Breaking News

Berita Viral

SOSOK Bahroni, Penembak Bripka Arya Supena Tewas Saat Diamankan Polisi, Melawan Berujung Ditembak

Tersangka Bahroni saat akan dilakukan penangkapan melakukan perlawanan secara aktif yang membahayakan tim gabungan.

Tayang:
IST/Polda Lampung
TEWAS - Bahroni (kiri) pelaku penembak Bripka Arya Supena (kanan) semasa hidupnya merupakan residivis, Bahroni tewas setelah diterjang timah panas oleh Polisi, Jumat (15/5/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah sosok Bahroni, penembak Bripka Arya Supena.

Bahroni tewas saat diamankan polisi.

Ia melawan hingga berujung ditembak.

Baca juga: Dukung Praktik Perkebunan Berkelanjutan, Ratusan Petani Swadaya di Langkat Peroleh STDB Perdana

Diberitakan sebelumnya Brigadir Arya Supena tewas menjadi korban penembakan oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Bandar Lampung, Sabtu pagi, 9 Mei 2026.

Setelah tewas, Polri resmi menaikkan pangkat Brigadir Arya Supena menjadi Brigadir Polisi Kepala (Bripka) anumerta setelah gugur ditembak pelaku begal saat berupaya menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor di Bandar Lampung. 

17 hari berlalu, Kepolisian Daerah Lampung berhasil menangkap pelaku yang bernama Bahroni (23).

Bahroni selaku eksekutor penembak Bripka Arya Supena anggota Kamneg Ditintelkam Polda Lampung. 

Baca juga: Pihak Yayasan yang Rawat Kakek Nurdin Lubis Bandingkan Pelayanan RSUD Amri Tambunan dengan Grand Med

Bahroni tewas dalam penangkapan.

Diketahui Bahroni merupakan seorang residivis.

Ia diterjang timah panas karena melakukan perlawanan saat polisi menangkapnya di Teluk Hantu, Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Jumat (15/5/2026) pukul 05.15 WIB. 

"Pelaku Bahroni sebagai eksekutor yang akan mengambil motor korban atau penembak Bripka Arya Supena. Pelaku Bahroni ditembak polisi karena melawan saat hendak ditangkap," kata Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf saat menggelar konferensi pers di Siger Lounge Mapolda Lampung, Jumat (15/5/2026). 

SOSOK Bahroni, Penembak Brigadir Arya Supena Tewas Saat Diamankan Polisi, Melawan Berujung Ditembak
TEWAS - Bahroni (kiri) pelaku penembak Bripka Arya Supena (kanan) semasa hidupnya merupakan residivis, Bahroni tewas setelah diterjang timah panas oleh Polisi, Jumat (15/5/2026).

Tim gabungan yang dipimipin oleh Kasubdit Jatanras dan Kanit Resmob Polda Lampung, bersama dengan Intel Polda Lampung.

Intel Brimob Polda Lampung, Tekab Polres Lampung Timur, Tekab Polres Pesawaran dan Polsek Padang Cermin.

"Kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan tersangka Bahroni hingga tim langsung ke Teluk Hantu," kata ujar Helfi. 

Tim gabungan pun melakukan pendalaman keberadaan tersangka dan didapati tersangka Bahroni

Tersangka Bahroni saat akan dilakukan penangkapan melakukan perlawanan secara aktif yang membahayakan tim gabungan.

Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia vs Oman, Calvin Verdonk dkk Ditarget Menang

Bahroni menggunakan senjata api rakitan jenis revolver kepada petugas, tim melakukan tindakan tegas dan terukur. 

"Tersangka Bahroni meninggal dunia di tempat di Teluk Hantu," ucap Helfi. 

Kemudian tim langsung mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver. 

Lalu satu bilah pisau yang berada pinggang tersangka.

Tim mengevakuasi jenazah tersangka untuk dibawa ke RS Bhayangkara.

Polisi mengetahui keberadaan tersangka lainnya yakni Hamli sebagai joki yang menunggu di atas motor. 

"Polisi menangkap dulu Hamli pada 11 Mei 2026 pukul 13.30 WIB mendapatkan informasi terkait keberadaan tersangka Hamli di Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur," kata Helfi.

Tim gabungan pun langsung melakukan mapping untuk mengetahui keberadaan Hamli berada di persembunyiannya. 

Tim melakukan penangkapan terhadap tersangka Hamli dan saat dilakukan upaya paksa yang bersangkutan melakukan perlawaan aktif terhadap jiwa anggota. 

Baca juga: Skuad Resmi Timnas Prancis di Piala Dunia 2026, Daftar 26 Pemain Dipanggil Deschamps

Polisi melakukan tindakan tegas dan terukur.

Tim berhasil mengamakan barang bukti dari Hamli, 1 unit helm biru yang dibuang dan ditemukan di Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. 

