Berita Viral

Akhirnya MPR Gelar Ulang Lomba Cerdas Cermat, Status Juara SMA Negeri 1 Sambas Gugur

MPR memutuskan menggelar ulang Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar. Status Juara SMA Negeri 1 Sambas Gugur

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Salomo Tarigan
Tribun Medan Kolase
CERDAS CERMAT DIULANG - 3 Sosok Kontroversial Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MC Sindy, juri dari kepegawaian MPR Indri dan Dyastasita sasaran kritik dianggap tidak adil. MPR akhirnya menggelar ulang lomba cerdas cermat. 

Hal tersebut muncul saat dua tim yakni SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang sama namun diberi nilai yang berbeda.

Potongan video momen tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu kritik luas terhadap dewan juri bahkan MC acara.

MPR pun memastikan akan menggelar ulang pelaksanaan LCC 4 Pilar di Kalbar dengan melibatkan juri independen. 

Diketahui, polemik ini bermula saat babak final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan ini diikuti sembilan sekolah menengah atas di Kalbar.

Setelah melalui berbagai tahapan, tiga sekolah berhasil lolos ke babak final, yakni SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau (Regu A).

Persoalan krusial muncul saat sesi rebutan. Juri membacakan pertanyaan: DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?

Peserta dari Regu C (SMAN 1 Pontianak) menekan bel pertama kali dan menjawab dengan lugas.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," ujar salah seorang siswi dari Regu C.

Bukannya mendapat poin, dewan juri justru menyalahkan jawaban tersebut dan memberikan sanksi pengurangan nilai sebesar lima poin kepada Regu C.

Pertanyaan kemudian dilempar ke regu lain dan dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas.

Menariknya, Regu B memberikan jawaban yang sama persis dengan kalimat yang dilontarkan Regu C.

TAWARAN KE CHINA- Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang mendapat perlakuan tidak adil dalam acara cerdas cermat di Kalimantan Barat kini mendapat tawaran belajar ke China.
TAWARAN KE CHINA- Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang mendapat perlakuan tidak adil dalam acara cerdas cermat di Kalimantan Barat kini mendapat tawaran belajar ke China. (Youtube MPR.GO.ID)

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," jawab peserta Regu B.

Seketika, juri membenarkan jawaban Regu B. "Inti jawaban sudah benar. Nilai sepuluh," ucap juri.

Keputusan timpang tersebut sontak memicu protes dari Regu C.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved