Berita Viral
AKHIRNYA Polisi Tangkap Kiai Cabul di Pati, Pelarian Ashari Berakhir di Wonogiri
Kiai Ashari yang diduga mencabuli puluhan santriwati sempat kabur ke beberapa kota sebelum akhirnya ditangkap di Wonogiri.
TRIBUN-MEDAN.com - Polisi akhirnya menangkap Ashari, kiai cabul yang juga pendiri Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan santriwati.
Kiai diduga mencabuli puluhan santriwati itu ditangkap setelah polisi melakukan pengejaran ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah, Jakarta, hingga Jawa Barat.
Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama mengonfirmasi bahwa Ashari sempat kabur ke beberapa kota sebelum akhirnya ditangkap di Wonogiri.
Pengejaran dilakukan polisi sejak 4 Mei lalu.
Baca juga: Hasil Olah TKP Polisi Kecelakaan Maut Bus ALS dengan Truk Tangki, Hindari Lubang Ambil Jalur Kanan
"Alhamdulillah sudah tertangkap. (Tersangka) Sempat ke Kudus, Bogor, kemudian lanjut Jakarta, setelah itu ke Solo dan Wonogiri," papar dia.
Pelarian Ashari pun berakhir di Wonogiri.
Dia dibekuk oleh Kompol Dika dkk sekira pukul 04.00 WIB, Kamis (7/5/2026).
Saat ini, tersangka sedang digelandang menuju Mapolresta Pati.
Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pati telah naik ke tahap penyidikan.
Baca juga: Alasan BEM IPB Tolak Dapur MBG di Kampus, Tulis Surat untuk Kepala BGN Dadan: Rakyatmu Sudah Muak
Polisi menyatakan telah mengantongi bukti permulaan yang cukup setelah memeriksa saksi dan melakukan olah TKP.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi menyebut, seorang kiai bernama Ashari ditetapkan sebagai tersangka pada 28 April 2026 setelah gelar perkara.
Kasus ini sebenarnya telah dilaporkan sejak 2024, sementara pencabulan terhadap para korban diduga berlangsung sejak 2020.
Namun polisi berdalih proses penanganan seusai pelaporan pada 2024 sempat terhambat karena ada upaya penyelesaian secara kekeluargaan dari pihak korban.
Baca juga: Baru Nikah, Permintaan Terakhir Ariyanto Sopir Tangki Tewas Adu Kambis vs Bus ALS
Korban diduga capai 50 santriwati
Korban kiai cabul di Pati diduga mencapai 50 santriwati.
Hal itu diungkap penasihat hukum korban, Ali Yusron.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat para korban saat ini masih bungkam.
Polresta Pati mengaku baru mengidentifikasi lima korban.
Namun ironisnya, tiga di antaranya mencabut keterangan, menyisakan hanya dua korban yang saat ini memperkuat proses hukum.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widyaama, menegaskan bahwa pencabutan keterangan tidak akan menghentikan perkara.
“Ini bukan delik aduan, melainkan delik umum. Proses hukum tetap berjalan,” tegasnya, Selasa (5/5/2026).
Namun di balik angka resmi tersebut, muncul klaim yang jauh lebih mengkhawatirkan.
Ali Yusron, menyebutkan jumlah korban bisa mencapai 30 hingga 50 santriwati.
Ia mengungkap mayoritas korban berasal dari latar belakang rentan, anak yatim piatu hingga keluarga tidak mampu.
“Ini seperti fenomena gunung es. Satu korban yang berani bicara bisa membuka puluhan lainnya,” kata dia.
Pernyataan itu mengindikasikan adanya ketakutan dan tekanan yang membuat banyak korban belum berani melapor.
Lingkungan tertutup seperti pesantren, relasi kuasa antara kiai dan santri, serta stigma sosial diduga menjadi faktor kuat yang membungkam suara korban.
Meski begitu, kepolisian membuka pintu selebar-lebarnya bagi korban lain untuk melapor.
Jaminan kerahasiaan diberikan, dengan harapan semakin banyak kesaksian akan memperkuat jerat hukum bagi pelaku.
“Semakin banyak korban yang bersaksi, semakin berat konsekuensi hukum yang akan dihadapi tersangka,” tambah Kompol Dika.
Kasus ini tak hanya mengguncang masyarakat Pati, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius tentang pengawasan di lingkungan pendidikan keagamaan.
Lembaga yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru diduga menjadi ruang terjadinya kekerasan seksual.
(Tribun-Medan.com)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Baru Nikah, Permintaan Terakhir Ariyanto Sopir Tangki Tewas Adu Kambis vs Bus ALS |
|
|---|
| Terduka Pelaku Pemukulan Bro Ron Lapor Polisi, Ini Alasan dan Kronologi Versinya |
|
|---|
| Sosok Menantu Bunuh Mertua dan Aniaya Istri di Mojokerto, Sehari-hari Bekerja Jadi Badut |
|
|---|
| Inilah Identitas 4 dari 16 Korban Tewas ALS vs Truk Tanki di Sumsel, Polisi: Bus Sempat Masuk Lubang |
|
|---|
| Sosok Sopir Bus ALS yang Tewas di Sumsel, Sempat Masuk Lubang Lalu Adu Kambing dengan Truk Tangki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Akhirnya-ditangkap-ashari.jpg)