Berita Viral
Kronologi Siswa SD Tewas Tertimpa Papan Nama Sekolah Saat Menunggu Jemputan Pulang
Siswa SD berinisial SL (7) meninggal dunia setelah tertimpa papan nama sekolah yang terbuat dari tembok cor roboh
TRIBUN-MEDAN.com - Peristiwa memilukan dialami seorang siswa SDN 7 Barangka di Desa Lapolea, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Siswa berinisial SL (7) meninggal dunia setelah tertimpa papan nama sekolah yang terbuat dari tembok cor roboh pada Kamis (30/4/2026).
Insiden tersebut tidak hanya dialami korban, melainkan juga siswa lain yakni AA (7) dan AR (9) yang turut mengalami luka-luka.
Kronologi Kejadian
Kasi Humas Polres Muna, Iptu Muhammad Jufri menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WITA saat kegiatan pembelajaran siswa kelas satu selesai dan dipulangkan.
Kemudian, SL dan AA yang sedang menunggu jemputan, duduk di bawah dekat papan nama sekolah.
Tak lama berselang, sekitar pukul 10.40 WITA, AR datang menghampiri dan memegang tiang papan nama sekolah tersebut.
Seketika, papan nama yang terbuat dari material tembok cor tersebut roboh dan menimpa para korban yang berada di bawahnya.
Mendapati kejadian tersebut, pihak sekolah dan warga sekitar segera memberikan pertolongan.
Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit, 1 Korban Meninggal
Adapun SL yang mengalami luka serius di bagian belakang kepala sempat langsung dilarikan ke UGD RSUD Muna Barat di Desa Lombu Jaya, Kecamatan Sawerigadi.
Namun, sayangnya korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis rumah sakit.
"Nyawanya tak tertolong," ujar Iptu Muhammad Jufri, Jumat (1/5/2026).
Sementara korban lainnya, AA (7) dan AR (9) yang mengalami luka-luka, telah mendapatkan perawatan medis dan dipulangkan ke rumah masing-masing dalam kondisi stabil.
"Saat ini, penyidik Polres Muna tengah melakukan pendalaman di lokasi kejadian untuk memastikan penyebab pasti robohnya struktur tembok tersebut, apakah karena faktor usia bangunan atau ada kelalaian lain," tukasnya.
Bupati Jadwalkan Rapat Seluruh Kepsek
Merespons insiden tragis tersebut, Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Pemkab Mubar) akan melakukan audit fisik dan kelayakan seluruh bangunan sekolah tingkat SD dan SMP.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah dan mencegah kejadian serupa terulang.
"Saya sudah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk mengecek seluruh sekolah, khususnya kondisi bangunan dan hal-hal yang berpotensi membahayakan siswa seperti kejadian kemarin,” jelas La Ode Darwin.
Politisi Golkar ini menyampaikan, pemeriksaan sekolah nantinya akan mencakup seluruh fasilitas dan struktur bangunan yang digunakan dalam aktivitas belajar mengajar.
Menurutnya, insiden ini menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemkab Muna Barat.
“Dari hasil penelusuran, papan nama yang roboh telah lama dibangun, sehingga semua bangunan akan diperiksa. Jika ada yang tidak layak, tidak akan digunakan lagi demi keselamatan,” jelasnya.
Pemkab Muna Barat juga menjadwalkan rapat bersama seluruh Kepala SD dan SMP pada Senin (4/5/2026) mendatang.
Agenda pertemuan ini akan membahas langkah antisipasi serta memastikan standar kelayakan bangunan sekolah terpenuhi. (*/tribunmedan.com)
Artikel ini sudah tayang di TribunnewsSultra.com
| Kondisi Menteri Purbaya Dikabarkan Drop Masuk RS, Wamenkeu Kaget dengar Kabar |
|
|---|
| Detik-detik Honda CRF Milik Pengunjung Kafe di Medan Digasak Maling, Aksi Terekam CCTV |
|
|---|
| Dosen DK Buka Suara Usai Digerebek dengan Mahasiswi, 2 Jam tak Keluar Kamar Indekos, Bantah Berduaan |
|
|---|
| Tabiat Oknum Kiai Dibongkar Mantan Pengikut Kasus Pencabulan di Pati, Sertifikat Rumah Dikasih |
|
|---|
| Modus Ashari Kiai Cabuli 50 Santriwati, Ngaku Wali Nabi hingga Suap Pengacara Korban Rp400 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/siswa-SD-Muna-Barat-tewas-tertimpa-papan-nama-sekolah.jpg)