Ada 1 unit Honda Beat biru diamankan di Desa Teluk Pandan, Kecamatan Hanura, Kabupaten Pesawaran. 

Kemudian 1 unit Handphone merk VIVO yang di simpan di kebun milik warga dan berhasil diamankan daerah Kecamatan Jabung, Lampung Timur. 

Kemudian 1 Senjata Api HS-9 milik almarhum yang disimpan di pinggir Sungai Desa Teluk pandan, Kecamatan Hanura, Pesawaran.

Kronologi Penembakan Brigadir Arya

Peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di depan sebuah toko roti, Toko Yussy Akmal, di Jalan ZA Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung.

Saat kejadian, korban memergoki dua pria yang tengah berupaya mencuri sepeda motor milik seorang karyawan toko.

Ketika Brigadir Arya memberikan teguran kepada pelaku, salah satu pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan menembak korban dari jarak dekat.

Tembakan tersebut mengenai bagian kepala korban.

NAIK PANGKAT - Brigadir Arya Supena meninggal ditembak begal di Lampung. Kini Polri menaikkan pangkat Brigadir arya jadi Bripka yang gugur ditembak pelaku begal. (Humas Polda Lampung)
NAIK PANGKAT - Brigadir Arya Supena meninggal ditembak begal di Lampung. Kini Polri menaikkan pangkat Brigadir arya jadi Bripka yang gugur ditembak pelaku begal. (Humas Polda Lampung) (IST)

Ia segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan perawatan intensif, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Brigadir Arya dinyatakan meninggal dunia pada siang hari.

Sosok Korban

Almarhum meninggalkan seorang istri bernama Jovita serta dua orang anak yang masih kecil.

Keluarga yang beralamat di Jalan Mata Intan, Kelurahan Segala Mider, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, tersebut kini tengah diliputi duka mendalam.

Di tengah suasana duka, keluarga dan kerabat mengenang Brigadir Arya Supena sebagai sosok yang rendah hati, hangat, dan berdedikasi.

Galung (31), sepupu almarhum, mengaku kehilangan sosok yang bukan hanya keluarga, tetapi juga sahabat sejak kecil.

Menurut Galung, Brigadir Arya dikenal sebagai pribadi yang sederhana meski berprofesi sebagai anggota Polri.

Saat berada di kampung halaman, ia kerap berusaha tampil seperti warga biasa tanpa menunjukkan atribut kedinasan.

“Dia kalau pulang ke Metro biasanya cepat ganti pakaian biasa. Tidak suka menonjolkan dirinya sebagai anggota polisi, meski orang-orang sebenarnya sudah tahu,” ujar Galung saat ditemui di rumah duka di Jalan Piagam Jakarta, Metro Barat, Sabtu malam (9/5/2026).

Galung juga menggambarkan almarhum sebagai sosok yang aktif berolahraga dan mudah bergaul.

Di tengah kesibukan sebagai aparat kepolisian, Brigadir Arya tetap meluangkan waktu untuk berolahraga seperti lari, bulu tangkis, hingga futsal.

Ia juga kerap bersepeda bersama istrinya saat pulang ke daerah asal.

“Dia orangnya mudah bergaul, humoris kalau sudah dekat. Tapi di awal memang terlihat pendiam,” kata Galung.

Selain itu, almarhum juga dikenal sering memberikan dukungan kepada keluarga, termasuk kepada Galung yang sedang merintis kanal YouTube.

Dukungan tersebut, menurut Galung, masih membekas hingga kini.

“Beberapa waktu lalu dia sempat memberi semangat lewat WhatsApp, mengucapkan selamat karena kanal YouTube saya mulai berkembang. Kami saling menyemangati dalam bekerja,” ujarnya.

Di balik sifatnya yang hangat, Brigadir Arya dikenal memiliki prinsip tegas terhadap tindakan kejahatan.

Galung menyebut karakter tersebut sudah terlihat sejak masa remaja.

“Arya bukan tipe yang mencari masalah, tetapi kalau melihat sesuatu yang tidak benar, dia pasti bersikap. Sejak dulu dia tegas dan tidak mudah mundur,” ungkapnya.

Brigadir Arya meninggalkan dua anak yang masih kecil, masing-masing masih berada di usia PAUD dan balita.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar.

Galung mengaku masih sulit menerima kenyataan tersebut.

“Rasanya seperti mimpi. Kami masih berharap ini tidak benar. Tapi melihat pengabdiannya sampai akhir, kami percaya itu memang jalan hidupnya,” ujarnya.

Sementara itu, istri almarhum, Jovita, tampak terpukul atas kepergian suaminya yang dikenal sebagai sosok penyayang keluarga.

Kepergian Brigadir Arya Supena meninggalkan duka tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan kerja dan lingkungan sekitarnya.

Sosoknya dikenang sebagai pribadi sederhana, tegas, dan berdedikasi dalam menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian.

Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved