Berita Viral
Bayi Korban Tabrakan Bus ALS Sulit Diidentifikasi, Tubuh Hangus Terbakar, Darah Sudah Kering
Bayi perempuan berusia 1 tahun 8 bulan bernama Bela sulit diidentifikasi karena tubuhnya hangus terbakar dan darah sudah mengering
TRIBUN-MEDAN.COM – Bayi korban tabrakan bus ALS dan truk tangka sulit diidentifikasi.
Bayi perempuan berusia 1 tahun 8 bulan bernama Bela sulit diidentifikasi karena tubuhnya hangus terbakar dan darah sudah mengering.
Putri pasangan Aldi Septiawan (26) dan Rani (24) yang juga menjadi korban tewas dalam kecelakaan tersebut sulit diidentifikasi.
Keluarga korban mendapat kabar bahwa proses identifikasi terhadap Bela mengalami kesulitan karena kondisi tubuh korban hangus terbakar.
“Tadi sudah diambil sampelnya, tapi untuk Bela itu sulit,” kata Hambali, ayah Rani, sambil tertunduk lesu.
Hambali menjelaskan, tim DVI menyampaikan darah korban Bela sudah mengering sehingga sulit diambil sampelnya.
Baca juga: CAMAT di Lamongan Diduga Selingkuh, Kini Dicopot dari Jabatannya, Screenshot Chat Mesum Viral
Sementara pengambilan sampel dari Rani yang diduga ibu korban telah dilakukan.
“Darah ibunya masih ada, katanya diambil dari kaki kiri dan kanan, tapi darah Bela sudah kering,” ungkapnya.
Sebagai alternatif, keluarga diminta membawa data pembanding lain seperti pakaian bekas korban yang belum dicuci.
Namun keluarga mengaku kesulitan karena seluruh barang berada di Lampung dan membutuhkan waktu untuk mengambilnya.
“Kami disuruh membawa pakaian bekas Bela yang belum dicuci,
tapi bagaimana mau mengambilnya, belum tentu juga masih ada.
Kami sekarang bingung harus bagaimana,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol Wahyu Hidayati meminta keluarga bersabar karena proses identifikasi membutuhkan waktu cukup lama.
Baca juga: SOSOK Haerul Saleh, Anggota IV BPK RI yang Tewas Saat Rumah Mewahnya Kebakaran, Sedang Renovasi
“Memang kondisi korban kurang menguntungkan sehingga membutuhkan waktu lebih lama.
Direktur Utama PT ALS, Chandra Lubis, memberikan koreksi terhadap angka korban kecelakaan maut yang menimpa salah satu armada busnya di Sumatra Selatan.
Dalam konferensi pers di Medan pada Kamis (7/5/2026), Chandra mengungkapkan bahwa total orang yang berada di dalam bus saat kejadian mencapai 18 orang.
Rincian terbaru menunjukkan sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 4 orang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Korban meninggal dunia terdiri dari 11 orang penumpang dan 3 kru bus yang mencakup dua sopir serta satu kernet.
Sementara itu, empat orang yang masih dirawat terdiri dari satu kru bus dan tiga orang penumpang.
Chandra Lubis menjelaskan bahwa pada awalnya hanya terdata 5 penumpang yang naik dari Semarang, namun jumlahnya bertambah karena adanya aktivitas penumpang naik-turun di perjalanan.
Berdasarkan keterangan awal dari kru yang selamat, kecelakaan dipicu oleh upaya pengemudi yang mencoba mengelakkan lubang di jalan yang kondisinya buruk.
Sopir bus terpaksa mengambil jalur ke arah kanan untuk menghindari kerusakan jalan tersebut, hingga akhirnya terjadi tabrakan maut.
Baca juga: Syah Afandin Bergerak Cepat ke Pusat, Perjuangkan Bantuan dan Pemulihan Pascabanjir Langkat
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Sumatra Utara, Naswen Andenurdin, menegaskan bahwa seluruh korban kecelakaan bus ALS telah dijamin sesuai peraturan perundang-undangan.
Setiap korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp50 juta yang diberikan kepada ahli waris yang sah.
Bagi korban yang mengalami luka-luka, Jasa Raharja menanggung biaya perawatan dengan jumlah maksimal sebesar Rp20 juta.
Selain itu, terdapat pula santunan untuk cacat tetap dengan nilai maksimal Rp50 juta serta bantuan biaya pemakaman bagi korban yang tidak memiliki ahli waris.
Naswen menyatakan bahwa proses pencairan santunan akan dilakukan segera setelah proses identifikasi korban di RS Bhayangkara Palembang selesai dilakukan oleh pihak berwenang.
Untuk memastikan identitas bayi atau bukan, nanti akan dipastikan lebih lanjut,” ujar Wahyu.
*/tribun-medan.com
sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjateng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Aldi-dan-keluarganya-korban-kecelakaan-terekam-naik-bus-ALS.jpg)