Berita Viral

Tragedi Anisa Tumanggor: Dari Menantu Terhormat ke Otak Pembunuhan Mertua, Terjebak Dunia Gelap

Anisa Florensia Tumanggor menikah dengan Arnold Meha pada tahun 2022. Arnold, anak pertama pasangan Dumaris Sitio dan Salmon Meha

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Anisa Florensia Tumanggor (21), Dumaris Sitio (60), dan Lisbet Barasa (22). 

Identitas Keempat Pelaku

1. Anisa Florensia Tumanggor (21) – warga Kuta Sabah, Parlilitan, Humbang Hasundutan, menantu korban, otak pelaku (positif narkoba).

2. Lisbet Barasa (22) – warga Sihotang Hasugian, Parlilitan, teman SMP Anisa, rekan kerja di hiburan malam dan SPA (positif narkoba).

3. Selamat alias Amat bin Ali Asan (34) – warga Bener Meriah, Aceh, eksekutor, pasangan siri Anisa Florensia (positif narkoba).

4. Erwandi alias Iwan (39) – warga Bener Meriah, Aceh, pasangan siri Lisbet, (positif narkoba).

Setelah melakukan perampokan dan pembunuhan terhadap Dumaris Sitio, keempatnya sempat melakukan pesta narkoba di Medan, sebelum berpencar ke Aceh Tengah dan Binjai.

Kasus ini menjadi potret kelam bagaimana pergaulan dan narkoba dapat menghancurkan kehidupan seseorang. Dari menantu yang hidup berada, Anisa kini harus menghadapi jeratan hukum sebagai otak pembunuhan terhadap mertua sendiri.

Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP Pembunuhan Dumaris Sitio, 4 Pelaku Juga Berniat Habisi Anak Korban di Luar Rumah

Daftar uang dan barang milik korban yang dibawa kabur oleh para pelaku:

Uang Tunai

  • Uang Dolar Singapura: Sebanyak SGD 400 (setara dengan sekitar Rp5,4 juta).
  • Uang Tunai Rupiah: Jumlah spesifik uang rupiah yang hilang masih dalam pendalaman polisi. 

Barang Berharga

  • Perhiasan Emas: Berbagai perhiasan milik korban dilaporkan hilang digondol pelaku.
  • Telepon Genggam (Handphone): Unit handphone milik korban turut diambil dari lokasi kejadian.

 

Berikut kronologi kejadian dan peran empat pelaku dalam kasus perampokan dan pembunuhan Dumaris (60) di Rumbai, Pekanbaru:

Kronologi Kejadian

  • 8 April 2026: AF (menantu korban) bersama SL (suami siri AF) lebih dulu merampok rumah korban, mengambil uang Rp4 juta. Saat itu hanya ada Arnold (anak korban) di rumah.
  • 25 April 2026: Keempat pelaku (AF, SL, EW, dan L) tiba di Pekanbaru. Mereka menginap di hotel melati di Jalan Riau dan mulai merencanakan aksi. Awalnya hanya berniat merampok, namun berubah menjadi rencana pembunuhan.

29 April 2026 (Hari Kejadian)

  • AF menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu di ruko Jalan Sudirman. Setelah itu, AF bersama L masuk ke rumah korban.
  • AF sempat menyapa dan mencium tangan mertuanya, Dumaris.
  • SL masuk berpura-pura menagih uang taksi online, membawa balok kayu yang sudah disiapkan.
  • SL memukul kepala dan dada korban berulang kali hingga tewas, lalu menyeret jasad ke kamar mandi.
  • SL dan EW merusak CCTV rumah korban.
  • Arnold tiba di rumah, namun dialihkan oleh AF dan L agar tidak melihat kondisi ibunya.
  • Arnold kemudian dibawa ke Minas, Siak, dengan rencana awal untuk dibunuh. Namun rencana batal, Arnold diberi uang Rp50 ribu dan disuruh pulang.
  • Para pelaku mengambil perhiasan emas, uang 400 dollar Singapura, paspor, dan ponsel korban.

Setelah Kejadian: Keempat pelaku melarikan diri ke Medan dan sempat pesta narkoba. Hasil tes menunjukkan mereka positif narkoba.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved