Berita Viral

Kelakuan 4 Pelaku Setelah Habisi Nyawa Dumaris, Tanpa Penyeselan hingga Lanjut Pesta Narkoba

Yang mengejutkan, usai menghabisi korban, keempat pelaku justru tidak menunjukkan penyesalan.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Anisa Florensia Tumanggor (21), Dumaris Sitio (60), dan Lisbet Barasa (22). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus pembunuhan terhadap seorang nenek di Pekanbaru, Riau, kembali menyita perhatian publik setelah fakta terbaru terungkap dari hasil penyelidikan polisi.

Peristiwa tragis ini tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga memunculkan kemarahan masyarakat atas tindakan keji para pelaku.

Aparat kepolisian memastikan bahwa empat orang telah diamankan terkait kasus tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku diduga kuat melakukan aksi pembunuhan secara bersama-sama.

Yang mengejutkan, usai menghabisi korban, keempat pelaku justru tidak menunjukkan penyesalan.

Mereka diketahui malah melanjutkan aktivitas dengan menggelar pesta narkoba.

Polisi menyebut para pelaku berada dalam kondisi “happy-happy” setelah melakukan perbuatan keji tersebut.

Fakta ini semakin mempertegas dugaan bahwa para pelaku berada di bawah pengaruh zat terlarang saat kejadian.

TERJERAT DUNIA GELAP: Kehidupan Anisa Florensia Tumanggor (21) berubah drastis dalam kurun waktu singkat. Dari menantu yang hidup terhormat bersama keluarga Arnold Meha di Rumbai, Pekanbaru, ia kini harus menghadapi jeratan hukum sebagai otak pembunuhan terhadap mertua sendiri, Dumaris Boru Sitio (60).
TERJERAT DUNIA GELAP: Kehidupan Anisa Florensia Tumanggor (21) berubah drastis dalam kurun waktu singkat. Dari menantu yang hidup terhormat bersama keluarga Arnold Meha di Rumbai, Pekanbaru, ia kini harus menghadapi jeratan hukum sebagai otak pembunuhan terhadap mertua sendiri, Dumaris Boru Sitio (60). (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Kasus ini kini masih terus didalami untuk mengungkap motif serta peran masing-masing pelaku secara rinci.

Seperti diketahui, pembunuhan nenek Dumaris (60) di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, melibatkan 4 orang pelaku, dua laki-laki dan dua perempuan.

Keempat pelaku berinisial AFT (21), SL (34), EW (39) dan L (22).

Dalang dalam kasus ini adalah, AFT, yang merupakan menantu korban.

Polisi mengungkapkan, setelah menghabisi nyawa korban, para pelaku kabur ke Medan, Sumatera Utara. Di sana mereka sempat pesta narkoba.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua menjelaskan, para pelaku membunuh dan merampok korban pada Rabu (28/4/2026), sekitar jam 10.30 WIB.

"Setelah melakukan aksinya, hari itu juga para pelaku langsung kabur ke Medan," ujar Hasyim saat konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Minggu (3/5/2026).

Berpisah di tengah jalan

PEMBUNUHAN - Tampang pembunuh Dumaris Deniwati Br Sitio (60) warga Jalan Kurnia, Limbangun Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, yang diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara, Minggu (3/5/2026). 
PEMBUNUHAN - Tampang pembunuh Dumaris Deniwati Br Sitio (60) warga Jalan Kurnia, Limbangun Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, yang diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara, Minggu (3/5/2026).  (IST)

Para pelaku sampai ke Medan pada Kamis (29/4/2026) malam.

Malam harinya, mereka masuk ke salah satu tempat hiburan malam. 

"Mereka belum sempat membagi hasil merampok. Malam Jumat itu sampai di Medan, mereka cari kelab malam. Di situ mereka pesta narkoba menggunakan pil ekstasi. Mereka happy-happy," ungkap Hasyim.

Pada Jumat (30/4/2026) pagi, mereka berpisah.

Sepasang pelaku, EW dan L, diturunkan di Binjai, Sumatera Utara.

Sementara pelaku eksekutor, SL dan otak pelaku, AFT, kabur ke Aceh Tengah, Aceh. 

Pasangan nikah siri ini sembunyi di sebuah kos-kosan milik saudara SL.

"Jadi semua barang bukti hasil merampok dipegang oleh AFT. Dalam tas itu ada perhiasan emas, uang, laptop, hingga jam tangan," sebut Hasyim.

Positif konsumsi narkoba

Dari hasil pemeriksaan urine, keempat pelaku positif mengkonsumsi narkoba.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita lansia bernama Dumaris (60), tewas dibunuh perampok di rumahnya di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (29/4/2026) pagi.

Aksi pembunuhan dan pencurian itu terekam kamera pengawas (CCTV) di luar dan dalam rumah korban. 

Pelaku diduga berjumlah empat orang. Dua orang lelaki dan dua perempuan.

Adapun, pelaku yang mengeksekusi korban adalah seorang pria. Pelaku memukul kepala korban dengan kayu balok secara berulang kali.

Pria tersebut sadar aksi terekam kamera CCTV, lalu merusaknya dengan dipukul kayu balok.

Mirisnya, dalam kasus ini salah satu pelaku wanita adalah menantu korban yang diketahui berinisial AFT.

Dari kejadian tersebut, barang-barang berharga milik korban dibawa kabur oleh para pelaku. 

Para pelaku diduga mengambil perhiasan emas, uang 400 dollar Singapura, paspor, dan handphone.

Artikel sudah tayang di Kompas.com

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved