Berita Viral

KRONOLOGI Sejumlah Siswa SMK Keroyok Satpam, Awalnya Ditegur Merokok dan Panjat Pagar Sekolah

Kasus pengeroyokan terhadap dua satpam SMK 1 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menjadi sorotan publik

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Kasus pengeroyokan terhadap dua satpam SMK 1 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di Jl Pemuda, Kelurahan Daerma, Kecamatan Polewali, tepat setelah jam pulang sekolah. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus pengeroyokan terhadap dua satpam SMK 1 Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.

Peristiwa ini terjadi di Jl Pemuda, Kelurahan Daerma, Kecamatan Polewali, tepat setelah jam pulang sekolah.

Awalnya, satpam berinisial MR (24) dan MS (28) menegur sejumlah siswa yang kedapatan merokok serta memanjat pagar sekolah.

Teguran itu rupanya tidak diterima dengan baik.

Para siswa kemudian menunggu satpam tersebut di luar area sekolah.

Selanjuntya melakukan pengeroyokan menggunakan kunci motor dan tangan kosong. 

Akibatnya, korban mengalami luka-luka dan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. 

Identifikasi Pelaku

Kepala SMK 1 Polewali, Mustari, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah mengidentifikasi delapan siswa yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Menurutnya, para pelaku memang dikenal sering melanggar aturan sekolah, seperti merokok di lingkungan sekolah dan memanjat pagar.

Mereka juga kerap berurusan dengan guru Bimbingan Konseling (BK) karena perilaku yang sulit dibina.

Tanggapan Kepolisian

KBO Satreskrim Polres Polman, Iptu Iwan Rusmana, membenarkan adanya tindak pengeroyokan tersebut.

Ia menegaskan bahwa kasus ini sedang ditangani secara serius oleh kepolisian.

Senin (18/5/2026) mendatang, pihak kepolisian akan mempertemukan orang tua siswa dengan korban untuk proses mediasi.

Sikap Sekolah

Pihak sekolah saat ini belum menjatuhkan sanksi kepada para pelaku.

Mustari menuturkan bahwa keputusan akan diambil setelah proses mediasi di Polres Polman.

Namun, ia menekankan bahwa para siswa yang terlibat memang sudah dikenal sebagai kelompok yang sulit dibina dan sering melanggar tata tertib.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan di publik.

Aksi pengeroyokan yang dilakukan di ruang publik dan disaksikan warga menunjukkan adanya krisis disiplin di kalangan siswa. 

(*/ Tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved