Berita Viral
PILU Adik Pratu F, Bertemu Kakaknya Sebelum Tewas Diduga Ditembak Rekan: Tiba-tiba Datang
Namun, uang Rp10 ribu dan lambaian tangan pamit dari sang kakak kini berubah menjadi kenangan yang menyayat hati.
TRIBUN-MEDAN.com - Pilu adik Pratu F, anggota TNI yang ditembak rekannya.
Gadis bernama Faradita itu sempat bertemu dengan sang kakaknya sebelum Pratu F meninggal.
Lama tak bertemu dengan sang kakak, Faradita kaget melihat Pratu F mendadak mendatanginya.
Baca juga: CANDAAN Prabowo ke Menteri Jumhur Hidayat di Museum Marsinah: Dulu Beliau Ini Bolak-Balik Penjara
Sebelumnya Pratu F (23) anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang berdinas di Denkesyah 02.04.04 Palembang ini tewas secara tragis setelah ditembak oleh rekan sejawatnya, RN (23).
Di balik insiden berdarah di Cafe, Resto, Bar And Live Music Panhead Palembang pada Sabtu (16/5/2026) dini hari tersebut, sebuah cerita pilu diungkapkan oleh adik kandung korban, Faradita.
Pertemuan pada Jumat sore sekira pukul 16.00 WIB di rumah sang bibi, ternyata menjadi momen terakhir kebersamaan korban dan adiknya.
Baca juga: Pria Ngaku ke Istri Habisi Wanita Selingkuhannya, Pelaku Cemburu Korban Selingkuh dengan Driver Ojol
"Kakak meninggal dengan cara yang tidak wajar karena ditembak, jadi kami semua sangat syok," ungkap Faradita saat ditemui di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Sabtu (16/5/2026).
Ketika disinggung mengenai firasat sebelum kejadian, Faradita mengaku tidak merasakan tanda-tanda aneh.
Namun, ia mengenang saat sang kakak datang ke rumah bibinya untuk menanyakan kabar.
Di momen tersebut, Faradita meminta uang kepada korban Rp10 ribu sebelum sang kakak pergi lagi.
Namun, uang Rp10 ribu dan lambaian tangan pamit dari sang kakak kini berubah menjadi kenangan yang menyayat hati.
"Kami sudah agak lama tidak bertemu. Nah, kemarin sore tiba-tiba Kakak datang ke rumah Tante untuk menanyakan kabar. Saat itu, saya sempat meminta uang Rp10 ribu kepada Kakak. Setelah itu, Kakak pamit pergi lagi," kenang Faradita.
Kabar duka yang datang keesokan paginya bak petir di siang bolong bagi keluarga.
Faradita langsung bergegas menuju RS Bhayangkara Moh. Hasan untuk memastikan kebenarannya.
Baca juga: AWAL Mula Pria Paruh Baya Bunuh Gadis 18 Tahun Gegara Tolak Ajakan Nikah, Kini Dipenjara 14 Tahun
"Sesampainya di rumah sakit, ternyata benar kakak saya sudah meninggal dunia dengan luka tembak di bagian perut," katanya.
Saat ditemui di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, adik kandung korban, Faradita, menuturkan bahwa pihak keluarga baru mengetahui kabar duka tersebut pada pagi hari.
"Subuh, Pak, sekitar pukul 06.00 WIB. Saya ditelepon oleh tante yang mengabarkan kalau Kakak sudah meninggal dunia akibat tertembak oleh sesama oknum TNI," ujar Faradita dengan nada sedih.
Faradita menambahkan, kepergian kakaknya yang mendadak akibat tindakan kekerasan ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga.
"Kakak meninggal dengan cara yang tidak wajar karena ditembak, jadi kami semua sangat syok," ungkapnya.
Baca juga: Cemburu Buta, Suami Tikam dan Gorok Pria yang Dicurigai Selingkuhan Sang Istri
Mewakili keluarga besar, Faradita berharap agar keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya dalam proses hukum yang sedang berjalan di POM TNI AD.
Pihaknya meminta agar pelaku mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya.
"Kami berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya," tegas Faradita.
Kasus ini kini telah dilimpahkan dan berada dalam penanganan Polisi Militer TNI AD (POM AD) Palembang.
Sempat Senggolan
Kasus ini terjadi di Kafe, Resto, Bar, And Live Music Panhead di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Kecamatan IB I Palembang, Sumatra Selatan, Sabtu (16/5/2026).
Hal itu diketahui dari informasi yang didapat dari kepolisian.
Baca juga: Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kendaraan Melintas di Tol Kisaran Tembus 9.981 Unit
Korban tewas berinisial Pratu F, sementara terduga pelaku adalah RN.
Pratu F (23) dan RN (23) diduga terlibat selisih paham Sabtu (16/5/2026), sekira pukul 02.40 WIB.
Berawal dari keduanya senggolan saat berjoget.
Diduga pelaku dikeroyok oleh korban bersama rekan-rekannya.
Baca juga: Rupiah Melemah, Prabowo Sebut Masyarakat di Desa tak Terpengaruh Langsung: Nggak Pakai Dolar
Terduga pelaku langsung mencabut senjata api yang berada di pinggangnya dan langsung melakukan penembakan ke arah korban sebanyak satu kali.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa korban tidak terselamatkan dengan mengalami luka tembak pada perut sebelah kanan.
Mendapati adanya peristiwa tersebut, piket SPK dan piket fungsi bersama opsnal Polsek IB I Palembang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek IB I AKP Rafiq langsung mendatangi TKP, guna melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, serta mengevakuasi korban.
Korban dilarikan ke RS Permata untuk diberi tindakan medis.
Pada pukul 03.30 WIB, setelah diberikan tindakan medis oleh pihak RS Permata, korban dinyatakan meninggal dunia dengan luka tembak pada bagian perut sebelah kanan sebanyak 1 lubang.
Menurut Kapolsek IB I Palembang Kompol Fauzi Saleh, sebelum mengembuskan napas terakhir, PS sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Permata Palembang.
"Sesampai di sana (TKP), kita langsung melakukan olah TKP, mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi, dan mengevakuasi korban ke RS Permata. Setelah mendapatkan perawatan, korban meninggal dunia," katanya.
Lanjutnya, pada saat dilakukan pengecekan dan pemeriksaan di bagian luar tubuh korban, ditemukan satu buah lubang bekas tembakan yang bersarang di perut korban di sebelah kanan.
Diduga sementara, korban meninggal dikarenakan luka tembak.
Suara Ambulans Terdengar
Warga mendengar suara ambulans di sekitar Pan Head, sebuah kafe di Jalan Letjen H. Alamsyah Ratu Prawiranegara No. 61, Bukit Baru, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Sabtu (16/5/2026) dini hari, tempat seorang anggota TNI tewas.
"Itukan subuh, ya. Jadi saya tidak tahu (suara tembakan atau bukan). Ada suara kepanikan teriak-teriak gitu, tapi saya gak tau apa itu. Tiba-tiba saya dengar suara ambulans, pasti terjadi sesuatu," ujarnya.
Baca juga: Rupiah Melemah, Prabowo Sebut Masyarakat di Desa tak Terpengaruh Langsung: Nggak Pakai Dolar
Menurutnya Pan Head merupakan tempat hiburan malam yang menyajikan Cafe, Resto, Bar and Live Music.
"Saya tahunya kalau malam pasti ramai," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Faradita-adik-kandung-Pratu-PS-ketika-berada-di-Rumah-Sakit-Bhayangkara.jpg)