Berita Internasional

Keputusan AS Kawal Kapal Melewati Selat Hormuz, Trump Sebut Iran Jangan Menganggu: Mereka Korban

Kebijakan ini diumumkan Presiden Donald Trump di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/Istimewa/PIXABAY/GERHARD TRASCHUTZ)
Ilustrasi kapal tanker 

Sejak konflik memanas, Iran diketahui membatasi akses Selat Hormuz bagi hampir seluruh kapal asing, sementara AS juga memberlakukan blokade sejak 13 April. Kondisi ini berdampak besar terhadap arus distribusi minyak dunia dan stabilitas ekonomi global.

Hingga kini, pembicaraan diplomatik masih berlangsung, namun belum ada kepastian terkait bentuk kesepakatan damai jangka panjang antara kedua negara.

Mengapa AS Terus Soroti Nuklir Iran?

Seperti dilansir CNN, Isu nuklir Iran terus menjadi sorotan utama Amerika Serikat sejak puluhan tahun terakhir.

Pertanyaan pun muncul, mengapa Washington kerap meributkan program nuklir Iran, sementara negara lain yang memiliki senjata nuklir tidak mendapatkan tekanan serupa?

Ketegangan ini berakar dari perubahan hubungan kedua negara pasca Revolusi Iran 1979.

Sebelum revolusi, AS justru berperan besar dalam pengembangan program nuklir Iran melalui program “Atoms for Peace” yang diinisiasi oleh Presiden Dwight Eisenhower pada 1957.

Melalui kerja sama tersebut, AS memasok reaktor riset dan bahan baku uranium ke Teheran.

Bahkan, Iran sempat merencanakan pembangunan lebih dari 20 reaktor nuklir untuk kebutuhan energi.

Namun, setelah jatuhnya pemerintahan Shah Reza Pahlavi, hubungan kedua negara memburuk drastis.

Sejak saat itu, AS mulai menuding Iran mengembangkan senjata nuklir, bukan sekadar untuk energi.

Kecurigaan ini semakin menguat ketika Iran tetap melanjutkan program nuklirnya di bawah kepemimpinan baru, termasuk setelah era Ayatollah Ruhollah Khomeini dan dilanjutkan oleh Ali Khamenei.

Sejumlah analis menilai, sikap keras AS tidak hanya didasari kekhawatiran soal senjata pemusnah massal, tetapi juga kepentingan geopolitik dan energi.

Iran merupakan salah satu produsen minyak utama dunia, sehingga stabilitas politiknya sangat berpengaruh bagi kepentingan global.

Selain itu, AS juga berupaya mengontrol pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah, terutama terkait dukungan Teheran terhadap kelompok-kelompok yang dianggap mengancam kepentingan Barat.

Di sisi lain, Iran memandang tekanan tersebut sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan keamanannya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved