Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Niat Bangun Usaha Pupus, Aldi dan Keluarga Tewas Saat Kecelakaan ALS, 2 Kali Tertunda Naik Bus

Aldi Sulistiawan (26), Rani, dan anak mereka Bella (1) sempat beberapa kali tertunda akhirnya berangkat menggunakan bus yang mengalami kecelakaan.

Tayang:
Istimewa
TABRAKAN - Bus ALS terlibat tabrakan maut versus truk tangki pengangkut BBM di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Insiden ini menimbulkan kebakaran hebat dan menewaskan 16 orang. (Istimewa/tribunmedan.com) 

TRIBUN-MEDAN.com - Niat bangun usaha pupus, Aldi dan keluarga tewas saat kecelakaan ALS.

Keluarga ini harusnya tak naik bus ALS yang mengalami kecelakaan itu. 

Namun keberangkatan mereka 2 kali tertunda karena kendala di bus. 

Baca juga: LENGKAP Nama 16 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS vs Mobil Tangki BBM, 4 Orang Selamat

Tanpa sedikit firasat pun, Aldi Sulistiawan (26), membawa istrinya Rani, dan anak mereka Bella (1) naik ke bus tersebut.

Diberitakan sebelumnya telah terjadi kecelakaan maut bus ALS di Muratara, Rabu (6/5/2026).

Bus ini menabrak mobil tangki BBM.

Baca juga: SOSOK Chyntia Kalangit, Bupati Sitaro Korupsi Bantuan Bencana Rp 22,7 M, Modusnya Dikuak Jaksa

Seketika api menyambar menyebabkan dua kendaraan tersebut terbakar. 

Dalam kecelakaan ini, hanya 4 orang yang selamat. 

Sementara 16 orang dikabarkan meninggal dunia termasuk Aldi dan keluarganya.

Hambali (44), orang tua Rani (24), mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum anak, menantu, dan cucunya menjadi korban dalam peristiwa tragis tersebut.

Baca juga: ASUS ExpertBook Ultra: The Flagship of the Industry. Period

Ia menceritakan, awalnya, anak, menantu, dan cucunya telah memesan tiket Bus Handoyo, namun gagal berangkat karena bus tidak mau menunggu saat kereta api melintas terlalu lama.

Upaya keberangkatan berikutnya juga tertunda lantaran tidak adanya jadwal bus.

“Awalnya bukan bus itu yang mau ditumpangi. Tapi karena tertunda terus, akhirnya naik bus yang kecelakaan itu,” ujar Hambali saat ditemui Sripoku.com.

Ia menjelaskan, anak dan menantunya sempat hendak menggunakan bus lain dari wilayah Way Tuba, Lampung. 

KECELAKAAN MAUT- Bus ALS sudah dua kali mengalami kecelakaan maut sepanjang setahun terakhir. Tahun 2025 di tanggal 6 Mei, 12 penumpang tewas, dan 6 Mei 2026, 16 penumpang tewas.
KECELAKAAN MAUT- Bus ALS sudah dua kali mengalami kecelakaan maut sepanjang setahun terakhir. Tahun 2025 di tanggal 6 Mei, 12 penumpang tewas, dan 6 Mei 2026, 16 penumpang tewas. (ChatGPT)

Namun berbagai kendala, termasuk keterlambatan akibat perjalanan kereta, membuat keberangkatan kembali tertunda hingga akhirnya mereka memilih bus nahas tersebut pada Selasa (5/5/2026).

Dalam kecelakaan itu, Hambali kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus, yakni anaknya Rani, menantunya Aldi, dan cucunya Bella yang masih balita.

Di tempat yang sama, paman korban, Ramdi, juga mengungkapkan kesedihan mendalam atas kepergian keponakannya.

Menurutnya, Aldi dan Rani berangkat ke Pekanbaru dengan niat membuka usaha dan hidup mandiri di sana.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis di Desa Suka Ramai Dorong Lahirkan Generasi Produktif

“Aldi pergi bersama Rani ke sana hendak usaha di Pekanbaru. Sempat kami larang, namun mereka ingin hidup mandiri di sana,” katanya.

Ramdi menambahkan, seminggu sebelum keberangkatan, keluarga sebenarnya telah menyiapkan bahan bangunan seperti pasir dan semen agar Aldi dan Rani membangun rumah di kampung halaman.

Namun pasangan tersebut tetap memutuskan merantau.

“Kami awalnya tidak memberikan izin mereka untuk berangkat. Seminggu sebelumnya kami sudah membelikan pasir dan semen untuk mereka bangun rumah di sini. Namun mereka tetap mau pergi, kami juga tidak menyangka adanya peristiwa ini,” tutupnya.

Rencananya Tiba di Medan Hari Ini

Bus PT Antar Lintas Sumatera (ALS) mengalami kecelakaan tragis di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (6/5/2025) kemarin.

Sebelum kecelakaan kontra truk tangki pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM), bus nahas itu diketahui berangkat dari Kota Semarang, Jawa Tengah. 

Berdasarkan keterangan Humas PT ALS, Alwi Matondang, bus tersebut berangkat dari Semarang pada Minggu (3/5/2026) kemarin.

Dirinya menjelaskan, direncanakan jika sesuai dengan jadwal semestinya bus yang membawa 14 orang penumpang dan empat orang kru itu tiba di Medan pada Kamis (7/5/2026) hari ini. 

"Kalau berangkatnya dia dari Semarang, berangkat tanggal 3. rencana sampai di Medan, kalau normal-normal, dia tanggal 7 hari ini," ujar Alwi. 

Diketahui, akibat kecelakaan ini sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam peristiwa tragis itu. Dari 16 orang tersebut, dua di antaranya merupakan pengemudi dan penumpang truk, sementara 14 lainnya korban dari bus ALS.

Selain itu, ada empat orang lainnya yang dinyatakan selamat dan mengalami sejumlah luka. 

Dari total korban meninggal, diketahui lima orang berasal dari Sumatra Utara dimana tiga di antaranya warga Kota Medan, satu orang dari Kisaran, dan satu lainnya dari Siborong-borong. 

Ketika ditanya apakah ia sudah mendapatkan informasi perihal kronologi penyebab kecelakaan ini, Alwi mengaku ia masih menunggu informasi resmi dari Polres Palembang. 

"Kalau informasi dari kepolisian belum ada realnya dapat kita," katanya. 

Informasi yang didapat sementara sebelum terjadinya kecelakaan bus tersebut mengambil lajur berlawanan karena menghindari lubang.

Namun begitu, hingga saat ini tim kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan hingga kebakaran yang membuat kedua mobil itu ludes terbakar. 

Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved