Berita Viral

CURHATAN Orangtua Siswa SD Brebes Bayar Iuran Perpisahan Rp350 Ribu Beli Laptop dan Disuruh Bungkam

Baru-baru ini orang tua murid SDN 2 Brebes mengeluh harus bayar iuran kenang-kenangan Rp350 ribu sebelum anaknya lulus dan disuruh bungkam

Tayang:
istimewa via fame.Grid.id
IURAN PERPISAHAN: Viral curhatan orangutan murid SDN 2 Brebes yang harus bayar iuran perpisahan Rp350 ribu. 

TRIBUN-MEDAN.COM – Viral curhatan orangtua murid SDN 2 Brebes yang harus bayar iuran perpisahan Rp350 ribu.

Baru-baru ini orang tua murid SDN 2 Brebes mengeluh harus bayar iuran kenang-kenangan Rp350 ribu sebelum anaknya lulus.

"Mau lulus SD saja terlalu banyak seremonial yang tidak perlu."

"Kasihan orang tua yang tidak punya duit," ujar wali murid yang enggan disebut namanya, Senin (18/5/2026).

Besaran iuran itu, kata dia, disampaikan dalam rapat beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan antara pihak sekolah dengan wali murid, disampaikan siswa kelas 6 dibebani iuran untuk kenang-kenangan sebesar Rp350 ribu.

Selain itu, siswa juga diwajibkan membeli map ijazah Rp60 ribu dan pakaian batik Rp25 ribu.

Baca juga: Satpam Dapur MBG di Medan Dirampok dan Ditembak, Kini Tak Punya Uang Keluarkan Peluru di Punggung

"Tiap siswa diminta Rp350 ribu untuk kenang-kenangan, uang batik perpisahan Rp25 ribu, dan map ijazah Rp60 ribu," ungkap wali murid tersebut.

Menurut wali murid yang keberatan tersebut, iuran kenang-kenangan Rp350 ribu akan dipakai untuk membeli laptop.

Padahal, menurut dia, kebutuhan laptop sudah dipenuhi pemerintah.

"Uang kenang-kenangan untuk membeli laptop. Padahal kan laptop sudah diberi oleh pemerintah," tandasnya.

Pada akhir pertemuan itu, pihak sekolah berpesan kepada wali murid agar tidak menyebarkan hasil pertemuan itu.

Wali murid juga dilarang memviralkan soal iuran tersebut ke media sosial.

"Yang aneh tidak boleh (dilarang) di ekspos di sosmed dan lain-lain oleh oknum KS dan guru. Semua orang tua pun patuh karena takut anaknya yang jadi korban," terangnya.

Baca juga: Peresmian Dapur SPPG di Desa Kecupak I, Ini Pesan Wakil Bupati H Mutsyuhito Solin

Saat media datang ke sekolah, Kepala SDN Brebes 2, Yusti Puspitawati, tidak berada di tempat.

Farikhin, salah seorang guru setempat, mengatakan Kasek sedang keluar.

"Beliau tidak ada, sedang keluar. Mungkin ke sekolah di SDN Padasugih 1 dan SD negeri di Pasarbatang," kata Farikhin.

Sementara, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Yusti keberatan jika harus merinci besaran uang yang dikeluhkan oleh wali murid itu.

"Mohon maaf kami hanya bisa menjawab masalah map ijazah untuk keamanan ijazah dan memudahkan menyimpannya dan menjadi kebutuhan personal siswa dan yang wajib memenuhi kebutuhan personal adalah orang tua."

"Untuk masalah perpisahan konfirmasi dengan orang tua siswa selaku panitia Pak, tanyakan ke yang melaporkan ke Bapak yg menjadi bagian dari kumpulan orang tua nuwun," ungkapnya.

Baca juga: Setelah Resmi Dipecat dari Polisi, AKP Yohanes Bonar Adiguna Hutapea Dibawa ke Mabes Polri

Sementara saat ditanya terkait besaran uang kenang-kenangan sebesar Rp350 ribu, kepala sekolah tidak memberikan jawaban.

Terpisah, Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Brebes, Aditya Perdana, menerangkan sudah mengeluarkan surat edaran tertanggal 7 Mei 2026 sebagai pedoman kegiatan perpisahan.

Menurut Adit, setiap sekolah harus berpedoman pada edaran tersebut.

Untuk penarikan iuran, baik untuk kenang-kenangan ataupun lain-lain, harus melalui rapat bersama wali murid dan komite.

"Sudah dirapatkan dengan komite/wali murid belum? Ini harus melalui rapat kesepakatan antara komite dan wali murid."

"Kalau terkait iuran prinsipnya harus ada kesepakatan masing-masing pihak terkait dan kuncinya tidak memberatkan," terangnya. 

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Tribunjatim

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved