (41).

Baca juga: Ladies Pool League Sumut Seri II Siap Bergulir, Jadi Ajang Pembinaan Pebiliar Putri Sumut

Guntur merupakan satpam dapur makan bergizi gratis atau MBG di Kota Medan, Sumatera Utara.

Ia pun masih terbaring di rumah sakit setelah menjadi korban percobaan perampokan.

Peluru yang diduga berasal dari senapan angin masih bersarang di punggungnya.

Baca juga: Satres Narkoba Polres Labusel Gagalkan Peredaran Sabu di Sungai Kanan, Dua Pengedar Diamankan

Guntur hanya bisa berbaring dengan tangan kiri terpasang selang infus.

Perban putih tampak menutup bagian punggung dekat ketiak kanannya.

Sesekali, ia meringis menahan sakit karena peluru masih berada di antara tulang rusuknya.

Napasnya juga kerap terasa sesak, sementara geraknya terbatas.

KORBAN PERAMPOKAN - Guntur Sugoro (41) masih terbaring di atas ranjang rumah sakit RS Pirngadi Medan, Selasa (19/5/2026). Satpam salah satu dapur makan bergizi gratis (MBG) jadi korban perampokan, hingga punggung kena tembak.
KORBAN PERAMPOKAN - Guntur Sugoro (41) masih terbaring di atas ranjang rumah sakit RS Pirngadi Medan, Selasa (19/5/2026). Satpam salah satu dapur makan bergizi gratis (MBG) jadi korban perampokan, hingga punggung kena tembak. (TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso)

Dipepet lima orang saat naik motor Peristiwa itu terjadi pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 23.30 WIB di Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Saat itu, Guntur sedang mengendarai sepeda motor menuju rumah rekannya. Di tengah perjalanan, ia dicegat sejumlah orang yang membawa senjata tajam.

Para pelaku meminta Guntur berhenti dan menyerahkan sepeda motornya.

Baca juga: GEGARA Kasih Makan Sapi di Game Saat Rapat, Karir Politik Anggota DPRD Achmad Syahri Kini Terancam

Namun, Guntur memilih menambah laju kendaraan karena merasa dirinya akan menjadi korban begal.

"Pas sudah masuk jalan tumbukan, langsung di stop dan dipepet sama dua kereta, lima orang, disuruh berhenti. Tapi, saya merasa saya ini pasti mau dibegal," kata Guntur, Selasa (19/5/2026).

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved