Berita Viral
MODUS JYD Kiai Ponpes Ponorogo Cabuli 11 Santri Laki-laki, Beri Rp100 Ribu dan Imingi Sekolah Gratis
Terkuak modus JYD kiai pondok pesantren di Ponorogo cabuli 11 santri laki-laki dan ternyata sudah beraksi sejak tahun 2017
TRIBUN-MEDAN.COM – Terkuak modus JYD kiai pondok pesantren di Ponorogo cabuli 11 santri laki-laki.
Adapun kiai berinsial JYD yang merupakan pimpinan ponpes di Ponorogo ditetapkan jadi tersangka pencabulan santri.
JYD disebut mencabuli 11 santri laki-laki dengan iming-imingi sekolah gratis.
Tak hanya itu, setelah melakukan aksinya JYD memberikan uang Rp100 ribu kepada korban.
Terkini, pada Selasa (19/5/2026), Polres Ponorogo menetapkan pimpinan ponpes berinisial JYD sebagai tersangka pencabulan santri.
Pria yang sudah berkeluarga tersebut ditangkap saat berada di rumahnya.
Baca juga: Sosok Pak Cik Hendra Bandar Narkoba Diburu Polisi, Diduga Ganti Kewarganegaraan Hingga Oplas
Selain sebagai pimpinan, JYD juga berstatus pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Raden Wijaya, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Modus yang digunakan JYD yakni relasi kuasanya sebagai pimpinan ponpes dengan menjajikan korban biaya pendidikan gratis.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menerangkan JYD memanggil korban ke kamarnya dan diminta memijat.
“Biasanya suruh pijat refleksi. Pasca itu diminta melakukan perbuatan asusila atau tak senonoh,” tuturnya, Selasa, dikutip dari TribunJatim.com.
Setelah melakukan pencabulan, JYD memberikan uang Rp100 ribu.
“Ya buat uang jajan,” lanjutnya.
Baca juga: Polisi Sita HT dan Samurai saat Ringkus Pengedar Sabu di Desa Pekubuan Langkat
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti.
Korban melapor melalui layanan call center 110.
"Juga ada pengakuan korban dan pelaku. Kami tadi malam telah gelar perkara.
Kesimpulan pimpinan ponpes melakukan dugaan pencabulan terhadap beberapa santri yang tinggal di Ponpes,” sambungnya.
Kuasa Hukum para korban, Muh Ihsan, mengatakan para korban tertipu dengan iming-iming tersangka sehingga orang tua tetap membayar biaya pondok.
"Awalnya pondok di situ itu, seperti sekolah dibiayai. Tapi nyatanya orangtuanya juga mengeluarkan biaya,” ucapnya.
Muh Ihsan, menyatakan aksi pencabulan dilakukan JYD sejak 2017 dan baru terbongkar.
Baca juga: VIRAL Detik-detik 4 Jurnalis dan 1 Aktivis Diculik Israel, Dipaksa Pindah Kapal dan Ditodong Senjata
“Sudah bertahun-tahun mbak. Ada dari 2017 malah. Tapi kita fokus yang saat ini ya. Total ada 11 santri laki-laki menjadi korban,” tuturnya.
Salah satu korban memilih pindah ponpes karena tidak berani melapor.
“Korban itu cerita bahwa diperlakukan tidak senonoh. Kejadian yang tidak senonoh itu yang bikin dia tidak betah."
"Awalnya seperti itu. Dan saudaranya, kakaknya juga mengetahui Akhirnya merasa tidak terima Akhirnya melapor,” sambungnya.
Sebagian korban merupakan laki-laki yang masih di bawah umur.
"Semua santri bukan santriwati. Jadi korbannya laki-laki,” katanya.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KIAI-CABUL-Kiai-berinsial-JYD-yang-merupakan-pimpinan-ponpes-di-Ponorogo.jpg)