Berita Viral

Achmad Syahri Minta Maaf Usai Main Game Sambil Merokok Saat Rapat: Saya Anak Muda Banyak Kekurangan

Achmad Syahri anggota DPRD Jember minta maaf usai main game sambil merokok saat rapat. Ia mengaku dirinya anak muda yang khilaf dan banyak kekurangan

Tayang:
IST
MAIN GAME SAAT RAPAT: Tangkapan layar anggota Komisi D DPRD Jember sedang main game saat RDP, Senin (11/5/2026). Kini Achmad Syahri Minta Maaf. 

TRIBUN-MEDAN.COMAchmad Syahri anggota DPRD Jember minta maaf usai main game sambil merokok saat rapat.

Adapun Achmad Syahri akhirnya meminta maaf setelah kedapatan asyik main game sambil merokok saat rapat dengar pendapat (RDP).

Achmad Syahri mengaku dirinya anak muda yang banyak kekurangan.

“Dengan rendah hati minta maaf, memohon maaf kepada masyarakat Jember,

khususnya kepada Ketua Umum Gerindra dan juga kepada DPP Gerindra atas apa yang sudah beredar,” kata Syahri dalam video permintaan maafnya yang viral di media sosial, Kamis, (14/5/2026).

Dia mengaku khilaf dan akhirnya sadar bahwa perbuatannya itu keliru. Dia berharap hal itu bisa menjadi pelajaran baginya.

DIHUJAT WARGANET- Achmad Syahri As Siddiqi, anggota DPRD Jember dihujat warganet karena merokok sambil main game saat rapat tentang masalah kesehatan.
DIHUJAT WARGANET- Achmad Syahri As Siddiqi, anggota DPRD Jember dihujat warganet karena merokok sambil main game saat rapat tentang masalah kesehatan. (DPRD Jember)

“Saya siap disanksi oleh partai dan juga oleh DPRD Kabupaten. Saya sebagai anak muda juga banyak kekurangan. Semoga ke depannya ini tidak terulang lagi.”

Sebelumnya, permintaan maaf juga disampaikan oleh Ketua DPRD Jember Ahmad Halim.

“Kami atas nama pimpinan DPRD menyampaikan permintaan maaf dan kita akan memproses karena ini juga menyangkut etika lembaga DPRD.

Tentu kita tegur yang bersangkutan karena tidak menerapkan sistem-sistem kedisiplinan maupun attitude,” kata Ahmad di Jember, Rabu.

Halim memaparkan dalam bekerja anggota DPRD Jember harus mengedepankan etika dan kedisiplinan.

"Terutama itu di ruang rapat.

Kami juga minta BK (Badan Kehormatan) untuk mengkaji secara kelembagaan, apakah nanti akan ada sanksi, apakah sanksi administratif atau disiplin,'" kata Halim.

Baca juga: Nadiem Blak-blakan Bilang Jaksa Takut Dirinya Bebas, Dituntut 18 Tahun Lebih Besar dari Pembunuh

Sementara itu, dari sisi partai, Halim yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Jember menyampaikan akan memanggil Syahri untuk dilakukan klarifikasi.

"Kami akan panggil yang bersangkutan untuk proses klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved