Sidang Paripurna DPR RI

PRABOWO Perintahkan Menkeu Purbaya Copot Pimpinan Bea Cukai yang Tak Becus Kerja

Prabowo mengaku sudah berulang kali meminta agar pekerjaan di sektor bea cukai diperbaiki. 

Tayang:
Kompas.com
Presiden Prabowo Subianto berpidato menyampaikan KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).(YouTube.com/KOMPAS TV) 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden RI Prabowo Subianto perintahkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mencopot pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai apabila tidak mampu menyelesaikan masalah di ditjen tersebut.

Perintah itu disampaikan Prabowo saat rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Prabowo mengaku sudah berulang kali meminta agar pekerjaan di sektor bea cukai diperbaiki. 

"Saya ingatkan kembali, untuk kesekian kali bea cukai kita harus diperbaiki. Menteri keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti," ujar Prabowo dalam rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Pria Ngaku Polisi Ngamuk di Rumah Anggota DPR Ade Ginanjar di Garut, Polisi Amankan Senjata Api

Peringatan Prabowo ini disambut dengan tepuk tangan oleh Prabowo. Prabowo pun menegaskan bahwa jajaran pemerintah tidak boleh bekerja dengan santai.

 "Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat, jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha kumaha engke wahe," kata dia.

Prabowo menekankan, semua menteri dan kepala badan harus membersihkan birokrasinya masing-masing. Sebab, kata dia, pengusaha mengeluh selalu mengalami pungutan liar (pungli) yang terlalu banyak. 

"Jangan ragu-ragu, yang melanggar, tindak. Sekali lagi, semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik. Kita harus menghilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan praktik yang menghambat perjalanan ekonomi kita," imbuh Prabowo.

Baca juga: JELANG Piala AFF U19 2026 di Medan, 6 Pemain Abroad Timnas U19 Indonesia Sudah Bergabung

Sampaikan Langsung Arah Kebijakan Ekonomi & Fiskal Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat paripurna DPR dengan agenda penyampaian kerangka ekonomi makro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Rabu (20/5/2026).

Untuk pertama kalinya Presiden menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah di hadapan DPR. 

Selama ini arah kebijakan pemerintah cukup disampaikan Menteri Keuangan di dalam rapat paripurna DPR.

Dalam pidatonya Presiden mengungkapkan bahwa dirinya sengaja meminta waktu kepada pimpinan MPR, DPR, dan DPD untuk menyampaikan langsung arah kebijakan ekonomi dan fiskal Indonesia ke depan.

Baca juga: Semenjak Jadi Menkeu, Purbaya Yudhi Sulit Tidur Nyenyak, Sang Istri Curhat Ungkap Penyebabnya

"Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional kita, saya sengaja minta waktu untuk berdiri di hadapan saudara-saudara sekalian untuk menyampaikan langsung sendiri arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita," kata Presiden. 

Pidato mengenai arah kebijakan ekonomi dan fiskal tersebut kata Presiden,  untuk dipakai sebagai pembicaraan pendahuluan dalam penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2027.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved