Berita Viral
PENGAKUAN Mantan Korban Kiai Cabul di Pati, 11 Tahun Mengabdi ke Ashari: Saya Disuruh Berbohong
Warga setempat dan juga "mantan korban" dari sang kiai cabul tersebut juga memberikan kesaksian di tengah aksi unjuk rasa.
TRIBUN-MEDAN.com - Inilah pengakuan mantan korban kiai cabul di Pati.
11 tahun mengabdi ke Ashari, ia baru sadar dimanfaatkan.
Oknum kiai bernama Ashari tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan.
Baca juga: LIVE SCORE Hasil Arsenal Vs Fulham di Liga Inggris, Cek Juga Link Live Streaming di Sini via HP
Kini kediaman Ashari yang satu kompleks dengan pondok putri digeruduk oleh massa yang murka pada Sabtu siang (2/5/2026).
Kasus pencabulan santriwati yang diduga dilakukan oknum pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, memasuki babak baru.
Ribuan orang berunjuk rasa dikomandoi oleh Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi). Mereka menuntut agar Ashari diadili dan dihukum seberat-beratnya jika terbukti bersalah.
Baca juga: Akhir Pelarian Anisa Tumanggor Cs, Menantu yang Tega Rampok dan Bunuh Sang Mertua Dumaris Sitio
Warga setempat dan juga "mantan korban" dari sang kiai cabul tersebut juga memberikan kesaksian di tengah aksi unjuk rasa.
Salah satunya seorang pria bernama Shofi. Dia mengaku sudah mengabdi kepada Ashari selama 11 tahun sampai akhirnya dia sadar dan melepaskan diri dari jerat Ashari pada 2018.
Shofi memberikan kesaksian mengenai praktik eksploitasi dan doktrin menyimpang yang digunakan tersangka untuk menguasai para pengikutnya.
Kepada wartawan, Shofi mengungkapkan bahwa dirinya bukan hanya saksi, melainkan juga korban pemerasan secara finansial.
Selama lebih dari satu dekade, ia dipaksa "sambatan" alias bekerja tanpa upah. Tenaganya dieksploitasi untuk mendirikan bangunan-bangunan mulai dari musala hingga pondok, tanpa kompensasi upah.
Bahkan, dia malah diperintah untuk berbohong kepada orang tuanya sendiri demi mengalirkan uang kiriman kepada tersangka.
"Sebelas tahun saya jadi budak. Pondok ini dibangun dari uang budak-budak si iblis Ashari. Tahun 2008 saya disuruh berbohong sama orang tua saya kalau saya mondok di Jepara, supaya uang kiriman dari orang tua saya itu bisa masuk ke sini," kata Shofi di lokasi aksi unjuk rasa, Sabtu (2/5/2026).
Baca juga: SOSOK Kapolres AKBP Heti Patmawati Raih Penghargaan Polwan Terbaik Ajang IAWP 2026
Lebih parah lagi, dia pernah sampai menjual tanah dan menyetorkan uangnya pada Ashari. Bahkan sertifikat rumahnya juga digadaikan tanpa dibayar.
Dengan rentetan hal tersebut, Shofi baru "sadar" bahwa dirinya hanya dimanfaatkan pada tahun 2018. Saat itu ada seorang kerabatnya yang mengingatkan dirinya untuk memikirkan masa depan sendiri, bukannya malah tenggelam diperbudak oleh Ashari.
Kepatuhan buta para pengikut, menurut Shofi, didasari oleh klaim tersangka sebagai sosok "Khariqul 'Adah" atau wali yang memiliki kemampuan di luar akal manusia.
Baca juga: PSMS Medan Masih Superior atas Persiraja Banda Aceh Musim ini setelah Imbang 1-1 di Dimurthala
Menurut Shofi, tersangka sering menunjukkan kemampuannya menebak peristiwa masa depan, seperti waktu kematian anggota keluarga serta waktu dan jenis kelamin bayi yang akan lahir, yang kemudian membuat para pengikutnya, termasuk dirinya, percaya sepenuhnya.
"Dia bisa menebak mbah saya meninggal kapan dan jam berapa. Dia juga bisa menebak adik saya melahirkan jam sekian, jenis kelaminnya cowok, dan nanti harus dinamai ini. Itu terjadi sungguhan sehingga saya dulu percaya dia memang wali," kenang Shofi.
Namun, kepercayaan ini dimanfaatkan tersangka untuk menanamkan doktrin yang sangat menyimpang. Shofi menyebut Ashari sering kali menyalahgunakan statusnya untuk melakukan pelecehan seksual terhadap santriwati, bahkan terhadap istri para pengikutnya sendiri.
Baca juga: PSMS Medan Masih Superior atas Persiraja Banda Aceh Musim ini setelah Imbang 1-1 di Dimurthala
Ashari juga mengaku sebagai keturunan nabi yang harus dimuliakan.
"Katanya dunia seisinya ini dari 'nur' Kanjeng Nabi. Itu memang ada hadisnya. Tapi ditambah-tambahi sama dia. Doktrinnya itu, dunia seisinya ini halal bagi keturunan Nabi. Jadi seumpama istri (pengikut) dinikahi dia pun, katanya halal. Jadi umpama saat itu istri saya dikawin dia, saya juga merelakan karena percaya dia Khariqul 'Adah," ungkapnya dengan nada menyesal.
Shofi juga mengaku kerap menyaksikan perilaku asusila tersangka yang sering mencium jidat, pipi,hingga bibir para santriwati di depan umum, namun selalu didiamkan oleh sekitarnya karena rasa takut dan fanatisme.
"Termasuk istri saya kalau salaman juga dicium pipi kanan kiri, jidat, sama bibirnya. Santriwati saya lihat hampir semua juga mengalami. Kalau berzina (hubungan seksual) kan tidak ada yang lihat," kata dia sembari tampak menahan tangis.
Kasus ini kini telah ditangani oleh Sat Reskrim Polresta Pati dan memasuki tahap penetapan tersangka.
Shofi berharap kesaksiannya dapat mendorong korban-korban lain yang masih takut untuk berani bersuara agar praktik manipulasi di pesantren tersebut benar-benar berakhir.
Baca juga: Kawin Lari dengan Pria Beristri, Wanita Ini Diarak dan Dihina Istri Sah di Depan Umum
Menurut dia, sosok Ashari kerap memutar balikkan fakta jika ada korban yang hendak bersuara.
"Seperti korban yang melapor ke polisi ini, malah dia bilang sebagai santriwati yang nakal," ucap Shofi.
Dia juga berharap aktivitas Pondok Pesantren Ndholo Kusumo bisa dihentikan sepenuhnya. Jika tidak, kata dia, Ashari dan "ilmu gendamnya" akan tetap merusak masyarakat.
"Kalau pondok ini tidak diberhentikan, semua orang di sini bisa kena gendamnya si iblis Ashari. Kalau pondoknya nggak dihentikan, meskipun Ashari dihukum, budak-budaknya pasti akan tunduk sama dia. Saya juga merasakan 11 tahun jadi budaknya iblis Ashari. Membangun musala, pondok, dan semuanya, dananya dari budak-budaknya Ashari," kata dia.
Shofi meyakini, seandainya nanti Ashari dihukum penjara pun, setelah bebas nanti dia akan melanjutkan kesesatannya.
"Jadi kalau yayasan tidak dimusnahkan, meski orangnya dihukum, keluar penjara pasti akan lanjut lagi. Seribu persen saya yakin. Budak-budaknya Ashari akan melanjutkan. Kasihan yang menjadi korban," tandas dia.
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com
(*/ Tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/UNJUK-RASA-Warga-membawa-spanduk-kiai-cabul.jpg)