Berita Viral
DETIK-DETIK TNI Tembak TNI di Palembang Gegara Senggolan Saat Joget, Pelaku Diduga Sempat Dikeroyok
Berikut detik-detik TNI tembak TNI di Cafe, Resto, Bar And Live Music Panhead Palembang gegara senggolan saat joget
TRIBUN-MEDAN.COM – Berikut detik-detik TNI tembak TNI di Cafe, Resto, Bar And Live Music Panhead Palembang.
Detik-detik TNI tembak TNI yang melibatkan Pratu F dan RN diduga gegara senggolan saat joget terkuak.
Kapolsek IB I Palembang, Kompol Fauzi Saleh, membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut.
Pratu F tewas dibunuh oleh rekannya yakni RN (23), di mana keduanya yakni korban dan pelaku diduga oknum anggota TNI.
Peristiwa yang merenggut nyawa Pratu F bermula sekitar pukul 02.40 WIB.
Kejadian berawal saat terduga pelaku menghampiri korban yang sedang berjoget.
Namun, sebuah kesalahpahaman kecil akibat senggolan saat berjoget memicu perselisihan yang fatal.
Dalam suasana yang memanas, korban Pratu F dikabarkan terlibat perkelahian dengan RN.
Baca juga: PRESIDEN Prabowo Tegaskan Program MBG Tidak Boleh Berhenti, Ingatkan Jangan Ada Penyelewengan
Pelaku yang diduga dikeroyok oleh korban bersama rekan-rekannya langsung mencabut senjata api dari pinggangnya dan melepaskan satu kali tembakan ke arah korban.
Korban yang mengalami luka tembak di perut sebelah kanan sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Mendapat laporan tersebut, piket SPKT bersama Tim Opsnal Polsek IB I Palembang yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Rafiq langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan mengevakuasi korban.
Korban tiba di RS Permata untuk mendapatkan tindakan medis.
Baca juga: Nasib Pria 42 Tahun di Cileungsi Nekat Curi Lima Tandan Pisang Demi Bayar Cicilan Motor Jatuh Tempo
Namun, pada pukul 03.30 WIB, pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia dengan luka tembak satu lubang di perut sebelah kanan.
"Sesampainya di sana, kami langsung melakukan olah TKP, meminta keterangan para saksi di lokasi, dan mengevakuasi korban ke RS Permata.
Setelah sempat mendapatkan perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia," ujar Fauzi.
Fauzi menambahkan, berdasarkan pemeriksaan luar pada tubuh korban, ditemukan satu lubang bekas tembakan yang bersarang di perut sebelah kanan.
Menurut kesaksian warga mendengar ambulans di sekitar Pan Head, sebuah kafe di Jalan Letjen H. Alamsyah Ratu Prawiranegara No. 61, Bukit Baru, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Sabtu (16/5/2026) dini hari, tempat seorang anggota TNI tewas.
"Itu kan subuh, ya. Jadi saya tidak tahu (suara tembakan atau bukan). Ada suara kepanikan teriak-teriak gitu, tapi saya gak tau apa itu. Tiba-tiba saya dengar suara ambulans, pasti terjadi sesuatu," ujarnya.
Menurutnya Pan Head merupakan tempat hiburan malam yang menyajikan Cafe, Resto, Bar and Live Music.
"Saya tahunya kalau malam pasti ramai," tutupnya.
Baca juga: RUPANYA Bukan Cuma Josepha, Shindy MC Pernah Buat Klien Wedding Sampai Nangis
Pamitan Terakhir Pratu F
Kepergian Pratu F meninggalkan luka dan duka yang teramat mendalam bagi keluarga.
Di balik insiden berdarah di Cafe, Resto, Bar And Live Music Panhead Palembang pada Sabtu (16/5/2026) dini hari tersebut, sebuah cerita pilu diungkapkan oleh adik kandung korban, Faradita.
Pertemuan pada Jumat sore sekira pukul 16.00 WIB di rumah sang bibi, ternyata menjadi momen terakhir kebersamaan korban dan adiknya.
"Kakak meninggal dengan cara yang tidak wajar karena ditembak, jadi kami semua sangat syok," ungkap Faradita saat ditemui di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Sabtu (16/5/2026).
Ketika disinggung mengenai firasat sebelum kejadian, Faradita mengaku tidak merasakan tanda-tanda aneh.
Namun, ia mengenang saat sang kakak datang ke rumah bibinya untuk menanyakan kabar.
Di momen tersebut, Faradita meminta uang kepada korban Rp10 ribu sebelum sang kakak pergi lagi.
Namun, uang Rp10 ribu dan lambaian tangan pamit dari sang kakak kini berubah menjadi kenangan yang menyayat hati.
"Kami sudah agak lama tidak bertemu. Nah, kemarin sore tiba-tiba Kakak datang ke rumah Tante untuk menanyakan kabar. Saat itu, saya sempat meminta uang Rp10 ribu kepada Kakak. Setelah itu, Kakak pamit pergi lagi," kenang Faradita.
Kabar duka yang datang keesokan paginya bak petir di siang bolong bagi keluarga.
Faradita langsung bergegas menuju RS Bhayangkara Moh. Hasan untuk memastikan kebenarannya.
"Sesampainya di rumah sakit, ternyata benar kakak saya sudah meninggal dunia dengan luka tembak di bagian perut," katanya.
Saat ditemui di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, adik kandung korban, Faradita, menuturkan bahwa pihak keluarga baru mengetahui kabar duka tersebut pada pagi hari.
"Subuh, Pak, sekitar pukul 06.00 WIB. Saya ditelepon oleh tante yang mengabarkan kalau Kakak sudah meninggal dunia akibat tertembak oleh sesama oknum TNI," ujar Faradita dengan nada sedih.
Faradita menambahkan, kepergian kakaknya yang mendadak akibat tindakan kekerasan ini meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga.
"Kakak meninggal dengan cara yang tidak wajar karena ditembak, jadi kami semua sangat syok," ungkapnya.
Mewakili keluarga besar, Faradita berharap agar keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya dalam proses hukum yang sedang berjalan di POM TNI AD.
Pihaknya meminta agar pelaku mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya.
"Kami berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya," tegas Faradita.
*/tribun-medan.com
artikel ini telah tayang di Tribunsumsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Keributan-TNI-vs-TNI.jpg)