Berita Viral

Dumaris Sitio Lansia Tewas Dibunuh Mantan Menantunya Dikenal Baik dan Gemar Bagi-bagi THR

Dumaris Sitio (60) lansia yang tewas diduga dibunuh mantan menantunya dikenal baik, tidak sombong dan gemar bagi-bagi THR kepada tetangganya

Tayang:
TikTok
MENANTU RAMPOK MERTUA - Tampang Anisa menantu yang rampok mertuanya, Dumaris Sitio di Pekanbaru. Dumaris Sitio tewas dihantam balok kayu di rumahnya, Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (29/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.COM Dumaris Sitio (60) lansia yang tewas diduga dibunuh mantan menantunya dikenal baik dan gemar bagi-bagi THR.

Dumaris Sitio dikenal baik selalu ramah bahkan sering bagi-bagi THR.

Kini kematian Dumaris Denny Waty Sitio (60) yang begitu tragis yang diduga diotaki oleh mantan menantunya, Anisa Florensia atau AF, meninggalkan duka mendalam bagi tetangganya.

Ketua RT setempat, Isra Sri Darti, menyebut warga sekitar mengaku kehilangan atas tewasnya Dumaris.

Isra mengatakan korban selalu ramah kepada tetangganya dan kerap menyapa ketika berpapasan di jalan.

"Kalau komunikasi sama beliau, sangat welcome ke masyarakat.

Semisal (Dumaris menyapa) 'kenapa Bu Isra? Nggak mampir dulu, ayo minum dulu, yuk'. Sangat ramah," katanya dikutip dari YouTube Saksi Kata Tribun Pekanbaru, Minggu (3/5/2026).

Baca juga: DETIK-DETIK Pria Bergelantungan di Kap Mobil Merah Sambil Teriak Maling, Aksinya Viral

Selain ramah, Isra menyebut keluarga Dumaris juga dikenal tidak sombong kepada tetangganya.

Bahkan, Dumaris kerap memberikan 'salam tempel' kepada anak-anak di lingkungannya ketika Hari Raya Lebaran tiba.

"Jadi meskipun beragama berbeda konteksnya, tidak pernah membedakan kita yang Muslim ataupun non-Muslim.

Sosok panutan dan figur santun kepada masyarakat. Suami dan istri tidak banyak bicara, tapi ringan tangan untuk membantu.

Di sini, kami begitu kehilangan dengan sosok-sosok seperti itu," cerita Isra dengan suara bergetar.

Isra mengatakan keluarga Dumaris begitu harmonis di mana korban dan suaminya tak pernah terlihat cekcok. 

Baca juga: Kronologi Pasien RS Moewardi Tewas Lompat dari Lantai 11 Usai Copot Infus, Sempat Dikejar Perawat

Tak hanya Dumaris, anaknya juga dikenal ramah dengan tetangga sekitar.

"Mereka adalah figur bagi masyarakat. Kami benar-benar merasa kehilangan," ceritanya.

Secara pribadi, Isra tidak terima atas peristiwa tragis yang menimpa Dumaris sehingga membuatnya harus tewas.

Di sisi lain, ketika ditanya sosok para pelaku, Isra menyebut dirinya dan warga sekitar tidak mengenal mereka.

"Setelah dari CCTV yang dikumpulkan dan dikeluarkan yang berkewajiban, barulah kami masyarakat mengenal wajahnya itu, warga sini tuh nggak mengenal wajah mereka. Saya sebagai tetangga dekat, tidak mengenal wajah mereka," ujarnya.

Bahkan, Isra juga mengaku tidak mengenal Anisa yang merupakan mantan menantu korban.

Pasalnya, dia menyebut pihak keluarga tidak pernah memperkenalkan Anisa kepada dirinya sebagai menantu Dumaris.

"Tidak (tak mengenal Anisa). Kita sedikit terkaget juga barangkali walaupun itu menantu atau mantan lah itu, mereka kan tidak mengundang itu bahwa anak kita sudah menikah lho.

Jadi kita tidak punya prerogatif untuk mengetahui urusan internal mereka," katanya.

Baca juga: Kronologi Pasien RS Moewardi Tewas Lompat dari Lantai 11 Usai Copot Infus, Sempat Dikejar Perawat

Sebelumnya, Dumaris tewas setelah dipukul dengan menggunakan balok kayu oleh seorang pria yang datang ke rumahnya bersama Anisa di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4/2026).

Kini, para pelaku yang berjumlah empat orang sudah ditangkap oleh polisi, termasuk Anisa.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman, menyebut empat pelaku telah ditangkap dalam kasus dugaan pembunuhan disertai perampokan terhadap Dumaris.

Dia mengatakan para pelaku ditangkap di lokasi berbeda di mana dua pelaku ditangkap di Aceh Tengah. Sementara sisanya diamankan di Kota Binjai, Sumatra Utara (Sumut).

"Alhamdulillah. Tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil menangkap empat pelaku kasus curas yang menyebabkan seorang perempuan meninggal dunia di Rumbai, Pekanbaru," katanya pada Sabtu (2/5/2026), dikutip dari Tribun Pekanbaru.

Namun, Muharman mengungkapkan untuk detail terkait kasus ini, akan dijelaskannya dalam konferensi pers yang dijadwalkan digelar pada Minggu (3/5/2026) hari ini.

"Besok siang (hari ini) akan ada jumpa pers terkait detail pengungkapan kasusnya," ucapnya.

*/tribun-medan.com

artikel ini telah tayang di Tribunnews

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved