Kecelakaan Bus ALS di Muratara

Niat Bangun Usaha Pupus, Aldi dan Keluarga Tewas Saat Kecelakaan ALS, 2 Kali Tertunda Naik Bus

Aldi Sulistiawan (26), Rani, dan anak mereka Bella (1) sempat beberapa kali tertunda akhirnya berangkat menggunakan bus yang mengalami kecelakaan.

Tayang:
Istimewa
TABRAKAN - Bus ALS terlibat tabrakan maut versus truk tangki pengangkut BBM di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Insiden ini menimbulkan kebakaran hebat dan menewaskan 16 orang. (Istimewa/tribunmedan.com) 

Dalam kecelakaan itu, Hambali kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus, yakni anaknya Rani, menantunya Aldi, dan cucunya Bella yang masih balita.

Di tempat yang sama, paman korban, Ramdi, juga mengungkapkan kesedihan mendalam atas kepergian keponakannya.

Menurutnya, Aldi dan Rani berangkat ke Pekanbaru dengan niat membuka usaha dan hidup mandiri di sana.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis di Desa Suka Ramai Dorong Lahirkan Generasi Produktif

“Aldi pergi bersama Rani ke sana hendak usaha di Pekanbaru. Sempat kami larang, namun mereka ingin hidup mandiri di sana,” katanya.

Ramdi menambahkan, seminggu sebelum keberangkatan, keluarga sebenarnya telah menyiapkan bahan bangunan seperti pasir dan semen agar Aldi dan Rani membangun rumah di kampung halaman.

Namun pasangan tersebut tetap memutuskan merantau.

“Kami awalnya tidak memberikan izin mereka untuk berangkat. Seminggu sebelumnya kami sudah membelikan pasir dan semen untuk mereka bangun rumah di sini. Namun mereka tetap mau pergi, kami juga tidak menyangka adanya peristiwa ini,” tutupnya.

Rencananya Tiba di Medan Hari Ini

Bus PT Antar Lintas Sumatera (ALS) mengalami kecelakaan tragis di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (6/5/2025) kemarin.

Sebelum kecelakaan kontra truk tangki pembawa Bahan Bakar Minyak (BBM), bus nahas itu diketahui berangkat dari Kota Semarang, Jawa Tengah. 

Berdasarkan keterangan Humas PT ALS, Alwi Matondang, bus tersebut berangkat dari Semarang pada Minggu (3/5/2026) kemarin.

Dirinya menjelaskan, direncanakan jika sesuai dengan jadwal semestinya bus yang membawa 14 orang penumpang dan empat orang kru itu tiba di Medan pada Kamis (7/5/2026) hari ini. 

"Kalau berangkatnya dia dari Semarang, berangkat tanggal 3. rencana sampai di Medan, kalau normal-normal, dia tanggal 7 hari ini," ujar Alwi. 

Diketahui, akibat kecelakaan ini sebanyak 16 orang meninggal dunia dalam peristiwa tragis itu. Dari 16 orang tersebut, dua di antaranya merupakan pengemudi dan penumpang truk, sementara 14 lainnya korban dari bus ALS.

Selain itu, ada empat orang lainnya yang dinyatakan selamat dan mengalami sejumlah luka. 

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved