Berita Viral
Identitas Lengkap 4 Pelaku Pembunuhan Dumaris Sitio, Tampang Wajah Pelaku yang Diciduk di Binjai
Berikut identitas 4 pelaku pembunuhan Dumaris Deniwati Br Sitio (60) yang berhasil diringkus petugas.
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI- Berikut identitas 4 pelaku pembunuhan Dumaris Deniwati Br Sitio (60) yang berhasil diringkus petugas.
Dumaris Deniwati Br Sitio warga Jalan Kurnia, Limbangun Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau ditemukan tewas mengenaskan pada Rabu (29/4/2026) lalu.
Dua di antara tersangka ditangkap di Binjai Sumut.
Kedua tersangka yakni Selamat alias Amat (34) warga Jalan Bale Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener meriah, Aceh, dan Lisbet Barasa (22) warga Jalan Pendidikan, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan.
Baca juga: Terungkap Motif Pembunuhan Dumaris Br Sitio, Awal Mula Ditangkapnya 2 Pelaku di Binjai
Warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara dikagetkan kedatangan tim gabungan Sat Reskrim Polres Binjai, Jatanras Polda Riau, dan Polresta Pekanbaru saat melakukan penangkapan terhadap Selamat dan Lisbet.
Pasalnya sejumlah personel yang mengenakan pakaian preman, ramai-ramai berkumpul di pinggir jalan.
"Kejadiannya begitu cepat. Memang kami lihat ada ramai-ramai, tapi kami gak tau ada penangkapan," ujar masyarakat sekitar yang tak mau identitasnya disebutkan dalam berita, Minggu (3/5/2026).
Menurut masyarakat disekitar lokasi penangkapan waktu itu sepi. Mengingat pada Jumat (1/5/2026) libur Hari Buruh Internasional.
"Kami pun baru tau, kalau itu penangkapan tersangka yang membunuh lansia yang viral di Pekanbaru," ujar masyarakat.
Sementara itu, Kasat Reskim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian membeberkan kronologi saat kedua tersangka diamankan.
"Tim Cobra Satreskrim Polres Binjai dan tim gabungan Jatanras Polda Riau serta Polresta Pekanbaru mendapat informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya, bahwa tersangka Selamat dan Lisbet berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai," kata Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian.
Mendapat informasi tersebut, tim gabungan langsung melakukan penyisiran. Pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, kedua tersangka diamankan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara.
"Selanjutnya tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Binjai guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Kemudian tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polresta Pekanbaru via jalur udara dari Bandara Kualanamu," kata Hizkia.
Dikabarkan sebelumnya Dumaris ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4/2026) siang.
Korban ditemukan oleh suaminya, Salmon Mena, dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.
Rekaman CCTV mengungkap jejak para tersangka. Dari empat tersangka tersebut, salah satunya diduga wanita berinisial AF yang merupakan menantu korban.
Detik-detik aksi pembunuhan itu juga terekam jelas di kamera CCTV. Awalnya, para tersangka datang menggunakan mobil hitam.
Seorang wanita berkaus hitam yang diduga adalah menantu korban berinisial AF masuk ke halaman rumah disusul wanita lain yang mengenakan jaket hoodie warna biru. Tak lama kemudian, dua orang pria menyusul keduanya.
Tak lama setelah itu, korban keluar dari dalam kamar dan membuka pintu menyambut tamu tersebut. Wanita yang diduga menantunya sempat menyalami korban.
Entah apa yang mereka bicarakan.
Namun, situasi saat itu terlihat normal-normal saja.
Hingga kemudian seorang pria yang diduga selingkuhan AF datang sambil membawa kayu balok.
Seketika itu ia memukulkan kayu tersebut ke kepala korban hingga terkulai.
Identitas Keempat Pelaku:
1. Anisa Florensia Tumanggor (21)
- Warga Kuta Sabah, Parlilitan, Humbang Hasundutan, Sumut.
- Menantu pertama korban, otak pelaku.
- Menikah dengan Arnold Meha (anak korban) tahun 2022.
- Meninggalkan rumah Arnold Meha di Rumbai tahun 2023.
- Menetap di Medan dan bekerja di SPA dan tempat hiburan malam.
- Kemudian menjalin hubungan siri dengan Selamat alias SL (34).
- Terjerat narkoba.
2. Lisbet Barasa (22)
- Warga Sihotang Hasugian, Parlilitan, Humbang Hasundutan, Sumut.
- Teman SMP Anisa Florensia, juga bekerja di hiburan malam dan SPA di Medan.
- Pasangan siri Erwandi alias Iwan (39).
- Positif narkoba.
- Diduga ikut merencanakan aksi.
3. Selamat alias Amat bin Ali Asan (34)
- Warga Bener Meriah, Aceh.
- Pasangan siri Anisa Florensia Tumanggor.
- Eksekutor utama, memukul korban dengan balok kayu hingga tewas.
- Positif narkoba.
4. Erwandi alias Iwan (39)
- Warga Bener Meriah, Aceh.
- Pasangan siri Lisbet Barasa.
- Membantu eksekusi, membawa Arnold Meha ke Minas dengan rencana awal untuk dibunuh.
- Positif narkoba.
Kronologi Kejadian
8 April 2026:
- Anisa dan Selamat lebih dulu merampok rumah korban, mencuri Rp4 juta.
25 April 2026:
- Keempat pelaku tiba di Pekanbaru, menginap di hotel melati di Jalan Riau.
- Rencana awal merampok berubah menjadi pembunuhan.
29 April 2026 (Hari Kejadian):
- Anisa menghubungi Arnold, lalu bersama Lisbet masuk ke rumah korban.
- Selamat masuk berpura-pura menagih uang taksi online, lalu menghantam Dumaris dengan balok kayu hingga tewas.
- Mayat korban diseret ke kamar mandi, CCTV dirusak.
- Arnold dialihkan, kemudian dibawa ke Minas, namun rencana pembunuhan terhadapnya dibatalkan.
- Pelaku membawa kabur perhiasan emas, uang SGD 400, paspor, dan ponsel korban.
Setelah Kejadian:
- Keempat pelaku melarikan diri ke Kota Medan, sempat pesta narkoba di rumah teman, lalu berpencar ke Aceh Tengah dan Kota Binjai.
3 Mei 2026:
- Polisi membekuk keempat pelaku.
- Anisa dan Selamat ditangkap di Aceh Tengah, Erwandi dan Lisbet di Binjai.
- Dua pelaku laki-laki ditembak di kaki karena melawan.
Motif:
- Anisa Florensia mengaku sakit hati dan dendam atas ucapan keluarga mertuanya saat tinggal di rumah mereka pada 2022–2023.
- Dendam bercampur pengaruh teman dan narkoba menjadikannya sebagai otak pembunuhan terhadap mertuanya sendiri, Dumaris Sitio (60).
Baca juga: DAFTAR Nama Lengkap dan Alamat Keempat Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Dumaris Sitio di Rumbai
Menantu Otak Pembunuhan
Kehidupan Anisa Florensia Tumanggor (21) berubah drastis dalam kurun waktu singkat.
Dari menantu yang hidup terhormat bersama keluarga Arnold Meha di Rumbai, Pekanbaru, ia kini harus menghadapi jeratan hukum sebagai otak pembunuhan terhadap mertua sendiri, Dumaris Boru Sitio (60).
Anisa menikah dengan Arnold Meha pada 2022. Arnold, anak pertama pasangan Dumaris Sitio dan Salmon Meha, dikenal berkebutuhan khusus.
Meski begitu, keluarga Arnold hidup mapan. Pernikahan ini membuat Anisa tampil sebagai sosok berkelas di media sosial, dengan unggahan foto-foto berpenampilan mewah.
Namun, kehidupan berada itu justru menjadi titik balik. Komunikasi intens dengan teman SMP-nya, Lisbet Barasa (22), menyeret Anisa ke dunia hiburan malam dan SPA di Medan. Lisbet sendiri sudah terjerat narkoba bersama suami sirinya, Erwandi alias Iwan (39).
Dari lingkaran pergaulan inilah Anisa kemudian berkenalan dengan Selamat alias Amat bin Ali Asan (34), warga Bener Meriah, Aceh, yang kelak menjadi pasangan sirinya sekaligus eksekutor utama dalam kasus ini.
Keempatnya – Anisa, Lisbet, Erwandi, dan Selamat – menjadi pecandu narkoba. Ketergantungan itu mendorong mereka mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang.
Lisbet kemudian diduga mengusulkan kepada Anisa Florensia untuk merampok keluarga Arnold Meha di Rumbai, yang dikenal berada dalam kehidupan ekonomi.
Dari Perampokan ke Pembunuhan
Awal April 2026, Anisa dan Selamat lebih dulu mencuri Rp4 juta dari rumah keluarga Dumaris Sitio. Aksi ini menjadi pemanasan sebelum rencana besar.
Tanggal 25 April, keempat pelaku tiba di Pekanbaru dan menginap di hotel melati di Jalan Riau. Rencana awal merampok berubah menjadi pembunuhan berencana terhadap seluruh penghuni rumah.
Pada 29 April, Anisa menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu. Bersama Lisbet, ia masuk ke rumah Dumaris, berpura-pura bersilaturahmi.
Tak lama kemudian, Selamat masuk dengan alasan menagih uang taksi online. Dengan balok kayu yang dibawa dari hotel, Selamat menghantam dada dan kepala Dumaris hingga tewas di kursi ruang tamu.
Mayat korban diseret ke kamar mandi, sementara CCTV rumah dirusak.
Arnold yang tiba kemudian dialihkan oleh Anisa dan Lisbet agar tidak melihat kondisi ibunya. Ia sempat dibawa ke Minas, Siak, dengan rencana untuk dihabisi, namun eksekusi batal.
Arnold diberi Rp50 ribu dan disuruh pulang.
Para pelaku membawa kabur perhiasan emas, uang 400 dolar Singapura, paspor, dan ponsel korban. Setelah itu, mereka melarikan diri ke Medan dan sempat pesta narkoba sebelum berpencar ke Aceh Tengah dan Binjai.
Penangkapan dan Motif
Tim gabungan Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Jatanras Ditreskrimum Polda Riau akhirnya membekuk keempat pelaku pada 3 Mei 2026. Anisa dan Selamat ditangkap di Aceh Tengah, sementara Erwandi dan Lisbet ditangkap di Binjai, Sumut.
Dua pelaku laki-laki dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat penangkapan.
Kepada polisi, Anisa mengaku sakit hati. Ia tersinggung dengan ucapan keluarga mertuanya selama tinggal di rumah tersebut pada 2022–2023.
Dendam bercampur pengaruh narkoba menjadikannya otak pembunuhan terhadap mertua sendiri.
Tiga Orang Ikut Terperiksa
- Anak pertama korban, Arnold Meha, dan rekannya Rahmat Anton Tumanggor dan Wahyu Aman Hasugian, turut diperiksa sebagai saksi.
- Ketiganya sempat diamankan dan diperiksa karena diduga memiliki keterkaitan dengan pelaku utama, Anisa Florensia Tumanggor, mantan menantu korban.
- Meskipun diamankan dan diperiksa, ketiganya mengaku tidak terlibat langsung dalam aksi ini.
- Rahmat Anton Tumanggor dan Wahyu Aman Hasugian hanya mengenal keluarga korban dan juga pelaku utama, Anisa Florensia Tumanggor, yang sama-sama berasal dari Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Baca juga: Terungkap Motif Pembunuhan Dumaris Br Sitio, Awal Mula Ditangkapnya 2 Pelaku di Binjai
(cr23/tribun-medan.com/ TribunPekanbaru.com}
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PEMBUNUHAN-Tampang-pembunuh-Dumaris-Deniwati.jpg)