Berita Viral

SETELAH Setahun Majikan Baru Sadar Emasnya Hilang di Brankas, ART Sudah Beli Mobil dan Mobil

Pencurian brankas majikan yang dilakukan asisten rumah tangga (ART) baru ketahuan setelah setahun berlalu. 

Tayang:
TRIBUN MEDAN
Pencurian brankas majikan yang dilakukan asisten rumah tangga (ART) baru ketahuan setelah setahun berlalu.  

TRIBUN-MEDAN.com - Pencurian brankas majikan yang dilakukan asisten rumah tangga (ART) baru ketahuan setelah setahun berlalu. 

ART di Kota Makassar mencuri uang dan emas dari brankas majikan senilai Rp 700 juta. 

Dari hasil pencurian itu, ART inisial RG (34) ini bisa membeli rumah dan motor. 

RG bekerja sejak tahun 2024 lalu mengundurkan diri pada tahun 2025.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar AKBP Hamka mengatakan RG melakukan pencurian secara bertahap.

"Yang bersangkutan ini adalah pembantu rumah tangga. Pelaku mengambil perhiasan emas majikan dan uang tunai," kata Hamka.

Pelaku mengambil perhiasan di brankas secara bertahap.

Korban kemudian menyadari barang berharganya hilang pada Maret 2026 lalu.

Tak ayal, total kerugian bahkan mencapai Rp 700 juta.

"Jumlah total perhiasan yang diambil berdasarkan keterangan korban kurang lebih senilai Rp 700 juta," katanya.

Baca juga: PSMS Medan Siapkan Langkah Menatap Kompetisi Musim Depan, Pastikan Beberapa Pemain Tetap Bertahan

Baca juga: Dumaris Sitio Lansia Tewas Dibunuh Mantan Menantunya Dikenal Baik dan Gemar Bagi-bagi THR

Baca juga: MODANTARA Sebut Kebijakan Potongan 8 Persen Bisa Guncang Industri Transportasi Online 

RG mengaku sudah menjual semua emas curian.

Uang hasil penjualan digunakan untuk membeli mobil, rumah, sampai memperbaiki kendaraan.

"Hasil penjualan emas dipergunakan untuk DP mobil, beli rumah dan memperbaiki kendaraan," katanya.

Ia kini sudah ditangkap.

RG ditangkap di wilayah Kabupaten Gowa, Sulsel pada Rabu (29/4/2026).

ART Dianiaya

Mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin dituduh melakukan penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART).

Korban, Hera, mengaku mendapat perlakuan kasar dari Erin.

Ia pun melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/4/2026).

Laporan itu telah terdaftar dengan nomor LP/1680/IV/2026/Polres Metro Jakarta Selatan

Penyalur ART Nia Damanik menceritakan bahwa Hera sudah satu bulan kerja dengan Erin.

Berdasarkan pengakuan Hera, ia mengalami perlakuan kasar mulai dari ucapan, sampai terakhir fisik.

"Katanya setiap hari kepalanya digini-ginikan, terus dimaksi lah, kata-kata kasar lah," kata Nia di Youtube Cumicumi.

Awalnya Hera berusaha memaklumi,, namun tindakan Erin dinilai sudah kelewatan.

"Ya udah gak apa-apa lah sabarin aja, mungkin lagi kesal," katanya.

"Heranya tidak melawan karena berhubung sudah main tangan itu makanya dia laporan, karena di laporan HP-nya dibanting, bajunya ditahan," tambah Nia.

Menurutnya Kenzy anak Andre dan Erin juga turun menyaksikan kejadian tersebut.

Kenzy tak bisa berbuat banyak kata Nia, ia hanya bisa melaporkan tindakan ibunya ke Andre.

"Ada anaknya di situ si Kenzy, diperlakukan seperti itu si Kenzy. Dia bilang suruh lapor ayahnya, dia langsung telepon ke pak Andrenya. Cuman kan pak Andrenya bilang tidak bisa karena dia bukan istri saya," katanya.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-bogor.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved