Hari Buruh

Buruh Dikasih Janji Presiden Prabowo di May Day 2026, Pengamat Ragu Bisa Terwujud, Keuangan Tergerus

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengaku ragu janji-janji yang diumbar Presiden RI Prabowo Subianto di peringatan Hari Buruh 2026

Tayang:
Istimewa
Presiden Prabowo Subianto dalam acara May Day atau Hari Buruh 2026 di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).(YouTube Sekretariat Presiden) 

Hal ini disampaikan Prabowo dalam program Sapa Indonesia Malam yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Jumat (1/5/2026).

Baca juga: Menjelajahi Dunia Seni Digital di Immersify Malaysia, Rasakan Liburan dengan Pengalaman Menarik

Agus pun mengutip berita bahwa cadangan kas negara tinggal Rp120 triliun, sehingga ia merasa tidak yakin janji Prabowo bisa terealisasi.

"Saya sih ragu ya dari sisi panel and support. Kita sudah kegerus ini sekarang semua pos keuangan. Cadangan tinggal 120 triliun. Saya terus terang agak ragu itu mana yang bisa direalisasikan," ucap Agus.

Selain itu, Agus menilai, Prabowo sering mengucapkan janji atau membuat program tanpa ada dasar kebijakan dan regulasi yang lengkap.

Kata dia, jika Kepala Negara dengan mudahnya membuat program atau kebijakan tanpa disertai basis yang kuat, itu akan membahayakan tata kelola negara.

"Karena biasa presiden itu selalu bilang ini begana-begini, tapi kan underlying-nya ada enggak?" kata Agus.

"Saya khawatir sekali itu, karena yang disebutkan itu banyak underlining atau latar belakang kebijakan perundang-undangannya enggak lengkap, itu mesti dilengkapi dulu."

"Nah, kalau main langsung-langsung begitu, bisa berbahaya dari sisi tata kelola negara."

Agus menekankan, sejatinya pemerintah Indonesia sudah kehabisan dana di tengah tekanan ekonomi global. 

Apalagi, banyak program Prabowo yang sudah digaungkan sejak masa kampanye, menelan anggaran besar.

Namun, dengan sisa dana yang ada saat ini, Agus menyerahkannya kepada Prabowo dan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa untuk memprioritaskan mana janji kepada buruh yang bisa direalisasikan.

"Ya, personalnya, kita kekurangan dana, terserah Pak Prabowo. Kan dananya semua habis ke program-program dia, baik program-program kampanye maupun program-program dadakan," tutur pengamat yang lahir di Semarang pada 19 Agustus 1959 ini.

"Sekarang terus terang saya tidak tahu dari mana anggaran itu akan diambil, terserah Pak Menteri Keuangan untuk mengatur."

Meski begitu, Agus blak-blakan merasa pesimis, ada dana untuk menepati janji kepada buruh.

Sebab, banyak tekanan fiskal yang terjadi, mulai dari merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan melemahnya nilai tukar Rupiah.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved